30 September 2009

Diantara Bahagia dan Duka

Diantara Bahagia dan Duka


Malam semakin senyap, mengantarkanku pada keletihan yang luar biasa. Suasana hening yang diselingi suara binatang malam kian menebar kesunyian di ruang baca ini. Ufh, capek. Malam ini aku harus menyelesaikan resume bukunya Bruce Rich yang berjudul Menggadaikan Bumi. Resume ini akan menjadi bahan diskusi pada pertemuan proyek penelitianku esok lusa. Aku ingin terlelap sejenak. Kupejamkan mataku. Gelap. Setelah lima menit terpejam, tiba-tiba aku tersentak dan terbangun. Entah karena apa, aku tidak tahu.

Aku beranjak ke dapur untuk membuat kopi. Aku mengambil beberapa makanan kecil yang ada di meja makan. Beberapa saat kemudian, aku sudah kembali ke ruang baca dan menaruh bawaanku di meja baca. Ssrutt …. Kuminum kopiku. Hmm, enak. Sambil menikmati makanan kecilku, perlahan kuedarkan pandangan untuk menatap sekeliling. Rapi. Kuakui, istriku memang hebat, ia bisa menyulap ruangan ini menjadi ruang baca yang menyenangkan. Sangat inspiratif. Perfect.

Tembok warna biru laut, lampu baca bernuansa etnik dan rak buku yang tersusun rapi. Buku agama, filsafat, sastra, hukum, psikologi, sosial, ekonomi, majalah Ummi dan tabloid resep masakan, semuanya berjajar rapi. Aku jadi tersenyum geli ketika mengingat jawaban istriku, sewaktu kutanya kenapa ia sangat getol mendandani ruangan ini. Waktu itu dengan gaya layaknya seorang orator, istriku berseru dengan lantang,

“Saudara – saudara sebangsa dan setanah air, rakyat harus pintar dan gemar membaca. Terciptanya reading society adalah tanggung jawab kita bersama.. Maka dari itu, saya harus memulainya dari rumah mungil ini.” Berapi-api. Spontan aku langsung mengepalkan tangan kanan ke atas dan berteriak,

“Hidup rakyat! Merdeka!” Istriku langsung berlari ke arahku dan mendaratkan cubitan di lengan kiriku. Lalu tawa kami pun berderai. Lucu.

Aku melirik ke arah jam dinding. Pukul 22.30. Aku menghirup nafas dalam-dalam. Lega dan nyaman. Energiku pulih kembali. Bismillah, aku kembali serius di depan komputer.

Malam merangkak merayapi sepi. Udara semakin dingin dan hujan mulai turun membasahi bumi. Kota Malang semakin membuat tubuh menggigil.


* * *


Aku mengerjap-ngerjapkan mata. Pukul 06.00. Semalam seusai menulis, aku sholat malam dan sambil menunggu waktu shubuh, aku tadarus. Tanggung bila hendak tidur, jadi aku tidur setelah sholat shubuh sekalian.

Hari ini aku merasa sangat malas. Untung saja sekarang tidak ada jadwal survei ke lokasi penelitianku. Aku rindu dengan istriku. Beberapa hari ini ia harus menunggui adikku yang sedang dirawat di rumah sakit Dr. Soetomo Surabaya. Adikku mengalami gangguan pada ginjalnya. Aku juga rindu adikku. Hhh…

Aku membuka tirai jendela dengan resah. Aku melangkah menuju beranda rumah. Kuhirup udara bercampur embun pagi. Segar. Kuncup bunga mawar yang menghiasi halaman tampak begitu indah. Kicau burung yang beterbangan di atas dahan, sedikitnya mampu menentramkan batinku.

Perlahan matahari mulai menyibak kabut pagi. Dan ketika aku mendongak ke langit, kutemukan pelangi disana. Subhanalloh … Indah dan mengagumkan. Tiba-tiba aku ingat pada orang tuaku. Mereka berdua sudah kembali ke sisi-Nya. Bapak meninggal karena sakit jantung. Saat itu aku masih duduk di kelas 1 SMP. Sedangkan Ibu, beliau meninggal saat melahirkan adikku tepat 2 tahun setelah kepergian Bapak. Sepeninggal mereka berdua kami diasuh oleh keluarga terdekat kami, yaitu Pakde dan Budhe.

Tentang pelangi, aku teringat dengan perkataan Ibu. Waktu itu aku bertanya tentang arti dari namaku. Dengan lembut ibu membelai rambutku dan berkata,

Le, namamu Tejo Sukmono. Itu nama yang bagus lo, Le. Dalam bahasa Jawa, Tejo itu berarti pelangi, Sukmo berarti sukma atau jiwa dan -no adalah akhiran untuk nama orang laki-laki. Jadi arti dari namamu adalah lelaki yang berjiwa pelangi. Kamu tahu maksudnya, Le?” Aku menggeleng. Ibu tersenyum dan mencium dahiku, kemudian melanjutkan, “Le, kehidupan ini tidak selamanya bahagia. Sesekali ujian yang pahit akan hadir tanpa disangka-sangka. Dan sesuai dengan namamu, kami berharap semoga kelak kau akan selalu bisa menghadapi setiap ujian yang datang dengan sabar dan suka cita. Le, bukankah setelah hujan badai yang deras, pelangi akan menampakkan diri untuk memberikan kebahagiaan pada kita. Kamu harus selalu optimis menghadapi hidup ini, Le. Kamu sudah mengerti, Le?” Aku mengangguk dalam pelukannya. Oh …. Ibu ….

Lamunanku buyar ketika mendengar panggilan Budhe dari rumah sebelah.

Le, cepat kemari! Ayo sarapan dulu!” ajak Budhe.

Inggih, Budhe. Sekedap,” jawabku dengan halus. Selama kepergian istriku, Budhe-lah yang memasak untukku. Aku bergegas melangkah, karena perutku memang sudah meronta – ronta minta diisi. Lapar.



* * *


Pagi ini, menu sarapannya enak sekali. Ikan mujair bumbu acar. Lauk yang sangat kusuka. Kenyang. Alhamdulillah….

“ ….. …... …...” reminder di ponselku berbunyi. Dengan cepat kubaca. Ups. Aku lupa. Kupukul dahiku. Akhir – akhir ini jadwal penelitianku yang padat, sering membuatku lupa akan banyak hal. Nah, tugasku sekarang adalah membeli boneka gajah berwarna pink yang diinginkan adikku. Hari ini aku berencana untuk menjenguknya dan membawa boneka itu sebagai hadiah.

Pukul 08.30. Aku berpamitan pada Budhe untuk pergi ke toko boneka dan nanti langsung ke Surabaya. Aku mencium tangan Budhe dan mengucap salam.

“Hati-hati ya, Le” pesan Budhe. Dan akupun berlalu.



* * *


Di dalam angkutan kota, aku duduk di kursi paling belakang. Aku ingin menikmati perjalanan ini. Sudah lama aku tidak naik angkutan kota. Canggung.

