31 Desember 2013

UAP Kimia

Ujian Akhir Praktikum Kimia hari ini dilaksanakan di R. 101 FST mulai pukul 7-8 pagi. Lumayan sulit soalnya, meski pilihan ganda.

30 Desember 2013

UAP Biologi

UAP (Ujian Akhir Praktikum) Biologi di TDC R. 302 pukul 10.30-11.30

28 Desember 2013

Ferment

ferment /ˈː.ment/ /ˈː-/ noun [ U ] literary
a state of confusion, change, and lack of order or fighting 


Seriously, I feel like a crazy person these days. How it could be like that? Because when I opened my browser, I always stuck in tokobagus.com or another online shop and start looking for gadget that I want, mainly an iPad, iPad mini, iPhone, or Samsung products. This is terrible, because I lost my focus on my assignment.
I feel really bad, but I can't help it. My mind always say that I need to have a new gadget in this early 2014 again and again although I still doesn't have enough money for it. I'm still saving my money and I've looking for new gadgets? It sounds pretty dumb. It's true, but looking for appropriate gadget that match with my budget become my ambition this week.
My plan is to buy 2 gadget, an iPad and a smartphone. However, I'm still researching the best gadgets for me and always deciding the economical side of the gadget. I really need a smartphone, because it could help me in my study and my activities. I'm a chief division of Penalaran Information Center right now and I need a smartphone to connect me with another person. If I use my old cell phone, I will be left behind by others.
The problem is, my ambition turned out to be a dagger at me. I spend my time mostly in front of my computer and searching about the gadgets that possibly I'm not able to buy it. I have assignment that I forgot because of this useless activity. But as I said, I can't help it. I wish I could buy it right now and this ambition will not gone further.

Just wish me luck, I'll have what I want and can focus again on my task.

27 Desember 2013

Gathering BPH UKM Penalaran Part One #TheNightWhenWeArrive

Tgl 24 Malam

Aku gak jadi pulang tanggal 24 Desember 2013 ini, karena ada acara gathering pengurus baru UKM Penalaran yang sudah beberapa bulan ini aku ikuti. Padahal aku sudah beli tiket lho untuk tgl 24 itu, namun karena aku adalah pimpinan di divisi Penalaran Information Centre, akhirnya aku mau tidak mau harus ikut. Tiket pun hangus sudah.
Dari Surabaya kami naik mobil TNI AL sekitar pukul 8 malam. Dengan mahasiswa 30-an, kami hanya membutuhkan satu truk untuk berangkat kesana. Perjalanan ke sana cukup lancar, tanpa ad amacet atau gangguan. Diperjalanan kami asyik bersenda gurau, namun hal itu hanya bertahan sekitar setengah jam, karena berikutnya suasana di truk hening, semuanya tidur.
Aku terbangun kaget ketika tahu-tahu truk yang kami tumpangi berhenti mendadak di jalan menanjak. Saat itu sekitar pukul 10 malam kurang. Temen-temen cewek pada teriak kaget karena hal tersebut. Posisi tubuh kami mendoyong ingin jatuh. Truk kembali berusaha untuk naik, akhirnya setelah beberapa lama berusaha kami bisa berjalan lagi.
Setelah beberapa menit, kami sampai di tempat yang kami tuju, di Jl. Wilis Tretes Kab. Pasuruan dimana villa yang kami sewa berada. Jalan menuju kesana sangat ramai , dipenuhi dengan orang-orang penjual makanan dan juga lalu lalang orang. Mungkin karena malam tersebut malam natal dan liburan sehingga banyak orang yang berlalu lalang.
Udara sejuk pegunungan langsung menerpa wajah kami ketika kami turun dari truk yang hangat. Banyak teman-teman yang merapatkan jaket mereka dan berkata bahwa udara nya benar-benar dingin. Maklum, bagi kami yang sudah terbiasa di daerah panas Surabaya, masuk ke Tretes benar-benar perubahan.
Barang-barang segera diturunkan, dan kami berjalan dengan berisik sambil berkicau tentang apa saja yang akan kami lakukan esoknya. Sampai di villa, kami langsung disambut dengan lantai yang dingin, segera saja karpet digelar di ruang tamu dan kami memasuki kamar kami masing-masing. Villa yang ini tidak sebagus villa yang kami gunakan untuk diklat kemarin, bahkan mungkin kamar kami dirumah pun lebih bagus. Namun karena tujuan kesini adalah untuk menggalang kebersamaan, kami tetap enjoy menerima kamar yang seadanya, yang penting adalah having fun!
Malam itu, tgl 24 kami berkumpul sebentar untuk membahas agenda tgl 25, 26, dan mendengarkan penjelasan dari Mas Aji, ketua UKM Penlaaran 2013 mengenai tujuan ke Tretes ini. Aku bersyukur sekali karena pada tgl 24 aku bisa tidur siang sehingga ‘melekan’ hingga jam 11 malam keatas pun aku masih bisa.
Setelah mendengar penjelasan ttg tujuan kami kesana, beberapa dari kami balik ke kamar masing-masing dan tinggal lah aku dan beberapa BPH untuk membuat jadwal untuk tgl 25 dan 26 Desember 2013 hingga hampir jam 1 dini hari.

Segera saja aku berwudhu dan sholat isya. Air disini sangat dingin dan membuat melek. Namun karena lelah yang menggunung, pada akhir saya tidur meskipun dengan alas tidur yang kasar.

Curhatan Desember

Liburan kali ini, aku gak pulang. Kegiatanku menumpuk di Desember. Setiap weekend kalau mau pulang selalu tertunda. Minggu pertama bulan Desember aku ada seminar dan Pengabdian Masyarakat UKM Penalaran yang aku koordinir. Minggu kedua aku ada diklat mulai tanggal 13-15 Desember. Minggu ketiga ada acara SATU (Satradhirsa to University) yang sibuknya minta ampun. Liburan sebelum UAS ini aku ada kegitaan gathering UKM Penalaran. Mau pulang, eh ternyata tiket kereta habis. Sebel deh, tapi ada positifnya juga, yakni bisa ngerjain tugas-tugas yang belum sempat dikumpulin kemarin.
Karena kesibukan ini, aku harus bener-bener bisa ngatur waktu. Namun, manajemen waktu itu masih menjadi tantangan buat aku. Gimana gak? Setiap Senin dan Kamis ada Kuliah Pena, acara gathering rutin dan diskusi untuk UKM Penalaran. Hari Rabu ada acara latihan bersama Airlangga Orchestra. Jadi bener-bener sibuk. Weekend adalah satu-satunya harapan dimana aku bisa bermalas-malasan, namun sepertinya gak bisa karena hari itu jadi ladang untuk nyelesein tugas.
Memang ini semua pilihaku sendiri dan aku harus mengambil konsekuensi dari apa yang aku pilih. Sejak awal masuk kuliah, aku sudah berniat untuk menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan non akademik. Secara akademis, minimal IP 3,5 keatas lah. Kegiatan non akademis cukuplah ikut UKM Penalaran dan Airlangga Orchestra dulu, dan Alhamdulillah, aku sudah mendapat peran di dua UKM ini dan semoga bisa sukses.
Jujur, aku juga takut dengan hasilnya nanti. Terutama dalam bidang akademis, karena jurusan yang aku ambil lumayan sulit, Biomedical Engineering yang tentunya banyak bergelut dengan Fisika dan Kalkulus yang merupakan dua mata kuliah terlemahku, sehingga harus bekerja keras untuk bisa mendapatkan B.
Secara non akademis, Alhamdulillah lancar saja, namun aku belum bisa memaksimalkan diri, masih ada banyak hal yang perlu dikaji ulang dan juga perlu dipelajari. Sehingga ditahun 2014 aku pengen les biola, belajar public speaking, belajar koding untuk joomla, belajar menulis, aktif berkarya, dan mempersiapkan diri untuk ikut seleksi Harvard Model United Nations dan World Model United Nations. Hal-hal ini merupakan hal yang aku suka sehingga aku beraharap bisa benar-benar terwujud nantinya.
Tahun ini, terutama bulan Desember, merupakan puncak dari kegiatan ku, istilahnya adalah penghabisan lah untuk membuka lembaran baru di tahun 2014. Aku berharap, aku bisa belajar banyak di tahun 2013 ini, sehingga nanti di tahun 2014 aku bisa benar-benar menggali potensi diri yang terpendam.


