11 September 2013

University Tips #2, In Style

http://beritafoto.net/berita-1555-penjualan-baju-bekas-menurun.html

Sudah jelas, kalau kamu menjadi seorang mahasiswa, gaya hidup kamu akan terpengaruh oleh orang disekeliling kamu. Apalagi setelah kamu keluar dari sekolah berasrama seperti saya. Di asrama dulu gak apa-apa memakai baju seadanya. Semuanya sudah biasa seperti keluarga sendiri. Namun ketika kamu kuliah, kamu akan semakin sadar dengan apa yang kamu pakai, bagaimana penilaian orang terhadap kamu, dan hal-hal yang kadang-kadang bisa dipikir sebagai pikiran sampah.
Nah, jika kebetulan kamu di Surabaya, yang notabene merupakan kota gede di Indonesia, gaya berpakaian mahasiswa nya pun beragam. Ada yang seadanya, ada yang selalu pengen ikut style yang ada, atau ada juga yang menciptakan gaya mereka sendiri.
Hal ini akan tambah parah ketika kamu adalah seoarng mahasiswa yang berkecimbung dalam dunia humaniora. Di dalam ini, penampilan juga penting, karena penilaian salah satu klien adalah bagaimana rekan bisnis mereka tampil. Jika kamu tampil terlihat rapi, maka orang berpikir kamu bisa bekerja secara profesioanl. Namun jika kamu tampil apa adanya dan tidak melihat sikon, penilaian orang terhadap mu bisa jelek juga.
Solusinya gimana? Mau belanja outfit yang lagi in juga budget gak ada. Mau nyari diskon, masih terhitung mahal dan belum tentu mendapat baju yang bagus. Kalau kamu tinggal di Surabya, ada cara yang lebih mudah agar kamu bisa tampil “in” tapi dengan budget yang sedikit. Percaya deh, hanya dengan 100k kamu sudah bisa mendapatkan atasan dan bawahan yang trendy habis. Semua itu bisa kamu dapatkan di vintage shop, atau bahasa kasarnya toko bekas.
Banyak sekali toko-toko yang menjual baju-baju bekas di Surabaya, namun populartias daerah Gembong masih nomor satu dalam hal menjual baju-baju bekas, tas bekas, sepatu bekas, yang kondisinya masih bagus dan keren.
Kemarin aku kesana dan berhasil mendapatkan kemeja Giordiano dengan harga 25k saja. Padahal kalau kamu beli baru, harganya bisa sampai 300k. Sungguh perbedaan yang mencolok kan?
Membeli baju di toko secondhand harus pandai memilih. Jika tidak, kamu hanya dapat baju luarnya saja yang bagus, namun ternyata jelek, ukurannya gak sesuai, ada noda yang tersembunyi di dalam. Intinya, jika kamu benar-benar niat untuk membeli baju atau celana secondhand, kamu harus siap belanja lama. Mencari barang yang bagus, harga sesuai dengan kualitas, dan tentunya sesuai dengan budget yang dianggarkan.
Setelah kamu dapat pakaian yang kamu inginkan, kamu harus segera mencucinya. Aku sarankan jangan dicuci di laundry. Kamu harus mencucinya memakai tangan, direndam dahulu beberapa menit memakai sabun agar kotoran yang tertumpuk di baju itu di perjalanan bisa keluar. Lebih baik lagi kalau kamu mencucinya menggunakan desinfektan juga, agar kuman-kuman atau bakteri yang ada bisa mati juga. Pokoknya kalau membeli baju secondhand yang paling penting adalah perawatan after-buy nya.
Jika perawatan afte-buy sudah, keringkan, setrika, dan pakaian yang kamu siap tampil “in” atau bergaya dengan style kamu dengan budget yang murah. Aku sarankan juga kamu jangan koar-koar kalau kamu bisa beli baju yang kamu pakai dengan harga segitu. Kamu harus pede, karena gak semua orang open minded, pasti ada juga yang berpikir bahwa kamu ini aneh. Well, saran aku sih, biarkan saja anjing menggonggong kahilaf tetap berlalu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar kamu mengenai apa yang aku tulis di atas. Tapi tolong jaga kesopanan ya,