Ada delapan penumpang di dalam angkutan ini. Sebagian besar dari mereka adalah pegawai pertokoan yang masuk kerja pukul 09.00. Aku jadi ingat keseharianku. Jam-jam segini biasanya aku berangkat ke kantor. Dan sebelum berangkat, istriku mempunyai kebiasaan yang unik dan aneh. Dia selalu mencium kedua sisi tangan kananku. Ketika ia mencium punggung tanganku, ia berkata,

“Dari punggung tangan ini, aku mencari ridho Allah untuk kebaikan akhiratku.” Kemudian ia mencium telapak tanganku dan berkata,

“Dan dari telapak tangan ini, aku mencari ridho Allah untuk kebaikan duniaku” ia lalu melepas tanganku dengan takzim.

Ika Dewa Nitasari itulah nama istriku. Ia lulusan Fakultas Psikologi UNAIR Surabaya. Aku meng-khitbah-nya dengan bantuan guru ngaji-ku. Ia menerima lamaranku, setelah sebelumnya aku ditolak tiga akhwat. Keluarga mereka menolakku setelah mengetahui kondisi adikku, Hesti.

Ya, Hesti adikku mengalami down syndrome semenjak lahir. Ketika lahir, ia tidak menangis sama sekali, bahkan sewaktu dipukul sekalipun. Ia hanya mengeluarkan suara ekh ekh ekh saja. Hesti tidak bisa menangis karena langit-langit mulutnya sempit dan lubang air matanya tersumbat.

Ketika melihat keadaan Hesti, aku sangat terpukul. Apa kata orang nanti. Aku punya adik yang cacat. Melihat hal ini, Pakde dan Budhe tak henti-hentinya memberi nasehat kepadaku. Mereka meyakinkan padaku bahwa semua ini adalah ujian dan amanah dari Allah yang harus selalu dijaga. Dan aku harus yakin bahwa tidak ada ujian yang melebihi kemampuan seorang hamba.

Akupun akhirnya sadar. Dan tiga tahun kemudian, aku merantau ke Jakarta untuk menyelesaikan studi S1 dan S2 - ku di FISIP UI. Sejak saat itu, adikku secara total diasuh oleh Pakde dan Budhe.

Ups, aku sudah sampai ke tujuanku. “Kiri, Pak” seruku pada Pak Sopir.



* * *

Lantai 2 Matahari Department Store ini tidak seramai hari Sabtu dan Minggu. Meski begitu, aku tetap harus mengingat-ingat toko tempat boneka yang diinginkan adikku. Aku terus melangkah memasuki mal. Aku celingak-celinguk mencari. Hhh, susah juga ternyata. Ini kali pertama aku ke mal tanpa ditemani istri.

Setelah berkeliling-keliling, akhirnya aku menemukan toko itu. Aku memasuki ruang dinding berkaca dan segera menuju ke etalase boneka. Ketika aku memilih boneka, mataku tertuju pada anak-anak kecil yang juga sedang memilih boneka. Rasa sedih perlahan menyusupi perasaanku. Pedih dan pilu.

Dua tahun sudah pernikahan kami berjalan. Aku bahagia dengan pernikahan ini. Bahkan aku sangat merasa bahagia sekali. Tapi masih ada yang kurang diantara kami. Yaitu, hadirnya anak-anak yang menjadi penyejuk hati dan bisa membuat kami tertawa.

Terkadang aku menyesali keadaan ini. Ujian ini begitu berat kurasakan. Akan tetapi rasa ini cepat-cepat kutepis sejauh mungkin. Pantaskah aku menyesalinya? Bukankah aku mempunyai seorang istri yang baik? Ya, istriku sangat baik dan ia begitu sempurna di mata hatiku. Ia menerima aku apa adanya. Ia menjelma bagai seorang ibu di saat keyatimanku. Ia adalah pemberi tempat berteduh dan tempat yang aman dari segala kekalutan dan kekecewaanku. Ia selalu berupaya memperkuat ikatan keluarga diantara kami. Ia selalu mengirim hatinya untuk menjaga aku dari murka Allah, tatkala aku tidak berada di sisinya. Hal ini ia lakukan dengan selalu menyelipkan kertas kecil yang berisi taujih singkat dalam buku agenda kerjaku. Ia melakukannya setiap hari. Tanpa rasa bosan sedikitpun. Sebagai contoh, pada pekan yang lalu, saat di kantorku ada indikasi penyelewengan dana penelitian, maka istriku memberikan kertas taujih yang isinya,


“Rasulullah telah bersabda, “Akan datang suatu masa ketika orang tidak peduli lagi dalam mengambil (memperoleh) harta apakah halal atau haram.” (Jaami’ul Ushul)

Nb : Dan tangan suamiku adalah tangan yang tidak akan pernah memegang sesuatu yang diharamkan Allah. Tangan itu adalah tangan salah satu penduduk Surga yang bahagia di akhirat nanti. Amiin

Kupejamkan mata dan ber-istighfar. Dalam hati, aku bergumam. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

“Maaf Pak, ada yang bisa saya bantu?” sapa pelayan dengan ramah. Aku tersadar dan kemudian langsung membayar ke kasir. Waktu menunjukkan pukul 10.15, aku harus segera pergi.



* * *

Sementara itu nan jauh disana, pada saat yang bersamaan, Ika sedang terburu-buru menuju apotek. Ia menebus obat untuk adik iparnya, Hesti. Ketika memasuki apotek itu, bau obat langsung menyergap hidungnya. Ia menyerahkan kertas resep, membayar dan kemudian menunggu racikan obatnya.

Ruang tunggu apotek saat itu hampir penuh. Antriannya panjang sekali. Ia mengedarkan pandangan untuk mencari tempat duduk yang nyaman. Dapat. Ia duduk disamping seorang ibu yang sedang menggendong anak perempuan. Ia meminta ijin untuk duduk di sebelah sang ibu. Ia duduk dan matanya beradu dengan mata anak kecil itu. Sepasang bola mata bulat yang menggemaskan, yang selalu membuatnya sedih. Ia terpaku. Wajahnya tiba-tiba muram.

Seketika pikirannya melayang pada suami tercinta. Ia bersyukur, dengan segala kelebihan dan kekurangannya semua ciri laki -laki yang sholeh melekat pada suaminya. Dalam pernikahannya, ia bahagia karena telah menemukan hidup yang sesungguhnya dan cinta sejati. Ia benar – benar merasa hidup. Sang suami selalu mendukung semua hal yang menghidupkan potensinya. Prinsip sang suami, cinta itu datang untuk menyatukan dua hati yang berbeda dan tidak untuk memaksakan satu keinginan atas keinginan yang lain. Itulah yang membuat dia merasa teristimewa. Karena cinta hanya untuk cinta. Cukup. Tak perlu yang lain.

Akan tetapi ada satu hal yang membuat dia merasa bersalah. Ketidakhadiran sang buah hati dalam jalinan cinta mereka, telah memberikan kesedihan yang mendalam. Ia memang terlihat selalu ceria, tapi jangan dikira bahwa semua keceriaan itu tanpa ada goresan luka.