18 Desember 2013

AO#1

I have a natural vibrato technique when I play violin in front of people.

Today Airlangga Orchestra team gathered to have placement test for violin players in Orchestra. The committee will select who will play in violin I, II, or III.
I think the selection will be deadly serious. I was wrong, it was really fun. I met many students and friends from different faculties in Airlangga University and they are awesome! I met a girl named Nizma and she is really talented violin player. Now she is in 5th volume of Suzuki Violin method. When she play a song, wow. I could not describe it. I'm really envy her and desperately wanted to be proficient like her.
The placement test itself very short and to the point. We just play a harmonic sound first, then we play a song from our selection then we play a song from suzuki book randomly.
I was really nervous because of I never really play something in front of people before.
When it finished,the committee announce it and I play for violin III, because I'm still beginner on it. It doesn't matter. I could learn again and again right?
The most important thing is that I will take a violin course in January next year so I could play like a pro faster. Wish me luck!

16 Desember 2013

13-15 Desember

Diklat UKM Penalaran di villa Sinar, Trawas, Kab. Mojokerto

8 Desember 2013

Pengmas UKM Penalaran di UPTD Kampung Anak Negeri dan Taman Mangrove Wonorejo

1 Desember 2013

Seminar Political Science di Garuda Mukti

30 November 2013

Seminar Ketahanan Pangan AIC

26 November 2013

Gloomy Poem

I don't know that I'm able to write a melancholy poem like this one. However, my surprised is not as big as the timing when I found this. You must know that it has been ages that I didn't open my blog for many reasons (the low of internet connection are on the list, and I'm sure I could die because of bored waiting for this page to appear).

This is a poem I wrote a month or so ago when I tried to killing my time. I hope this poem doesn't kill you though.

Gloomy Sunday


The mist shrouded sunday
The sun faded away
As times fly
My friends gone
I left alone

06 November 2013

Prove it!

My friend wrote this on her facebook status. I think it's pretty good so I decide to share it with you guys!

Things happen, whether they are good or bad. When bad things happen to us, we always regret them, wondering what would happen if we had done another way. We couldn't accept them. That's natural and of course, understandable. We are humans, we demand better than what we already have. Things will be worse when ones have done their best, but people around them judge them that they are still not good enough to get what they actually deserve. It hurts, I know. It really does. Feeling not appreciated, in despair, and millions other kind of sad words. But at least, we have done our best. We know that we are better than those judgmental people. We gotta prove that we deserve what we deserve!

04 November 2013

the collywobbles

the collywobbles plural noun UK informal
an uncomfortable feeling in the stomach caused by feelings of nervousness or slight fear


Finally, midterm exam is finished. I really pleased to feel the anxiety in my body melt away in the last day of the exam. My brain was clear, and my hand moved freely answering the essay question in the Religion exam.
My midterm exam started in the October 28th- November 4th. Not too long like when I was in high school, but the sensation was same. I feel the anxiety and my heart beat faster than usual when I faced the exam paper and read the first question. There are voices in my head, can I do this? Are the questions easy? Is the time given enough to answer all the questions? And many more.
However, when I moved to number 5th or so, that feeling slightly disappear, I got my confidence back, I smiled in my heart.

Physics, Chemistry, English, Calculus, Biology, ISBD, and Religion were my midterm exam subjects. I think I did pretty well with Physics and Calculus, at least I think I could get B. While the others I believe I could get A. I know its sound too optimistic, but I had a foresight it’s going to happen. If my prediction fails, I still had a chance to mend it right?

19 Oktober 2013

Pergi ke Ampel

Kios-kios yang ada di Ampel. Ramai jika siang hari, (untung waktu kunjung saya malam, sehingga tidak seramai ini)
gambar diambil dari demotix.com

Setelah memikir-mikir, akhirnya pada hari Jumat sore, tgl 18 Oktober saya mau menerima ajakan Syafiq, untuk berkunjung ke Ampel, menginap di rumahnya sekaligus pergi jalan-jalan berwisata religi ke situs Sunan Ampel.
Dengan naik motor, saya dan Syafiq berangkat ke sana. Sebelum itu kami mampir dulu ke optik langganan keluarga Syafiq untuk mengambil kacamata pesanan dia, karena kacamata yang dia pakai sebelumnya keinjak dan pecah. Saat itu sudah waktu sholat maghrib. Jadi kami sholat dulu di mushola samping optik itu kemudian kami meneruskan perjalanan ke Ampel.
Di wilayah Ampel, kami disambut dengan gapura selamat datang di wisata religi Sunan Ampel. Setelah berkendara sebentar, kami belok kiri memasuki gang. Sampailah kami di rumah nenek Syafiq. Rumah tersebut seperti rumah di daerah itu, merupakan rumah kuno dan besar. Ternyata dihuni oleh keluarga besar dia. Saya tidak sempat bertemu dengan keluarga dia karena kami langsung lewat samping untuk langusng menuju kamar Syafiq yang terletak dilantai atas.
Saya tak menyangka kalau Syafiq membelikan tahu tek. Saya baru tahu kalau makanan ini , tahu dicampur telor dengan bumbu kacang dinamakan tahu tek. Di asrama dulu cukup sering saya merasakan makanan ini namun tidak tahu namanya.
Setelah makan, kami berjalan menuju situs Sunan Ampel. Sebenarnya tujuan saya ke Ampel adalah untuk membeli Al-Quran, karena AL-Quran yang ada di saya tulisannya terlalu kecil. Maka kami berjalan-jalan di sepanjang kios-kios penjual yang menjajakan aneka baju muslim, kopyah, akseosirs muslim, mukena, parfum, kurma, dan banyak yang lainnya. Mata saya tak henti hentinya melihat aneka motif baju koko yang bagus-bagus disini. Sungguh keren seklai motifnya. Kalau baju seperti ini ada di Matahari, harganya pasti 120 rb lebih. Disini harganya seperinya berkisar 100 rb, namun masih bisa ditawar lagi.
Sebenarnya sudah ada Al-Quran yang cocok, namun saya teruskan saja perjalanan sambil melihat-lihat wilayah Masjid Ampel yang besar sekali. Selain itu saya juga mencari harga A-Quran yang mungkin ada yang lebih murah. Syafiq juga membeli kitab Fathul Qorib, kitab mengenai Fiqh disana. Setelah dia membei kitab barulah kami kembali ke tempat dimana saya menemukan Al-Quran yang menyita penglihatan saya. Meskipun harganya 90 rb, sepertinya cocok dengan kualitasnya yang keren (sepertinya saya pernah melihat Al-Quran serupa dengan harga 100 rb lebih di Gramed).
Tidur di rumah Syafiq membuat saya melihat teman saya ini dengan perspektif yang berbeda. Ternyata dia adalah anak yang religius, lulusan pondok juga. Jauh sekali dengan saya yang egaliter dan agamanya belum kuat ini. Saya jadi malu, mengingat ayah saya sebenarnya adalah pemuka agama di kampung saya.
Semoga dengan adanya Al-Quran baru, saya bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