Luka itu akan selalu menyiksa, dikala ia mendapati sang suami yang menangis dalam sholat malamnya. Apalagi, jika membaca Qur’an surat Asy-Syuura ayat 49 dan 50, yang artinya :


“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui Lagi Maha Kuasa.”


Maka, sang suami akan sangat sulit menghentikan tangisannya. Dan ia pun mendapati hatinya bagai teriris-iris oleh ribuan sembilu.

“Ya Allah, bilakah bahagia itu hadir?” bisiknya pelan hampir tak terdengar.

“Ya Allah, semua yang terjadi di bumi ini adalah atas kuasa-Mu. Semuanya, tanpa terkecuali. Bahkan setetes embun di daun-pun adalah kehendak-Mu. Apalagi, … kami.”



* * *


Kantor masih sepi. Aku datang terlalu pagi karena aku berangkat langsung dari Surabaya. Jika berangkat agak siang, aku takut terjebak macet. Hhh…, aku mendesah. Aku teringat dengan kondisi adikku. Seminggu sudah ia berada dalam perawatan medis. Tapi selama itu pula tidak ada kemajuan dalam proses pengobatannya. Para dokter sudah berusaha keras, akan tetapi hasilnya belum terlihat. Kondisi ginjalnya semakin memburuk. Kami semua sudah pasrah. Kami serahkan segalanya pada kehendak Allah.

Hari ini aku akan melakukan cek ulang pada tulisanku yang akan dijadikan sebagai bahan diskusi nanti. Kunyalakan komputer dan kucari file-ku. Bismillah ….

Dunia penelitian. Itulah dunia yang kugeluti saat ini. Dalam geografi masyarakat kita ada sebuah “komunitas kenyal” yang selalu mengambil peran signifikan, yaitu kaum akademisi. Mereka mengambil peran sebagai penyebar opini di kalangan elite struktural maupun masyarakat secara kultural. Sebagian besar masyarakat kita menilai bahwa kaum ini hanya pintar bicara tapi jauh dari tindakan nyata alias NATO (No Action Talk Only). Miris.

Aku tergerak untuk membuang mitos-mitos yang disandang oleh kaumku. Aku ingin mengkomunikasikan informasi yang khas, yaitu informasi yang selalu visioner melihat ke depan dan menyempal dari arus umum yang cenderung menyesatkan masyarakat. Dan inilah ciri yang sekaligus merupakan tanggung jawab kaum akademisi.

Penelitian ini diadakan oleh laboratorium FISIP UI bekerja sama dengan JAJAKI (Jaringan Kebijakan Publik Indonesia) dan didanai oleh The Asian Fondation. Penelitian ini menfokuskan diri untuk mengupas Rural Development Policy (Kebijakan Pembangunan Pedesaan) di Indonesia. Hipotesis penelitian menyebutkan bahwa selama ini kebijakan pembangunan pedesaan tidak fokus dan terlalu banyak yang menjadikannya sebagai proyek untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Apalagi dengan adanya otonomi daerah, maka semakin menambah jumlah elite-elite kecil yang sangat korup dan berkuasa.

Aku membuka file-ku. KP2DKRG (Kebijakan Pembangunan Pedesaan Dalam Ketidakamanan Rezim Global). Aku mulai mengurai semua ide dan gagasan-gagasanku. Tulisan pendek dengan tema di atas, sengaja kubuat untuk memikirkan kembali makna pembangunan pedesaan dan strategi pembangunan yang mendasarinya seraya menengok kegagalan-kegagalan (failures) yang pernah terjadi selama ini agar diperoleh pelajaran yang berharga.

Pembangunan pedesaan (rural development) sebagai sebuah konsep dan seperangkat metoda alternatif untuk mengorganisasikan produksi kesejahteraan dan pola pertukaran dalam kegiatan-kegiatan yang berlangsung di daerah pedesaan sebenarnya memiliki riwayat yang cukup panjang. Ia bukanlah suatu gejala yang sama sekali baru. Namun satu hal daripadanya cukup jelas bahwa pembangunan pedesaan itu bukanlah monopoli dari sistem politik manapun. Sistem politik manapun dari dulu telah terlibat dalam pembangunan pedesaan pada masyarakatnya masing-masing. Sungguhpun demikian, pembangunan pedesaan yang akhir-akhir ini sedang naik pamornya terutama disebabkan oleh gejala gagalnya strategi-strategi pembangunan yang oleh para ahli sering disebut sebagai ”bersifat teknokratis dan terlampau berorientasi pada pertumbuhan”. Strategi ini masih banyak dipraktekkan oleh negara-negara yang sedang berkembang, termasuk negara kita, Indonesia.

Naiknya Susilo Bambang Yudhoyono dan Yusuf Kalla membuat sebagian besar masyarakat menaruh harapan akan keberhasilan pemerintah dalam mengatasi krisis yang dialami bangsa ini. apalagi ketika mereka berhasil membentuk jajaran kabinet yang terdiri dari para tokoh yang bereputasi di masyarakat, keyakinan publik semakin menebal. Namun apa kenyataannya? Tidaklah menggembirakan. Terbukti sampai saat ini, kabinet masih majal dan kebijakan pembangunan pedesaan masih bersifat inkrimental. Dampak dari strategi pembangunan pedesaan pun tak bisa dielakkan. Jurang perbedaan kaya-miskin bukannya menciut, tetapi justru kian melebar, sehingga dalam masyarakat telah tercipta “pulau-pulau kemiskinan” diantara “delta-delta kemewahan” kaum elite tertentu. …………….. Kursor-ku terus bergerak.

“ …….. …… ” gerakan kursor-ku terhenti saat ponselku berdering. Dari istriku, segera ku angkat.

Assalamu’alaikum.” Ia tidak menjawab salamku, tapi kudengar di sana dia menangis.

“Mas, Hesti masuk UGD. Ia kritis. Cepatlah kemari.” Klik. Telepon terputus.

Saat itu, rasanya beribu-ribu duri tajam telah merajam-rajam tubuhku. Sedih semakin menyanyat hatiku. Akankah pertemuan kemarin menjadi senda gurau kami untuk terakhir kalinya???

Segera aku meminta ijin pada atasanku. Kuserahkan tulisanku padanya.

Aku ke rumah sakit lagi. Aku pasrah dan hanya berdoa tiada henti di sepanjang perjalanan menuju Surabaya.



* * *


Setengah berlari kumasuki lorong-lorong rumah sakit. Di luar ruangan UGD kulihat ada Pakde, Budhe dan istriku. Mereka bertiga duduk dalam diam. Kuucapkan salam dan kucium tangan Pakde dan Budhe. Aku duduk di sebelah istriku dan menggenggam tangannya erat-erat.

Pukul 11.15. Dokter Budi yang memeriksa adikku keluar dari ruang UGD dan kami langsung mendekatinya.

“Bagaimana keadaan Hesti, Dok?” aku bertanya. Ia tidak menjawab dan berkata, “Hesti ingin menemui anda semua. Silahkan masuk ke dalam.”

Kami bergegas masuk ke dalam ruangan. Tampak olehku badan Hesti yang penuh dengan alat kedokteran. Ia memberi isyarat pada kami. Aku segera menghampiri dan kugenggam erat jemarinya.

Kulihat Budhe menangis di bahu Pakde. Aku dibantu istriku membisikkan kalimat Laa ilaaha illallah di telinga Hesti. Bibirnya bergerak-gerak perlahan. Aku terus berbisik hingga istriku menyentuh pundakku dan menggelengkan kepalanya.

Kupeluk adikku sangat erat. Kulihat dan kucium wajahnya, tampak sesungging senyuman dan kedamaian disana. Tanpa kesedihan. Tanpa kelelahan.

Adzan Dzuhur membawaku kembali ke alam nyata. Istriku membimbingku untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat. Aku berdzikir sangat lama. Memohon ampunan pada Sang Maha Kuasa. Kudoakan kedua orang tuaku dan adikku. Semoga mereka bahagia di sana. Amiin



* * *


Tujuh hari kemudian. Aku melangkah lesu. Kepergian Hesti untuk selamanya telah membuatku benar-benar sedih. Aku berusaha menutup-nutupi perasaan ini, baik di depan istriku maupun di kantor. Aku berusaha dan terus mencobanya. Tapi tak bisa. Sangat sulit.

Alhamdulillah, istriku mau memahami semua kesedihanku ini. Ia tetap setia menghiburku. Seperti hari ini, aku mendapati secarik kertas kecil yang terselip di buku agenda kerjaku. Di situ tertulis dengan rapi:


“Semakin besar riak kehidupan, itu tanda bahwa kita disayang Allah.

Allah menyisipkan ujian dan duka, tak lain adalah untuk menjadikan kita lebih kuat dalam menapaki terjal dan curamnya kehidupan ini.”

Don’t be said. You always have me as a lover to share.”


Ah, istriku…… kau selalu menyejukkanku. Kau menyanjungku dengan limpahan kasih sayang. Kau buat aku merasa hebat dengan segenap ketulusan cintamu. Tak pernah kurasakan damai sedamai bersamamu. Reflek, aku mengambil pena dan menulis di balik kertas itu:


“Istri muslimah jauhkan fitnah. Patuh di rumah semai sakinah.

Lembutnya tuturmu selembut tatapanmu. Selalu berjihad tiada jemu.”


Pak Ithonk, pinjam bait nasyid-nya sebentar, ya. Tulisan ini akan kuberikan pada istriku nanti. Aku merasakan ada kekuatan yang hadir di jiwaku. Ringan tanpa beban.

Akhirnya hari ini kulalui seperti biasanya. Normal.



* * *


Sore itu, Ika merasakan pusing, mual-mual dan seluruh badannya lemas. Suaminya belum pulang. Ia mencoba bertahan. Sakit itu tak kunjung mereda. Akhirnya ia memutuskan untuk berobat ke dokter ditemani oleh Budhe.

Beberapa saat kemudian ia sampai di tempat praktek dokter Prita. Untung antriannya tidak panjang. Di dalam ruang periksa , dokter Prita mulai memeriksa dan bertanya-tanya kepadanya.

“Bu, tanggal berapakah anda terakhir datang bulan?” tanya dokter padanya.

“Tanggal 20 bulan kemarin, Bu “jawabnya sambil berpikir. Aneh, apa hubungannya sakitku dengan tanggal itu? Gumamnya dalam hati

Setelah pemeriksaan selesai, ia kembali dipersilahkan duduk oleh dokter. Ia duduk disamping Budhe yang menungguinya.

“Bu, selamat ya, sebentar lagi anda akan mendapatkan momongan” ungkap dokter Prita sambil tersenyum.

“Saya hamil, Dok? “ ia bertanya seakan tak percaya. Dokter Prita mengangguk pasti.

Alhamdulillah, ya Allah, terima kasih” serunya.

Budhe mencium keningnya dan mengucapkan selamat kepadanya.

Setelah mendengar semua nasehat dan penjelasan dokter, mereka pulang ke rumah dengan wajah bahagia. Ia meminta Budhe supaya merahasiakan berita gembira ini dari suaminya. Ia akan memberi kejutan pada suami tercintanya.


* * *


Pagi. Mendung masih menggantung. Aku bersiap untuk pergi ke kantor. Seperti biasa, aku berpamitan pada istriku. Aku melangkah. Satu, dua, tiga, empat, lima….. Tiba–tiba ia memanggil di ayunan langkahku yang ke-lima.

“Mas ada yang ketinggalan” panggilnya.

Aku berbalik dan mendapatinya sudah berada di belakangku. Aku membungkuk dihadapannya. Wangi parfumnya lebih tajam dari biasanya. Aku menatapnya dengan alis bertaut. Penuh tanda tanya. Ia meraih wajahku. Dibingkainya wajahku dengan kedua tangannya. Ia menatapku untuk beberapa saat. Kulihat wajahnya pucat dan sesekali menahan mual. Aku mulai khawatir.

“Ada apa, Dik? Kamu sakit?” tanyaku padanya.

Ia menggelengkan kepala dan berkata, “Berangkatlah.”

Kemudian aku segera berangkat, karena hari ini aku ada meeting dengan para peneliti dari JAJAKI di Surabaya. Kalau tidak cepat-cepat, aku bisa terlambat . Wah, bisa berabe.

Selama di perjalanan aku berpikir keras. Ada apa dengan istriku? Biasanya kalau dia memakai Azalea-nya lebih tajam, itu berarti ia minta sesuatu. Apa dia meminta oleh-oleh ya? Tapi kenapa dia hanya diam saja tadi pagi? Huh, bingung . Terkadang wanita memang susah untuk dimengerti.



* * *



Udara panas kota Surabaya membuatku kegerahan. Hhh……. Kuusap peluh yang menetes dengan sapu tangan. Setibanya di kantor Surabaya, aku langsung memasuki ruangan meeting. Dingin yang menyejukkan. Ruangan ini ber-AC. Diskusi belum dimulai. Aku duduk mengambil posisi yang paling nyaman.

Aku mempersiapkan semua file-ku. Aku membuka buku agenda kerjaku. Srrt … Ada surat terjatuh. Kubuka amplopnya dan kubaca. Surat itu ditujukan kepada istriku. Hasil pemeriksaan apa ini? Aku bertanya-tanya. Aku tertuju pada satu tulisan yang diberi tanda dengan tinta warna merah.



Whatttt….??? Istriku hamil???

Kubuka lagi amplop itu dan aku menemukan secarik kertas kecil yang bertuliskan:

Assalamu’alaikum, Abi…..

Alhamdulillah, sebentar lagi Mas akan menjadi seorang ayah.

Mas, tolong belikan buku-buku yang tertera di bawah ini, ya.

1. The Secret Life Of The Unborn Child : Thomas Verny

2. Babies Remember Birth : David Chamberlain

3. The Magical Child : Joseph Chilton Pierce

Thanks, ya Mas. Aku dan anakmu menunggu di rumah.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.”