15 Oktober 2013

Hari Raya Kesepian

Hari raya Idul Afha ini terasa berbeda bagi saya. Saya tidak lagi merayakannya di asrama seperti masa-masa SMA dulu. Namun saya mulai merayakannya di kampung halaman sendiri. Entah kenapa suasana yang terjadi berbeda sekali. Hari raya Idul Adha seperti hari-hari biasa. Takbir pun dikumandangkan sekenanya. Saya merasa seperti kuranga da semangat di dalam hari besar umat muslim ini. Mungkin ini hanya perasaan saya sendiri atau memang karena zaman berubah, kerja dan cari uang lebih penting. Tahun baru masehi lebih ditunggu dibandingkan dengan tahun baru Islam. Hari raya jadi terlihat biasa, malah para pebisnis yang giat sekali kalau ada hari besar seperti ini, karena dengan adanya perayaan berarti alamat jualannya bertambah. Saya tidak tahu, karena saya hanya merasa.

09 Oktober 2013

EHEF (European Higher Education Fair) 2013

9 Oktober ini saya pergi ke EHEF 2013 di Grand City bersama Rizky, teman dari prodi OSIE.

08 Oktober 2013

World Education Expo Indonesia 2013

What?
World Education Expo Indonesia 2013. Pameran pendidikan dari seluruh dunia yang dihadiri oleh banyak universitas dari dunia, terutama dari negara-negara Asia sendiri, Europe, US, Australia dan juga Indonesia.
When?
October 8, 2013, from 1 pm- 6 pm
Who?
my self, alone. Aku sendirian berangkta kesana, gak ada yang nemenin. Naik taksi kayak orang ilang.
Where?
Sheraton Hotel
Why?
Aku kesana karena pengen tahu perkembangan pendidikan dunia, mungkin aja ada beasiswa yang tersedia yang bisa aku ambil. Selain itu au pengen bertemu dengan guru ku yang mungkin bisa hadir disana.
How?
Acara ini menurutku tidak terlalu sukses. Pengunjungnya sedikit dibandingkan event yang saya hadiri tahun lalu. Sepertinya karena universitas yang datang itu sedikit jadi pengunjung pun juga sedikit. 
Pulangnya aku diantar Rofiq, teman lama dari MTs dulu. Kami kesasar sasar gara-gara buta arah ke kampus C.
Acaranya sungguh menyenangkan, terutama pos acara. Karena aku waktu itu lengsung ke TP untuk melihat-lihat. Terlalu banyak godaan barang-barang bagus mahal yang tidak mungkin saya beli. Akhirnya saya ke toko buku Gramedia dan Periplus untuk membeli refill loose leaf dan juga beli buku impor. Serunya lagi, aku sama Rofiq tersesat di TP gara-gara gak tahu jalan keluar.

Semangat PKM drop

I've been missing this opportunity to write in my blog like, a month? It's look like so. When I'm in my university year, I thought that I will have more time to do something that I like most, like writing, reading some fancy stuff, and do another activities. In my reality, just to find a leisure time is really difficult. I still can't analyse it yet. Is it cause by lack of time management or just because of the way it is? the answer is "I don't know".
The saddest thing this morning is when I found my spirit to do PKM is drop. It's sure like a feeling hell, really uncomfortable. Why why why?