Ooo, pantas saja. Ternyata ini yang dia minta. Hatiku gembira sekali dengan kejutan bahagia ini. Aku berkali-kali menyerukan tahmid dalam hati. Aku langsung bersujud syukur di hadapan Allah. Keyakinanku semakin kuat bahwa Allah tidak akan pernah memberikan ujian melebihi batas kemampuan hamba-Nya. Dan Dia adalah Maha Berkehendak atas segala sesuatu di muka bumi ini. Allahu Akbar…..

Hari ini kulewati dengan indah. Setelah meeting selesai aku langsung ke Gramedia. Alhamdulillah, buku yang di pesan istriku ada semuanya. Aku juga meminta pegawai toko untuk membungkus buku itu dengan kertas kado. Pasti ia nanti akan gembira. Istriku adalah seorang “Bukumania”. Baginya, buku seolah-olah menjadi mantra yang mampu menjelmakan nafasnya. Aku tersenyum membayangkan wajah ceria istriku. Aku pulang dengan harapan agar cepat sampai di rumah.

* * *


Pukul 20.00. Kumasuki halaman rumahku. Aku membuka daun pintu dan menutupnya kembali dengan perlahan. Saat melintasi ruang tengah kulihat istriku sedang tertidur pulas di ruang baca. Sejurus kemudian aku sudah meletakkan semua barang bawaanku dan segera membersihkan diri. Kemudian aku sholat. Aku melantunkan munajat tulus pada-Nya. Khusyu.

Setelah sujud kepada Rabb-ku, aku beranjak menemui istriku. Kuhampiri dia. Pelan aku membangunkannya,

”Dik, bangun.” Ia membuka matanya dan buru-buru bangkit untuk duduk. Ia menatapku lekat. Lekat sekali. Kilau sejuta bintang menghiasi mata coklatnya.

“Mas sudah datang ? Lama atau barusan?” tanyanya kepadaku. Aku tidak menjawab dan hanya mengangguk pelan. Aku memberikan bungkusan kado itu kepadanya.

“Ini Dik, alhamdulillah, bukunya ada semua.”

Ia menerimanya dengan kedua mata yang berbinar-binar. Ceria sekali. Itulah binar mata yang aku tidak akan pernah sanggup jika harus kehilangan pancarannya.

Makasih, Mas” bisiknya pelan.

Tiba-tiba ia menangis dan memelukku. Ia meraih tanganku dan menempelkan di perutnya. Aku diam menurut. Hatiku terbalut rasa haru.

Ia berkata, “Mas, ini amanah dari Allah untuk kita. Bantu aku untuk menjaganya.”

Aku mengganguk mantap. Kemudian aku berbisik dan berdoa dengan penuh harapan.


Ya Allah,….. karuniakanlah kepada kami, putra-putri yang sholeh dan sholehah, yang selalu taat kepada-Mu, yang selalu taat pada Rosul-Mu, yang selalu mencintai dan selalu menghormati Ibu-Bapak dan orang tua yang ada diantara mereka. Amiin.


Pada-Mu Rabbi, puji syukur kuat menghambur atas nikmat yang tiada terkira ini. Bahagia itu telah hadir diantara duka-duka yang kami lalui. Terima kasih, ya Allah. Kebahagiaan itu telah menjadi pelangi di hatiku.




* * *


Malang , 28 Mei 2006

Cunik Yupila Mahartiningsih

( nikpiha@yahoo.co.in )

Special to :

1. My beloved Brother : Jika kau masih hidup,

hari ini adalah ULTAH-mu yang ke-24.

Love U forever

2. My beloved Murobbi : Semoga Allah selalu menyayangi

dan memberikan kesabaran pada Bunda.

We will always love U



Nama Artis yang Konyol abiZzZz..........

1. Siapa nama asli Chrisye?
Krisman Rahardi.

2. Siapa nama asli Iwan Fals?
Virgiawan Listanto.

3. Siapa nama asli Sania?
Siti Tuti Susilawati Sutisna. Ada-ada aja yeee.

4. Siapa nama asli Pepeng?
Ferrasta Soebardi. Lebih keren nama aslinya yeee.

5. Siapa nama asli Dede Yusuf?
Yusuf Macan Effendi. Lho, Macan-nya ke mana?

6. Siapa nama asli Dorce Gamalama?
Ahmad Ashadi. Wuakakakakakakaaa.

7. Siapa nama asli Bimbim Slank?
Bimo Setiawan Almachzumi.

8. Siapa nama asli Dewi Persik?
Dewi Murya Agung. Lho, Persik-nya dari mana, Mbak?

9. Siapa nama asli Annisa Bahar?
Ani Setiawati. Wikikikikikikikikikik.

10. Siapa nama asli Dian Sastro?
Diandra Paramitha Sastrowardoyo. Emang aslinya sudah kereeen.

11. Siapa nama asli Ian Kasela “RADJA”?
Samijan. Busyeeeettt! Jauh amat yeeee. Kasela = Kalimantan Selatan. Wuaakakakakakaaak.

12. Siapa nama asli Tamara Bleszynski?
Tamara Nathalia Christina Mayawati Bleszynski. Yang ini sih emang keren dari
sononya.

13. Siapa nama asli Cut Memey?
Decy Meilani Susanti. Nama asli dan nama bekennya sama-sama gak komersil yeee. Gak penting banget.

14. Siapa nama asli Rhoma Irama?
Raden Haji Oma Irama. Beneran nih.

15. Siapa nama asli Mulan Kwok?
Wulansari. Huuu….

16. Siapa nama asli artis-artis tampang gaib?
Agus Hadi Sujiwo => Sujiwo Tejo. Lho?
Agung Yulianto => Ki Joko Bodo. Bodoh beneran gak ya?

17. Siapa nama asli Krisdayanti?
Kris Dayanti. Cuma beda pake spasi doang.

18. Siapa nama asli Evie Tamala?
Cucu Suryaningsih. Hihihihihihiihihihihii …, nyasar banget.

19. Siapa nama asli Wulan Guritno?
Sri Wulandari.

20. Siapa nama asli Tukul Arwana?
Rianto. Lho, kok nama bekennya jadi ikan banget yak!

21. Siapa nama asli Komeng?
Alfiansyah. Walah, ini lebih aneh lagi yak.

22. Siapa nama asli Bams Samsons?
Bambang Reguna Bukit. Om-om banget yeee.

23. Siapa nama asli Tarzan?
Toto Maryadi.

24. Siapa nama asli Titik Puspa?
Sudarwati. Hm, jadi bingung.

25. Siapa nama asli Didi Kempot?
Didi Prasetyo. Apanya yang kempot kalo gitu?

26. Siapa nama asli Jojon?
Djuhri Masdjan. Dari mana datangnya Jojon?

27. Siapa nama asli Audy Item?
Paula Allodya Item.

28. Siapa nama asli Eno Lerian?
Dwi Retno Rahastri Lerian.

29. Siapa nama asli Indro Warkop?
Indrojoyo Kusumonegoro.

30. Siapa nama asli Dewi Yull?
Raden Ajeng Dewi Pujiati.

31. Siapa nama asli Sys NS?
Mas Haryo Heroe Syswanto Ns Soerio Soebagio. Panjang sekaleee….

32. Siapa nama asli Eko Patrio?
Eko Indro Purnomo.

33. Siapa nama asli Miing Bagito?
Kang Tubagus Dedi Gumelar.

34. Siapa nama asli Tessy?
Kabul Basuki. Namanya juga pelawak.36. Siapa nama asli Inul Daratista?
Ainur Rokhimah. Lho, kok laen banget, Nul?

37. Siapa nama asli Memes?
Meidiana Maemunah.

38. Siapa nama asli Maia?
Maya Estianty.

39. Siapa nama asli Gusti Randa?
Yungki Gustiranda.

40. Siapa nama asli Nia Paramitha?
Pradnya Paramitha.

41. Siapa nama asli Amara Lingua?
Tuwuhadijatitesih Amaranggana. Weleh-weleh, nama yang lebih aneh.

42. Siapa nama asli Aming?
Aming Supriatna Sugandhi.

43. Siapa nama asli Andien?
Andini Aisyah Hariadi.

44. Siapa nama asli Adjie Massaid?
Chandra Pratomo Samiadji.

45. Siapa nama asli Della Puspita?
Nisisari Henny Puspita.

46. Siapa nama asli Dik Doang?
Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma. Oh, ningrat toh.

47. Siapa nama asli Ikke Nurjanah?
Hartini Erpi Nurjanah.

48. Siapa nama asli Yuni Shara?
Wahyu Setyaning Budi. Lho, kok kayak nama cowok?

49. Siapa nama asli Titi Kamal?
Kurniaty Kamalia.

50. Siapa nama asli Cici Tegal?
Sri Wahyuningsih.
http://krosceknews.com/images/article2/bb1_roy_martin.jpg


51. Siapa nama asli Roy Martin?
Roy Wicaksono.

52. Siapa nama asli Titi DJ?
Titi Dwijayati.

53. Siapa nama asli Nirina Zubir?
Nirina Raudatul Jannah Zubir. Ambil depan dan buntut.

54. Siapa nama asli Anya Dwinov?
Anya Dwinovita Pahlawanti. Biar dibilang Indo-Rusia gitu ya?

55. Siapa nama asli Parto Patrio?
Eddy Supono.

56. Siapa nama asli Deddy Corbuzier?
Deddy Cahyadi Sundjoyo. Corbuzier-nya apaan tuh?

57. Siapa nama asli Uut Permatasari?
Utami Suryaningsih.

58. Siapa nama asli Ria Irawan?
Chandra Ariati Dewi Irawan.

59. Siapa nama asli Iis Dahlia?
Iis Laeliyah.

60. Siapa nama asli Chicha Koeswoyo?
Mirza Riadiani. Koeswoyo jelas dari bokapnya, kalau Chicha-nya?

19 September 2009

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H

Aargh............................
Ramadhan kok pergi secepat ini???



SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H


Teman, maaf kalo Gw pernah buat lo kesel, benci, dendam 'n yang lain, tapi inilah Gw, di hari yang fitri ini, Gw cuman ingin lo semua maafin Gw, plis ya....


Maaphin ane ya friend..............

Emang Napa Kalo suka Cowok AIDS???


Judul : Marrying AIDS
Pengarang : Lia Indra Ardiana
Penerbit : Andi Publisher
Tahun Terbit : 2009
Tebal : 316
Rating : ****


Entah apa yang dipikirkan oleh Ji- Hwan, cowok ganteng asal Korea, tapi sombongnya..... ampun!. Dia bersumpah bahwa di akan menikahi siapapun cewek yang berani menyentuhnya.

Gila Kan!

Tanpa sengaja, waktu Ji- Hwan ke Surabaya bersama temannya Kwon- Woo, Ji-Hwan mengalami kecelakaan. Giginya patah. lalu dia pergi ke klinik tempat Eri praktek. Ji- Hwan nggak mau dokter cewek. Dia minta dokter cowok, tapi setelah Eri memaksa dan asal menjawab mau menikah denagn Ji- Hwan, barulah cowok itu mau.

Tanpa disangka, ternyata Ji- Hwan menganggap pertanyaan eri itu serius dan mengajaknya menikah. sontak Eri kaget?? Aneh! Dasar Cowok Aneh- aneh aja! tapiu Ji- Hwan tetap ngotot akan menikahi Eri. Apalgi, setelah Ji- Hwan mengaku kalau dia positif HIV.

Eri kaget! Emang dia ganteng, tapi kalo positif HIV???

Akhirnya Eri masuk lebih dalam dalam hidup Ji- Hwan. Dan kesalahan fatal, dia jatuh cinta pada Ji- Hwan. Apalagi, setelah tahu dia hanay dipermainkan oleh Ji- Hwan. Dan juga, Dia positif HIV. Tuhan....................... Gimana nih???



Novelnya bagus dan sanagt tidak mudah untuk ditebak gimana endingnya. seru!, tapi tetep aja ada kekurangannya kan??? terlalu banyak kebetulan. Tapi POKONYA BAGUS. KAMU WAJIB BACA!!! Dijamin seru dah!!!


16 September 2009

Ada- ada ajah..........................

Weleh weleh............... ini nih foto- foto anak- anak yang ke Bali pada action, ada yang klenger.... dan macem- macem deh pokoknya.

Jangan


Minggir nggak loe! (yg pake masker), Virus!!! virus!!! hush!!!


Serius nih ye.............., Mas.... Topinya Miring......

Penampakan, AMIQ, the ghost of IX- B


Apes..... apes.... mereka barusan aja dorong prahu, akibatnya... Hpnya temenku, Ziyda, kecemplung laut 'n rusak, kacamatanya Widi, hilang.....


Nina Bobo..... Oh.... Nina...... Bobo...... Kalo tidak bobo.....
Entar muntah Lho!!!

Pak....... setunggal ewu mawon Pak.... suwun.....

14 September 2009

PENGUMUMAN KEPADA IX-A MTsN KEDIRI 2




PENGUMUMAN


Kepada temen- temen dari IX- A MTsN Kediri 2, jangan lupa besok
Pada tanggal 26 jam 07.00 ( catet tuh!)Kita akan pergi silaturrahim ke para dewan guru dan karyawan
Sekolah kita tercinta, MTsN Kediri 2,
So, jangan sampe nggak dateng kesempatan hanya datang satu kali.....
Kapan lagi kalau nggak sekarang???

Let's join!!!

10 September 2009

Summer in Seoul


Summer In Seoul

Penulis : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia
280 halaman; 20 cm
Rating : *****








Dulu kalau aku tak begitu, kini bagaimana aku?
Dulu nkalau aku tak di situ, kini dimana aku?
Kini kalau aku begini, kelak bagaimana aku?
Kini kalau aku di sini, kelak di mana aku?

Tak tahu kelak ataupun dulu
Cuma tahu kini aku begini
Cuma tahu kini aku di sini
Dan kini aku melihatmu




Jung Tae-Woo―penyanyi muda terkenal Seoul yang muncul kembali setelah empat tahun menghindari dunia showbiz. Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai pacarku, kata Jung Tae-Woo pada gadis di hadapannya. Sandy alias Han Soon-Hee―gadis blasteran Indonesia-Korea yang sudah mengenali Jung Tae-Woo sejak awal, namun sedikit pun tidak terkesan. Sandy mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki itu, lalu berkata, "Baiklah, asalkan wajahku tidak terlihat.