26 September 2013

University Tips #3, Books, oh Books


http://news.detik.com/surabaya/readfoto/2008/05/08/172325/936310/473/3/kampung-ilmu-surabaya
Kadang-kadang, yang paling menguras budget selain biaya hidup di universitas adalah buku. Bagaiamana tidak? Kalau kamu membeli buku ori, yang asli, harganya bisa ratusan ribu. Hal ini diperparah jika kamu memilih jurusan yang berhubungan dengan medical, seperti pendidikan dokter dan juga pendidikan dokter gigi. Bukunya bisa sampai satu juta keatas, untuk buku original yang sudah diterjemahkan.
Untuk jurusan saya sendiri, Biomedical Engineering, buku-buku yang ada masih berbahasa inggris. Tidak ada dan belum ada yang menerjemahkan buku-buku Biomedical Engineering ke dalam bahasa Indonesia. Mungkin karena mata kuliahnya sulit dan hanya ada di Universitas Airlangga saja untuk S1 dan Negeri sehingga belum ada yang menerjemahkan buku itu.
Karena aku ada di jurusan BME, dan ini termasuk science, maka yanga ku tahu terbatas pada buku-buku yang berbau science, seperti Fisika, Kimia, Biologi, dan Kalkulus. Buku-buku referensi untuk mata kuliah ini lumayan mahal, dengan harga rata-rata Rp 250.000 keatas. Mahal sekali kan? Untuk itu, diperlukan strategi yang ampuh agar bisa mencukupi buku-buku seperti ini.
Prinsip ku ketika membeli buku untuk kuliah adalah, bagaiamana mendapatkan buku yang asli namun harga miring. Solusinya adalah dengan membeli buku bekas. Dibandingkan dengan memfotokopi, yang sebenarnya juga lebih murah, membeli buku asli namun bekas masih tergolong berkelas. Kalau dikelompokkan “kelas” buku mata kuliah, ada 5 kelas.
1.       Buku asli, belum terjemahan. Memegang buku ini pasti terara seperti expert dan juga pintar.
2.       Buku asli, sudah terjemahan. Telihat sekali kalau kamu serius dengan pelajaran dengan niat membeli buku asli.
3.       Buku asli, namun bekas (milik sendiri). Ini  terlihat kalau kamu masih memiliki value untuk memuji keorisinalitasan suatu produk namun memiliki prinsip ekonomi yang kuat, yang paling penitng pula kan ini adalah buku milik kamu snediri.
4.       Buku asli, namun pinjam. Kadang-kadang yang seperti ini asal punya buku yang disyaratkan oelh dosen. Karena, kalau buku pinjaman kan tidak boleh untuk di coret-coret sehingga asumsi ku biasanya anak yang melakukan ini Cuma sekedar pinjam dan ada buku, itu saja.
5.       Buku fotokopi. Ini memang yang paling rendah kelasnya, namun ternyata banyak anak serius yang melakukan hal-hal seperti ini. Kebanyakan dari mereka itu benar-benar menggunakan buku ini dengan baik, meskipun fotokopian, dan tidak hanya untuk gaya-gayaan.
Nah, itulah 5 klasifikasi penggolongan penikmat buku kuliah menurut perspektifku.
Aku paling suka dengan yang normor 3. Milik sendiri, asli, namun bekas. Buku yang seperti ini yang paling sering aku cari. Yang pentnig bukan bajakan aku sudah seneng banget.
Untuk mencari buku bekas pun tidak susah kok. Kalau kamu di Malang, maka kamu bisa menemukan buku-buku bekas yang berkualitas di daerah Wilis. Sudah terkenal sekali di Malang sana. Kamu bisa menemukan buku-buku mata kuliah, novel, majalah, dan banyak sekali buku-buku lain baik yang bajakan, asli, bekas, dengan harga miring. Dulu aku pernah beli buku A/AS Level Biology Cambridge hanya dengan harga Rp. 95k. harga aslinya? 500 ribuan.
Di Surabaya ada dua sentra buku-buku bekas yang ada. Pertama adalah Pasar Blauran, dan yang kedua adalah Jalan Semarang. Kedua tempat ini berdekatan sebenarnya. Tidak terlalu jauh, sehingga jika mencari buku bisa langsung berkeliling di tempat-tempat ini. Temanku pernah beli buku untuk ISBD hanya Rp 20k saja disini. Buku bekas, tapi tak pernah dibuka oleh pemiliknya. Looks like new. Padahal harga aslinya sekitar Rp 50k. Benar-benar murah kan?
AKu juga pernah membeli buku Words Power dari Reader Digest hanya dengan harga Rp 50k. Padahal buku ini bisa mahal sekali kalau membeli asli. Dan ternyata pun, buku ini sudah tidak dicetak lagi. Aku hanya melihat di amazon.com hargayanya sekitar 13 USD.
Selain buku-buku dalam bentuk print out, ada juga buku-buku dalam bentuk soft file yang free dan bisa kamu download di internet dengan gratis. Namun kalian harus tahu bahwa buku-buku ini dalam bahasa inggris.

25 September 2013

Saya pikir dengan menjadi mahasiswa, saya akan punya lebih banyak waktu luang. Benar, saya memang punya banyak waktu luang. Namun semuanya habis digunakan untuk mengerjakan tugas, belajar mandiri, urus ini, urus itu. Daripada merasa lelah, lebih baik merasa terberkahi saja, karena tidak semua orang bisa mencicipi menjadi mahasiswa.

21 September 2013

KSSAPL Briefing

Setelah memilih dan memilah BSO yang wajib diikuti di Fakultas Sains dan Teknologi UA akhirnya saya menjatuhkan pilihan di KSSAPL (Dibaca Kaspal), yang merupakan suatu organisasi berbasis lingkungan yang juga terfokus di sosial dan politik.
Dalam acara yang di gelar Sabtu, 21 September ini para peserta magang (yang masih coba-coba) di beri pengarahan dan penjelasan mengnai apa itu KSSAPL dan juga ada interview untuk melihat minat para peserta magang.
Sebenarnya ada banyak divisi di KSSAPL, namun saya lebih memilih Infokom dan Penelitian, karena memang suka ngomong dan juga meneliti.
Acara ini dilaksanakn di AUP (Airlangga University Press) dari pukul 07.00-12.15 WIB.

15 September 2013

Kuis Fisika Malang

Menjadi Panitia di Kuis Fisika, sebuah olimpiade Fisika yang diselenggarakan oleh departemen Fisika Universitas Airlangga tingkat Jawa Timur.
Saya mendapatkan peran untuk menjadi pantia KF di region Malang. Untuk di Malang sendiri dilaksanakan di SMAN 1 Malang (Smansa) pada tanggal 15 September.

12 September 2013

My violin is coming!

I'm so glad that my violin is coming today. yay!




11 September 2013

University Tips #2, In Style

http://beritafoto.net/berita-1555-penjualan-baju-bekas-menurun.html

Sudah jelas, kalau kamu menjadi seorang mahasiswa, gaya hidup kamu akan terpengaruh oleh orang disekeliling kamu. Apalagi setelah kamu keluar dari sekolah berasrama seperti saya. Di asrama dulu gak apa-apa memakai baju seadanya. Semuanya sudah biasa seperti keluarga sendiri. Namun ketika kamu kuliah, kamu akan semakin sadar dengan apa yang kamu pakai, bagaimana penilaian orang terhadap kamu, dan hal-hal yang kadang-kadang bisa dipikir sebagai pikiran sampah.
Nah, jika kebetulan kamu di Surabaya, yang notabene merupakan kota gede di Indonesia, gaya berpakaian mahasiswa nya pun beragam. Ada yang seadanya, ada yang selalu pengen ikut style yang ada, atau ada juga yang menciptakan gaya mereka sendiri.
Hal ini akan tambah parah ketika kamu adalah seoarng mahasiswa yang berkecimbung dalam dunia humaniora. Di dalam ini, penampilan juga penting, karena penilaian salah satu klien adalah bagaimana rekan bisnis mereka tampil. Jika kamu tampil terlihat rapi, maka orang berpikir kamu bisa bekerja secara profesioanl. Namun jika kamu tampil apa adanya dan tidak melihat sikon, penilaian orang terhadap mu bisa jelek juga.
Solusinya gimana? Mau belanja outfit yang lagi in juga budget gak ada. Mau nyari diskon, masih terhitung mahal dan belum tentu mendapat baju yang bagus. Kalau kamu tinggal di Surabya, ada cara yang lebih mudah agar kamu bisa tampil “in” tapi dengan budget yang sedikit. Percaya deh, hanya dengan 100k kamu sudah bisa mendapatkan atasan dan bawahan yang trendy habis. Semua itu bisa kamu dapatkan di vintage shop, atau bahasa kasarnya toko bekas.
Banyak sekali toko-toko yang menjual baju-baju bekas di Surabaya, namun populartias daerah Gembong masih nomor satu dalam hal menjual baju-baju bekas, tas bekas, sepatu bekas, yang kondisinya masih bagus dan keren.
Kemarin aku kesana dan berhasil mendapatkan kemeja Giordiano dengan harga 25k saja. Padahal kalau kamu beli baru, harganya bisa sampai 300k. Sungguh perbedaan yang mencolok kan?
Membeli baju di toko secondhand harus pandai memilih. Jika tidak, kamu hanya dapat baju luarnya saja yang bagus, namun ternyata jelek, ukurannya gak sesuai, ada noda yang tersembunyi di dalam. Intinya, jika kamu benar-benar niat untuk membeli baju atau celana secondhand, kamu harus siap belanja lama. Mencari barang yang bagus, harga sesuai dengan kualitas, dan tentunya sesuai dengan budget yang dianggarkan.
Setelah kamu dapat pakaian yang kamu inginkan, kamu harus segera mencucinya. Aku sarankan jangan dicuci di laundry. Kamu harus mencucinya memakai tangan, direndam dahulu beberapa menit memakai sabun agar kotoran yang tertumpuk di baju itu di perjalanan bisa keluar. Lebih baik lagi kalau kamu mencucinya menggunakan desinfektan juga, agar kuman-kuman atau bakteri yang ada bisa mati juga. Pokoknya kalau membeli baju secondhand yang paling penting adalah perawatan after-buy nya.
Jika perawatan afte-buy sudah, keringkan, setrika, dan pakaian yang kamu siap tampil “in” atau bergaya dengan style kamu dengan budget yang murah. Aku sarankan juga kamu jangan koar-koar kalau kamu bisa beli baju yang kamu pakai dengan harga segitu. Kamu harus pede, karena gak semua orang open minded, pasti ada juga yang berpikir bahwa kamu ini aneh. Well, saran aku sih, biarkan saja anjing menggonggong kahilaf tetap berlalu.

07 September 2013

Super Sambal Free!

What?

Traktiran gratis makan di Waroeng SS sampai puas.

Who?

Aku dengan teman-teman baik baru dari Universitas Airlangga. Ada Grendy (navigator ulung Surabaya), Ihsan (Ni anak jauh-jauh dari Banjarmasin), sama satu lagi yang gak bosen-bosen nraktir aku, Dika (Anak Bogor).

When?

Sekitar jam makan siang, Sabtu, 7 September 2013.

Where?

Waroeng Spesial Sambal (SS) Surabaya,
Jalan Merapi 12-14 Arjuna Raya, Sawahan, Surabaya.

How?

Jadi, kita-kita dapat makanan gratis dalam rangka syukuran nya Dika yang diterima di D1 STAN. Karena di seneng nih, akhrnya kita kena getahnya. Bisa makan gratis. Aku sendiri ini adalah ketiga kalinya aku ditraktir dia makan (benar-benar gak tahu malu). Tapi karena saya anak asrama (kos), maklumlah kalau sedikit kere, ada makanan gratis pasti melek nih mata.
Menurut aku, makan di SS termasuk murah sekali. Kita berempta, makan nasi 2 kali, es teh 5, jus tomat 2, jus alpukat 1, aneka sambal ada 6, telur dadar 2, ayam 2, lalapan, jamur 2, dan berbagai macam makanan yang lain hanya habis Rp. 110.000, kalau gak salah. Atau lebih murah lagi. Pokoknya berkisar 100 ribuan lah. Kalau dibandingkan dengan daerah lain, ini termasuk murah sekali.
Makanannya pun enak dan memuaskan. Bikin nagih sambal-sambalnya, meski tadi kita nggak semapt ngehabisin 2 sambal, sambal terong dan juga sambal jamur, tapi kita sukses ngehabisin banyak sambal yang lain. Lain kali kalau ada rejeki jadi pengen ke sana lagi dan makan bareng-bareng.

See the Pics









04 September 2013

Stok Perkuliahan




Hore, akhirnya kuliah! Tidak ada lagi seragam, yang ada hanyalah baju bebas rapi dan berkerah. Sesaat, saya senang dengan perubahan keadaan ini. Namun ketika saya melihat isi lemari saya, saya jadi bingung. Saya tidak punya kemeja sama sekali. Satu-satunya baju berkerah saya adalah 2 batik yang saya beli tahun lalu, 1 polo shirt seragam angkatan SA 2nd batch, dan 1 baju berkerah  dengan style sweater. Oh God! Saya harus belanja, dan memikirkan uang yang akan saya habiskan membuat saya mendesah kecewa.
Selain harus membeli baju-baju, saya juga harus membeli tas. Tas untuk kuliah ini lah yang penting. Tas ku semasa SMA sudah layak pensiun. Ada bagian dari tas saya yang sudah rusak tidak kuat menahan beban buku-buku masa SMA yang beratnya bisa mencapai 1 kilo hanya satu buku.
Akhirnya, kemarin ketika saya pulang dari Surabaya naik kereta, saya langsung menuju toko tas ketika kereta berhenti di Stasiun Kediri. Di toko tersebut saya mencoba dan mencari berbagai macam tas yang cocok. Tas merk export keren, namun harga juga keren. Tas merk bodypack harga mencekik sekali. Setelah hampir setengah jam mencari, saya bertemu dengan tas yang bagus sekali. Dari desain nya sangat professional dan saya lihat dalamnya, keren sekali dan terlihat tangguh. Tas ber-merk export ini harganya 300 ribu lebih, yang saya pikir-pikir bisa saya belikan banyak kemeja. Akhirnya saya memilih tas export yag satunya, dengan harga 239.000 rupiah. Lumayan lah, pokoknya beda hampir 100 ribu dengan tas yang saya pilih di awal tadi.
Setelah puas mendapat tas, saya memilih dompet. Sebagai seorang mahasiswa, dompet itu penting sekali. Selama 19 tahun hidup, saya belum pernah ada keinginan untuk membeli dompet, namun karena saya ingin mencoba mengelola keuangan saya dan biar tidak childish dengan membawa uang kemana-mana di kantong, saya putuskan untuk membeli dompet. Lama memilih yang hampir setengah jam sepertinya penting untuk mendapatkan desain dompet yang elegan dan murah (yang artinya harganya dibawah 100 ribu). Akhirnya saya mendapatkan dompet seharga 77 ribu.
Setelah mendapatakan tas dan dompet, saatnya berburu kemeja. Saya memutuskan untuk pergi ke slaah satu pusat perbelanjaan di Kota Kediri untuk stok kemeja. Setelah ke lanati 1 untuk menguras ATM, saya kembali dengan dompet tebal. Di lantai 2 saya segera menuju tempat diskon kemeja dengan harga 80 ribuan. Saya memutuskan untuk mencari kemeja yang elegan, rapi, dan terlihat classy, tidak norak. Mencari desain kemeja yang seperti itu ternyata juga butuh waktu. Memilih desai yang cocok, ukuran yang cocok, dan kesesuaian dengan budget yanga da di kantong. Akhirnya saya memilih kemeja motif kotak-kotak kecil dengan warna coklat muda dan kemeja warna biru tua dengan garis-garis renggang berwarna perak. Setealh itu saya mencoba mencari polo shirt, namun susah sekali mencari yang murah. Akhirnya saya putuskan untuk membeli celana santai saja. Kebetulan saya tidak memiliki celana santai. Dengan hati-hati saya memilih celana santai dengan harga 80 ribuan juga. Total membeli kemeja dan celana itu sudah Rp 247.000.
Ketika pulang di rumah, saya juga memutuskan untuk mencari celana pendek yang bagus namun murah. Dengan masuk di salah satu toko dan memilah-milah, akhirnya saya mendapatkan 2 celana yang bagus dan kelihatan berkelas dengan harga total keduanya 80 ribuan. Lalu saya tambah dengan kaos keren dengan harga 21 ribuan dan juga handuk seharga 25 ribuan. Total belanja di toko itu adalah Rp. 127.000. benar-benar harga yang pantas untuk kualitas yang sesuai.
Melihat stok perkuliahan saya yang hanya materiil, mungkin kalian tanya, bagaimana dengan ilmunya. Tenang, saya sudah mencari banyak sekali materi mengenai biomedical engineering (BME) yang kalau beli paperback harganya selalu 1 juta keatas. Semua sudah terkaver, tinggal dibaca dan dipahami saja.
Saya harus meulai berhemat nih, saya sudah menghabiskan  uang 700 ribuan di awal September ini. Bukan nya saya boros, namun karena memang saya membutuhkan barang-barang itu semua. Saya tidak punya celana pendek, andalan saya adalah sarung dan celana kain. Untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan Surabaya yang panas akhirnya saya membli itu. Semoga saya tetap digolongkan menjadi orang yang sederhana saja. Semoga juga bisa menjadi orang hemat. Karena kalau sudah salah manajemen keuangan, bisa-bisa saya kelaparan ini.