Awalnya Jung Tae-Woo tidak curiga kenapa Sandy langsung menerima tawarannya. Sementara Sandy hanya bisa berharap ia tidak akan menyesali keputusannya terlibat dengan Jung Tae-Woo. Hari-hari musim panas sebagai kekasih Jung Tae-Woo dimulai. Perubahan rasa itu pun ada. Namun keduanya tidak menyadari kebenaran kisah empat tahun lalu sedang mengejar mereka.


Buku yang SUMPAH bagus banget.........
So sweet, Romantis, tapi nggak cengeng................................................
jadi bagi kamu penggila novel- novel kayak gini, buruan aja baca! dijamin seru, bagus.......... banget

dari awal hingga akhir cerita pasti kamu penasaran deh, nggak kayak novel- novel lain, novel ini nyaris sperti buku detektif, kamu harus berfikir apa ayng dilakuin oleh Sandy.

Pokoknya wajib baca deh!!!

09 September 2009

HP dilarang dibawa ke Sekolah

Alat komunikasi sekaran ini memang makin canggih. Terlebih dengan kehadiran sosok produk yang disebut handphone. Namun di balik kecanggihan alat tersebut ternyata menyimpan kemungkinan penyalahgunaan yang bisa merusak akhlak dan moral, terutama di kalangan pelaajr yang notabene adalah generasi muda penerus bangsa. Salah satunya adalah peredaran video porno di kalangan pelajar.

Sehingga berdasarkan data tersebut, pemerintah Kota Kediri melarang para pelajar di Kota Kedrii membawa HP ke sekolah. Selain itu, telah terjadi hal yang memalukan, yakni tersebarnya video porno milik yang dibuat oleh salah stu SMA negeri di Kota Kediri ini. HP yang awalnya sebagai saran komunikasi terkadang mengganggu belajar siswa. Siswa jadi tidak fokus pada pelajaran. Dan malah fokus ke HP, dikit- dikit HP, Hp lagi.

Oleh karena itu, tindakan yang diambil oleh pemerintah kota kedrii memang sanagt teapt denagn masalah yang sedang mengahangat ini.

Selain itu, solusi yang lain untuk mengahadapi degradasi moral bangasa selain dilarang membawa HP ke sekolah adaalh memanfaatkan semaksimal mungkin peranan guru BP atau BK di sekolah.

Bila dihayati dan dicermati secara seksama, bahwa guru bimbingan dan penyuluhan eksistensinya sangat diperlukan oleh para peserta didik. Apalagi ke depan permasalahan kita semakin kompleks, baik ligkup internasional, regional maupun nasional. Kini kita dalam era globalisasi, dan tetunya dampak dari semua itu akan berpengaruh terhadap perkembangan anak didik kita. Tingkat kerawanan yang menimpa anak didi perlu sekali dikawatirkan, diwaspadai, ditingkatkan dan tentunya guru bimbingan dan penyuluhan dituntut untuk harus lebih banyak tahu tentang bagaimana kondisi anak didiknya secara tepat. Guru bimbingan dan penyuluhan ikut bertanggung jawab secara moral untuk mengantisipasi agar anak didiknya tidak terbawa oleh arus dunia global yang lebih bersifat negative mengarahkan ke arah yang lebih bersifat positif dan memberikan arahan dan bekal agar anak-anak didik memiliki kekebalan terhadap berbagai macam penyakit sosial yang terus melanda dunia dan tentunya termasuk negeri juta tercinta.

08 September 2009

Hebohnya IX-A


Nih Aksi temen- temen sekelas aku yang unik waktu lomba mading antar kelas...........

HEBOH!!!!

Si Keluarga Berencana ( aaknya amsih satu sih...) Mr. ClutZ , ClutZ Kecil, 'n Mrs. ClutZ

Yang Paling barat sendiri sadar kalau di FOTO


Ni Temen- temen yang pada kondangan "amin... amin... amin..."


Gosip ato belajar neh..........................


Yo0pHa n Jayen Ngapain Tuh????



Huh.................. Suliiiit......................

LOMBA MENULIS NASIONAL REMAJA 2009

Pemilihan anggota legislatif sebagai bagian dari pemimpin bangsa baru saja usai.

Pada tanggal 8 Juli 2009 seluruh masyarakat Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih, akan kembali menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin bangsa. Bagaimana dengan hak anak? Pernahkah kita mendengar suara hati anak-anak tentang pemimpin bangsa? Adakah harapan yang diinginkannya terhadap pemegang amanat rakyat ini?

Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) bekerjasama dengan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia (KNPPRI) dan UNICEF (Lembaga Perserikatan Bangsa Bangsa yang khusus menangani masalah anak-anak) menyikapi hak anak di atas dengan menyelenggarakan Lomba Menulis Nasional untuk Remaja 2009 dengan tema “Anak dan Pemimpin Bangsa”. Lomba ini akan memperebutkan Penghargaan KNPPRI, UNICEF dan YKAI untuk Penulis Muda Indonesia.

Lomba menulis ini menjadi media bagi partisipasi anak dan mendorong semangat mereka untuk mengeluarkan pendapatnya secara aktif melalui karya tulis. Lomba ini terbuka untuk anak usia remaja di seluruh Indonesia. Dua penulis terbaik (1 kategori SMP dan 1 kategori SMA) akan menerima “Penghargaan KNPPRI, UNICEF dan YKAI untuk Penulis Muda Indonesia 2009” di Jakarta, serta dua puluh karya terbaik akan dibukukan.

§ Kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 1 Mei s/d 30 September 2009.

§ Tulisan berbentuk artikel dan harus asli. Isi sesuai dengan tema “Anak dan Pemimpin Bangsa.” Tulisan bisa menyoroti situasi anak di Indonesia, pemenuhan hak-hak anak oleh pemerintah, pelanggaran hak-hak anak, harapan terhadap pemimpin-pemimpin bangsa yang baru/akan terpilih di tingkat MPR/DPR/DPRD/Presiden, dan hal lainnya yang berkaitan dengan peran pemerintah terhadap pemenuhan hak-hak anak.

§ Panjang tulisan 4 – 7 halaman, kertas A4, huruf Arial 12 pt, dan spasi 1,5.

§ Peserta berusia 12 – 18 tahun atau masih sekolah (SMP/SMA/sederajat), menyertakan data diri : nama, keterangan sekolah/kelas dan usia (disertai fotocopi bukti diri : KTP/Kartu Pelajar) serta tuliskan alamat jelas dan nomor telepon yang dapat dihubungi.

§ Tulisan dikirim ke : Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI)Jalan Tebet Barat Dalam V/26Jakarta Selatan – 12810.

§ Tulisan (artikel) harus sudah diterima panitia paling lambat tanggal 30 September 2009 (stempel pos).