30 Agustus 2013

Asrama Lagi

Asrama Putra Universitas Airlangga (ASTRA) yang terletak di timur FPK
Sepertinya aku jatuh cinta dengan asrama lagi. Ketika diterima di Universitas Airlangga, aku sudah bidik asrama saja. Kebetulan sekali asrama mahasiswa putra dekat dengan fakultas aku (meski kalau jalan 15 menit). Ketika uang sudah ada, aku langsung saja daftar, bayar, dan pindah.
Pertama kali lihat asrama Universitas Airlangga, rasanya seperti melihat asrama lama aku di SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy), namun dengan kualitas yang lebih rendah (bukannya bermaksud menghina, namun aku hanya memamerkan fakta). Namun aku pikir lagi, ini lho sudah kuliah. Harus siap dengan berbagai situasi. Gak selamanya kan kita selalu ada di atas, sekali-kali perlu lah merasakan bagaimana di bawah itu seperti apa.
Ketika datang dulu, aku mengincar kamar 504, karena anak nya asik-asik, sesuai dengan tipe aku. Pendiam dan suka kebersihan. Akungnya, waktu daftar asrama aku ditaruh di kamar 506. Ketika masuk, aku langsung berkata dalam hati. “Alamat masuk kandang macan nih”. Karena, di kamar 506 itu diisi oleh anak-anak yang mendapat predikat cowok rame (urakan), merokok, baju dimana-mana, tapi meski begitu, mereka baik hati semua. Namun tetap saja, aku dan mereka beda values yang dianut, jadi aku menanti kesempatan untuk bisa pindah ke kamar lain.
Tidak tahu kenapa, di kamar 506 ternyata gak ada kasur. Sehingga aku gak bisa tidur disitu. Akhirnya, aku pergi ke kamar 504 dan tidur disitu. Paginya, ketika aku mengurus administrasi lagi ke Mas Agus (petugas asrama nya), aku bilang kalau pada waktu itu aku terpaksa tidur di kamar lain, karena di 506 tidak ada kasurnya. Akhirnya, aku dipindah ke kamar 504 deh, karena penghuni kamar 504 yang ke-4 gak datang-datang. Tidak tahu kenapa, mungkin dia pindah, soalnya yang asalnya di kamar 504 itu kampusnya di B, jauh banget dari kampus C.
Akhirnya, dengan senang hati aku bisa menempati kamar 504, kamar yang bersih dan memiliki penghuni yang memiiki values kayak aku. Yang artinya anaknya gak urakan, serius, menjunjung tinggi kebersihan dan kerapian (meskipun aku gak terlalu rapi). Pokoknya di kamar 504 ku betah deh, berasa kayak kamar ku yang lama di asrama SMA.

Akungnya, di Asrama Mahasiswa Putra Universitas Airlangga (Astra) itu ada banyak peraturan yang kadang-kdang memberatkan kita. Yakni harus laundry. Dari dulu aku gak terlalu suka laundry, sudah mahal kotor lagi. Ini nih yang harus disiasati. Bingung juga sebenarnya caranya gimana, namun insyaallah aku bisa nemu jalan agar laundry ku bisa bersih, meski dengan begitu aku harus kerja 2 kali. Selain laundry, masalah yang lain biasa aja kayak asrama. Jam malam, jaga kebersihan, dan sebagainya. Pokoknya bagi kamu, yang mungkin juga mahasiswa baru Universitas Airlangga yang bertempat di Kampus C, asrama ini bisa jadi pertimbangan sebelum tahun depan pindah (seperti yang insyaallah akan aku lakuin).

Menjadi Mahasiswa!

Akirnya bisa posting

Selama ini saya absen dari blog disebabkan kesibukan baru yang tak bisa ditunda dan menyita waktu saya dari pagi hingga sore. Malemnya sudah lelah sehingga tak bisa memutuskan mau gimana, jadinya tidur saja.
Ya, sekarang saya menjadi seorang mahasiswa. Kata kakak-kakak senior menjadi mahasiswa itu adalah sebuah kehormatan yang harus dipertanggung jawabkan. Karena ternyata dari sekian juta remaja di Inonesia, hanya sejumlah kecil yang menjadi mahasiswa, dan itu nggak ada 5% dari total remaja.
Selain itu, menjadi mahasiswa berarti harus siap masuk garda depan karena kita-kita ini yang akan dijadikan rakyat sebagai tumpuan untuk mengadu. Yah, pokoknya jadi mahasiswa gampang-gampang susah lah.
Susahnya ya paling-paling mengenai tanggung jawab yang lebih berat, karena kita sudah di perhitungkan sebagai orang dewasa dan kita yang akan take full of our responsibility kita. Ospek juga susah, karena dibentak-bentak oleh senior, tugas seabreg, dan juga masih banyak lagi. Namun senengnya atau kemudahan nya juga banyak. Ketemu teman baru yang asyik-asyik dan seru, dan kebebasan yang diberikan itu lho, I love it.

Pokoknya menjadi mahasiswa seru lah, terutama di permulaan ini. Namun yang pati tidak boleh terlena. Teman-teman saya yang di luar negeri semuanya berprestasi, mari buktikan bahwa yang di dalam negeri ini pun juga sanggup berprestasi.

16 Agustus 2013

Thank God


Thank God, alhamdulillah. You hear my prayer.
Thank God, thank you really. You never let down Your child.

Thank you.

"Although the world is full of suffering, it is also full of the overcoming of it."

Hellen Keller

13 Agustus 2013

Creased Brow




Memikirkan masalah kuliah benar-benar membuat kita lebih tua dengan cepat. Bagaimana tidak, selama kita belum mendapatkan kuliah, muka kita didominasi oleh ekspresi sedih dan bingung. Senyum kita turun, ada lipatan di dahi kita yang sulit menghilang, mata terlihat berair seperti meratapi sesuatu. Well, ini tidak terjadi disetiap orang. Namun setidaknya ini adalah gambaran yang tepat terhadap apa yang terjadi pada saya.
Saya tidak menyangka mencari kuliah akan sesulit ini dan quite depressing, sesuatu yang kurang saya antisipasi. Bukan bermaksud sombong atau bagaimana, namun saya menilai diri saya sebagai siswa yang bisa mendapat tempat di universitas dengan tidak terlalu sulit. Namun kenyataan tidak sejalan dengan hipotesa. Setidaknya alasannya cukup jelas.
Saya menilai diri saya sebagai siswa yang biasa-biasa saja. Secara akademis dan non akademis tidak ada sesuatu yang menonojol, setidaknya dibandingkan dengan teman-teman SMA saya yang kebanyakan A straight students dan merupakan orang-orang pekerja keras. Namun malah orang-orang biasa lah yang sering kesulitas mendapat universitas. Karena mungkin mereka terlalu datar. Kurang ada yang menonjol yang bisa membuat orang mengalihkan pandangan hanya untuk melihat seperti apa orang itu (setidaknya kalau ini terjadi di dapur admission office mereka akan tergoda untuk melihat aplikasinya). Nah, karena saya biasa saja makanya sulit mencari.
Selain itu, mungkin karena jurusan yang saya ambil termasuk favorit se-Nasional dan juga termasuk membutuhkan nilai tinggi. yakni SITH-Rekayasa ITB, Teknik Pertanian UGM, dan Teknik LIngkungan ITS. Jurusan-jurusan tersebut pastinya direbutkan oleh banyak siswa sehingga kesempatan yang saya dapat sedikit, terutama jika melawan orang-orang yang beruntung. Saya jelas kalah.
Saya bersyukur sekali bahwa UNAIR membuka pendaftaran Mandiri gel. 2 yang semoga saja bisa menjadi jalan untuk saya bisa diterima. Saya pikir saya bodoh sekali kok bisa-bisanya tidak melirik UNAIR waktu SBMPTN kemarin. Padahal UNAIR menawarkan program Tekno Biomedik yang merupakan jurusan favorit waktu kelas 2 SMA dulu. Saya mungkin terlalu dibutakan dengan ambisi sekolah di ivy league Indonesia, yakni UI, ITB, dan UGM.
Semoga saja pilihan saya di UNAIR ini diridhoi oleh Allah dan saya bsa diterima. Akhirnya, dan senyum saya yang turun nanti akhirnya bisa keatas, tersenyum bahagia karena pada akhirnya I belong to something (I hope UNAIR will claimed me).

08 Agustus 2013

Hari Raya


 Rasanya masih baru kemarin saya mencicipi puasa Ramadhan 1434 H. Eh, ternyata sekarang sudah lebaran. Saya mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1434 H, mohon maaf lahir batin. Mungkin selama saya menulis blog ini, tanpa terasa saya mencicipi kehidupan kalian, mengomentari, dan bahkan mengolok-olok. Dari hati yang paling dalam, saya mohon maaf atas kelancangan saya. Itu semua saya lakukan tanpa ada unsur kesengajaan.
Hari raya ini harus kita nikmati sebagai suatu berkah dengan bahagia. Namun sayangnya, saya kurang merasa bahagia karena di Ramadhan ini saya masih melakukan banyak kesalahan, bahkan saya tidak tahu apakah puasa saya dihitung sempurna karena kesalahan saya. Well, it’s little bit embarrassing to say I’m not well perfect moslem teenager while all my siblings are well educated in Islamic environment and really pious.
Rasanya susah meninggalkan Ramadhan. Waktu seperti berjalan dengan cepat. Namun mau bagaimana lagi, karena memang waktu berputar kan? Matahari terbit, tenggelam, bulan tidur, kemudian tersenyum malu dengan wujud bulan sabitnya kemudian bahagia bersinar dengan purnamanya. Benar-benar mengejutkan sekarang sudah lebaran.
Ramadhan tahun ini memang berat. Pertama kali sejak kelas 1 SMA saya menghabiskan puasa di rumah dan rasanya berbeda. Berbuka dan sahur terasa hambar. Di asrama saya sudah terbiasa dengan celotehan empat ratusan anak, bahkan saya sudah mulai mengembangkan defensi atas perkataan kotor teman-teman saya.
God, I miss my friends. I wish I will meet them again soon, maybe in university.
Sekali lagi, saya mengucapkan
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin”

02 Agustus 2013

Buber Part III














Oh, the Places You'll Go!


Oh, the Places You'll Go!

by Dr. Seuss


Congratulations!
Today is your day.
You're off to Great Places!
You're off and away!

You have brains in your head.
You have feet in your shoes
You can steer yourself
any direction you choose.
You're on your own.  And you know what you know.
And YOU are the guy who'll decide where to go.

You'll look up and down streets.  Look 'em over with care.
About some you will say, "I don't choose to go there."
With your head full of brains and your shoes full of feet,
you're too smart to go down any not-so-good street.

And you may not find any
you'll want to go down.
In that case, of course,
you'll head straight out of town.

It's opener there
in the wide open air.

Out there things can happen
and frequently do
to people as brainy
and footsy as you.

And when things start to happen,
don't worry.  Don't stew.
Just go right along.
You'll start happening too.

OH!
THE PLACES YOU'LL GO!

You'll be on your way up!
You'll be seeing great sights!
You'll join the high fliers
who soar to high heights.

You won't lag behind, because you'll have the speed.
You'll pass the whole gang and you'll soon take the lead.
Wherever you fly, you'll be the best of the best.
Wherever you go, you will top all the rest.

Except when you don't
Because, sometimes, you won't.

I'm sorry to say so
but, sadly, it's true
and Hang-ups
can happen to you.

You can get all hung up
in a prickle-ly perch.
And your gang will fly on.
You'll be left in a Lurch.

You'll come down from the Lurch
with an unpleasant bump.
And the chances are, then,
that you'll be in a Slump.

And when you're in a Slump,
you're not in for much fun.
Un-slumping yourself
is not easily done.

You will come to a place where the streets are not marked.
Some windows are lighted.  But mostly they're darked.
A place you could sprain both your elbow and chin!
Do you dare to stay out?  Do you dare to go in?
How much can you lose? How much can you win?