§ Hasil lomba akan diumumkan tanggal 14 November 2009 melalui www.ykai.net. Keputusan dewan juri bersifat final dan mengikat (tidak dapat diganggu gugat).

§ Penyerahan penghargaan dan hadiah menarik lainnya kepada dua penulis terbaik direncanakan pada tanggal 20 November 2009.

§ Untuk informasi selengkapnya dapat menghubungi nomor telepon:021-98292335; 021-98282905; 021-93810517, 0878-77379859 (Aya);0812-9464364 (Yuyun); 0818-660654, 021-99832967 (Susan). Fax : 021-8312694Email : lombamenulis_ykai@yahoo.com Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya dan menulisnasional_ykai@yahoo.co.id Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya Website : http://www.ykai.net

05 September 2009

RINDU SEORANG SAHABAT

Saat aku melihat wajahmu
Saat aku melihat senyumanmu
Saat aku melihat pola tingkahmu
itu yang membuatku merasa bahagia slalu

Andai kata........?
kita tak ditakdirkan untuk bersama
Aku rela........!
Asal bisa melihatmu

Dan bila kamu lebih memilih dia
Akupun juga tak apa-apa
Bila memang itu yang membuatmu bahagia
Mungkin ?
Aku adalah sahabat yang tiada artinya
yang slalu menorehkan luka dihatimu

Aku ingin kau seperti dulu
Kembali bersamaku
Mengarungi hari bersama
Di saat suka maupun duka

Kembalilah sababat ku
Aku Rindu Kebersamaan kita dulu



Dari :Sahabatmu (Nyun- SMP 3 Plosoklaten)

sori ya.... puisinya aku publikasiin nggak ijin2 kamu dulu.....

02 September 2009

Puasa, ada Coba, tapi Jangan Putus Asa


Susahnya..... Tapi Pasti ada Solusinya




Ini cerita fakta! bukan cuman cerita, karena ini terjadi di dunia nyata, and yang lebih penting lagi.... ini terjadi pada bulan puasa


Siang memanggang kulit.................
Angin terus saja terbang tanpa menghiraukan orang yang berlalu lalang, (Cie...........lebay!)
Terutama AKU! Aku harus pulang naek sepeda selama bulan puasa ini,.... karena dirumahku kan nggak ada motor, So,kepaksa deh. Itung- itung nambah pahala.
Udah puasa, pualng siang, godaan besar....... banget. Ketemu aer aja ngebayang minum gimana ya??? pasti seger
Astaghfirullah...................................

Itu masih biasa... tiba- tiba dijalan, krakh..... krakh..... apaan tuh???
ArGh.......................................... rantai sepedaku lepas..........

Gimana nih???

Gimana nih?????

Gimana.....................?????

Udah puasa, panas, ada cobaan lagi.
Tapi, aku harus bisa!, masa' benahin gitu aja nggak bisa! So, aku benahin dulu nih rantai sepedanya, aku gabungin lagi pake batu..... nyari batunya susah...................... banget. Batu itu buat ganti palu yang berfungsi untuk memukul rantainya agar gabung kembali (do you know it?) . Akhirnya dapat batu juga, terus aku pasang aku pukul- pukul tuh rante sialan..... wah................... akhirnya gabung juga, tanganku belepotan penuh oli ( nggak masalah berani kotor itu baik kan???)

Tapi, ternyata aku masangnya kebalik!!!!

Gagal nih..... gimana??? gimana???

Akhirnya aku putus dulu aja rantenya, cZ sepedaku tuh sepeda gunung, aku putus pake batu, lalu aku gabungin lagi deh. Akhirnya bisa! Alhamdulillah........
Terus aku jalan, selama ngerjain ini aku malah nggak berkeringat sama sekali tuh! Malah seger!

Kemudian... krakh................
Shit!!!!!!!!!

putus lagi......... putus lagi, cari batu lagi........... benahin lagi.................. kotor lagi......................
Akhirnya bisa, and jalan kembali.......................

Di jalan aku sholat Dhuhur dulu, biar balaknya ilang and melepas lelah.
Selama beberapa meter aman, aku mulai hati- hati ngendarainnya, lebih alus nekan pedal,.. waktu jalan naik......................................

KRAKH................... KRAKH............................
PUTUS DEH RANTAI SEPEDA GUE!

Putus lagi. Kali ini aku kesel aku biarin aja, toh udah deket ma rumah.
Akhirnya aku kesel juga, maka aku berinisiatif cari reparasi buat benahin rante sepeda sialan ini!

Aku menyingkir di sampng sawah yang sepi, lalu mulai bekerja. Pandangan heran dari orang- orang aku biarain aja! Kepakasa! Wuih.................. akhirnya selesai juga...................

Aku naiki..... lalu.......................

krakh..................

Astaghfirullah hal adzim.................. kapan cobaan ini berakhir Tuhan.....................
sudah aku putusin, aku tuntun aja nih sepeda sampe rumah alhamdulillah, ditengah jalan ketemu orang yang baik hati yang mau nganter aku sampe rumah. Awalnya sih nolak............. tapi setelah orang itu maksa, ya udah deh diterima aja, rejeki kok ditolak, tul nggak???
Akhirnya sampe rumah juga, ternyata orang itu temennya tetanggaku, aku lupa namanya, tapi terimakasih buanyak bagi orang itu, pasti pahalanya banyak, aku kan puasa, He.......He.....He...........

Pokoknya Tuhan tuh nggak kan lari deh dari kita, Cobaanku yang berat itu aja ada solusinbya, makanya bagi kalain semua! Jangan pernah pustus asa! Selalu semangat! Oke!!!

SEMANGAT DONG! MESKI PUASA, SEMANGAT NGGAK BOLEH ILANG, TUL NGGAK????

01 September 2009

Cara Belajar efektif


Belajar Efektif

1. TENTUIN WAKTU BELAJAR

Jangan belajar pada waktu orang lain istirahat!! Pakailah waktu itu buat istirahat juga. Lalu mulai belajar lagi pada saat selesai sholat shubuh, setelah tidur siang, atau setelah sholat Maghrib alias menunggu Isya..

2. KENALI PELAJARANMU

Jika pelajaranmu matematika, maka persiapkan kalkulator. Jika bahasa Inggris, maka pesiapkan kamus. Yup!! Kamu harus prepare dulu sebelum belajar..

3. NIAT

Setiap pekerjaan itu harus diawali dengan niat agar hasilnya bisa maksimal..

4. KONSENTRASI

Kemana arah mata, di situlah kita konsentrasi. Karena apa yang kamu lihat lebih cepat mesuk ke otak daripada apa yang kamu dengar. So, fokuskan mata pada pelajaran..

5. SISTEMATIS

Baca dengan urut bab-bab pelajaranmu..

6. BACA BERULANG-ULANG

Biar lebih nyantol,, baca pelajaranmu berulang-ulang..

7. RANGKUM

Bila perlu,, kamu bisa merangkumnya..

8. TANYA JAWAB SENDIRI

Buat pertanyaan,, lalu jawab pertanyaanmu itu sendiri. Hal ini sebagai akhir dari perjuanganmu. Dan untuk mengukur kemampuanmu..