And IF you go in, should you turn left or right...
or right-and-three-quarters? Or, maybe, not quite?
Or go around back and sneak in from behind?
Simple it's not, I'm afraid you will find,
for a mind-maker-upper to make up his mind.

You can get so confused
that you'll start in to race
down long wiggled roads at a break-necking pace
and grind on for miles across weirdish wild space,
headed, I fear, toward a most useless place.
The Waiting Place...

...for people just waiting.
Waiting for a train to go
or a bus to come, or a plane to go
or the mail to come, or the rain to go
or the phone to ring, or the snow to snow
or waiting around for a Yes or a No
or waiting for their hair to grow.
Everyone is just waiting.

Waiting for the fish to bite
or waiting for wind to fly a kite
or waiting around for Friday night
or waiting, perhaps, for their Uncle Jake
or a pot to boil, or a Better Break
or a string of pearls, or a pair of pants
or a wig with curls, or Another Chance.
Everyone is just waiting.

NO!
That's not for you!

Somehow you'll escape
all that waiting and staying.
You'll find the bright places
where Boom Bands are playing.

With banner flip-flapping,
once more you'll ride high!
Ready for anything under the sky.
Ready because you're that kind of a guy!

Oh, the places you'll go! There is fun to be done!
There are points to be scored.  there are games to be won.
And the magical things you can do with that ball
will make you the winning-est winner of all.
Fame!  You'll be famous as famous can be,
with the whole wide world watching you win on TV.

Except when they don't.
Because, sometimes, they won't.

I'm afraid that some times
you'll play lonely games too.
Games you can't win
'cause you'll play against you.

All Alone!
Whether you like it or not,
Alone will be something
you'll be quite a lot.

And when you're alone, there's a very good chance
you'll meet things that scare you right out of your pants.
There are some, down the road between hither and yon,
that can scare you so much you won't want to go on.

But on you will go
though the weather be foul
On you will go
though your enemies prowl
On you will go
though the Hakken-Kraks howl
Onward up many
a frightening creek,
though your arms may get sore
and your sneakers may leak.

On and on you will hike
and I know you'll hike far
and face up to your problems
whatever they are.

You'll get mixed up, of course,
as you already know.
You'll get mixed up
with many strange birds as you go.
So be sure when you step.
Step with care and great tact
and remember that Life's
a Great Balancing Act.
Just never forget to be dexterous and deft.
And never mix up your right foot with your left.

And will you succeed?
Yes! You will, indeed!
(98 and 3/4 percent guaranteed.)

KID, YOU'LL MOVE MOUNTAINS!

So...
be your name Buxbaum or Bixby or Bray
or Mordecai Ali Van Allen O'Shea,
you're off to Great Places!
Today is your day!
Your mountain is waiting.
So...get on your way!

01 Agustus 2013

Dalam Persimpangan




Aku akan menceritakan ini dengan menghela napas panjang
Suatu waktu, bertahun-tahun kemudian
Dua jalan terpencar di sebuah hutan kekuningan
Dan aku-
Aku mengambil jalan yang paling jarang dilalui
Dan itu mengubah segalanya

Di hari Rabu yang cerah, aku duduk di bawah pohon palem dengan membaca buku The Historian yang sudah berkali-kali aku baca namun kesan misterius yang ada di dalamnya tidak menghilang. Saat itu aku sedang menunggu kedatangan university counselor sekolah aku yang ternyata datang 2 jam lebih lambat dari yang dijadwalkan. Padahal aku sudah datang sejak pukul 9 dan harus melepas janji untuk bertukar sapa dengan teman aku yang tiba-tiba datang disaat aku membutuhkan tumpangan.
Setelah aku berkeliling, duduk membaca buku, mengangumi bangunan yang diadptasi dari Arc de Triomphe Perancis, aku mulai lelah dan kembali lagi membaca buku. Sambil duduk, aku mulai mempertimbangkan keputusan yang aku buat. Apakah aku bisa berkomitmen untuk mengambil ujian SBMPTN lagi tahun depan sementara aku mengambil gap year atau apakah aku harus mengambil PTS yang jelas-jelas sudah ada dan aku tinggal mengurus adiministrasinya. Kedua keputusan tersebut menghantui aku terus, pakah benar yang aku lakukan.
Matahari tepat diatas kepala dan teman aku Ade, mulai sms. Kamu dimana?. Mereka berarti sudah dekat. Aku mulai berdiri dan stand by di parkiran SLG (Simpang Lima Gumul) untuk menunggu mereka. Ketika mobil berwarna silver mendekat dan membunyikan klaksonnya, aku tahu kalau itu mereka dan aku melambiakan tangan menyambut.
Miss Novi, university counselor tetap terlihat sama seperti terakhir aku bertemu dengan orangnya. Ade juga demikian. Setelah bertukar sapa dan kabar kami mulai berjalan menuju monument melewati jalan ruang bawah tanah sambil berbicara.
“Jadi gimana Manaf?”, Miss Novi bertanya. Aku sudah tahu kalau beliau akan bertanya mengenai universitas meskipun subjek yang ditanyakan kurang jelas.
“Aku belum diterima dimanapun, mungkin akan mengambil gap year tahun ini dan mencoba lagi tahun depan”, aku menjawab dengan sedikit malu.
Akhirnya, dengan berdiri di depan pintu masuk di jalan bawah tanah SLG, kami berbicara mengenai masa depan.
Miss Novi terus meyakinkan saya untuk mengambil PTS, jangan sampai menganggur setahun, karena bisa saja nanti kebablasan. Masalahnya semua PTS yang menerima aku ada di Jakarta, and I hate Jakarta without reasonable reason, merely by heart. Aku masih ingin ambil PTN, selain lebih murah, jurusan yang aku inginkan juga ada di PTN, tidak di PTS, yakni jurusan yang berkaitan dengan biotechnology.
Miss Novi terus meyakinkan aku, dan aku mulai goyah. PTS sounds cool after she speaks about it . namun di hatiku tetap saja rasanya masih ada yang mengganjal. Lebih baik gap year setahun daripada mengambil PTS.
Setelah berbincang selama satu jam, dan aku juga masih belum memberikan jawaban yang pasti. Aku berjanji padanya akan memberikan jawaban setelah aku memikirkan masak-masak. Aku berharap masih ada PTN yang buka pendaftaran, dan PTN itu benar-benar berkualitas.
Di akhir pertemuan, Ade menceletuk. “Sangat simbolis ya, membicarakan persimpangan masa depan di tempang yang bernama Simpang Lima Gumul”, Simpang Lima Gumul atau lebih dikenal dengan nama SLG memang sebuah monument yang menandai adanya simpang lima yang menuju beberapa daerah seperi Malang, Surabaya, dan tempat-tempat wisata di Kediri. “Mungkin 4 tahun lagi kita akan membicarakan hal yang sama di sini”, ungkap Ade penuh canda. Aku hanya mengangguk angguk. Memang benar, bisa saja 4 tahun lagi kita akan bingung mencari kerja, atau nikah. Memikirkan itu membuatku tersenyum.