11 Desember 2009

TALI PUTRI (Cuscuta sp.)

1.Sistematika

Tali putri memiliki sistematika Kingdom Plantae, Divisio Spermatophyta, Kelas Angiospermae, Subkelas Dycotiledonae, Ordo Solonales, Famili Convolvulaceae, Genus Cuscuta, Spesies Cuscuta sp. (Backer, van den Brink 1968:483) .

2. Nama

Nama sinonim tali putri adalah Cassytha capillaries F.Viil., Cassytha filiformis L.
Di Jawa, tali putri dikenal dengan nama sangga langit (Sunda), tali putri (Jawa).

3. Deskripsi

Baik pada Stachytarpheta maupun pada Barleria, khususnya yang dipakai sebagai pagar hidup, sering terdapat tali putri, Cuscuta sp., suatu tanaman berbunga (Convolvulaceace) yang bersifat sebagai parasit obligat.

a. Akar

Akar merupakan batil penghisap yang terbentuk dari epidermis batang induk dan terpenetrasi ke dalam berkas pengangkut inang dengan tekanan atau ekskresi fermentasi. Haustorium sejati baru tumbuh kemudian, berasal dari endogen kortek dari sebelah luar perisikel ( Singh, 1978). Batil penghisap mengeluarkan enzim, seperti diastase yang dapat menghidrolase tepung dan bahan potensial makanan di dalam tubuh inang ( Walker, 1950). Melalui sel transfer yang terdapat di dalam haustorium Cuscuta sp. dapat dengan mudah menyerap bahan organic dan anorganik inangnya. Menurut Walswinkoln (1978) di dalam semang terdapat sel transfer yang akan meningkatkan efisiensi dalam menyerap larutan apoplas inang.

b. Batang

Cuscuta sp. yang mempunyai batang seperti benang yang sering membentuk kumpulan kusut yang berwarna kuning atau merah jambu, membelit pada batang tanaman inang, dan membentuk alat pengisap (haustorium) yang masuk kedalam jaringan kulit maupun jaringan kayu (Semangun,1994:729).

c. Daun, Bunga, Buah dan Biji

Daun hanya dalam waktu singkat langsung berubah menjadi bentuk seperti sisik kecil ( Agrios, 1996).

Bunga kecil, tersusun seperti setukal benang kusut, banci, aktinomorf. Tajuk bunganya tumpul, seluruh tajuk bunga mempunyai panjang 2-3 mm, berwarna putih. Sisik dibawah benang sari tidak keluar dari tabung tajuk bunga. Kelopak 1,5-2 mm, bagian-bagiannya tidak saling menutupi. Kelopak terdiri atas 5 atau 4 daun, kelopak yang bebas atau berlekatan , berwarana putih atau merah jambu, berbentuk lonceng atau hampir bulat, dengan 5 atau 4 taju-taju. Benang sari 5, tangkai sari pendek tertanam pada pangkal mahkota, berseling dengan taju-taju. Di daerah benang sari terdapat sisik-sisik yang berlekuk atau berbulu mata. Bakal buah menumpang, beruang dua dengan sempurna atau tidak sempurna, masing-masing dengan 2 bakal biji. Tangkai putik 2, bebas atau berlekatan. Buahnya buah kendaga berbentuk bulat, kerung, atau bedaging, berisi 1-4 biji. Buah bergaris tengah 3-4 mm (Semangun,, 1994:729). Biji dengan lembaga yang melingkari endospermanya, lembaga tanpa daun lembaga, (Tjitrosoepomo, 2004). Berwarna abu-abu sampai coklat kemerahan. Tekstur biji kasar. Rata-rata setiap tumbuhan menghasilkan 3000 biji (Agrios, 1996).

d. Habitat dan Penyebaran

Cuscuta sp. tersebar luas dari Afrika sampai Asia, Cina Tengah dan Selatan, Jepang, sampai Asia Tenggara dan Australia Utara. Cuscuta sp. tumbuh terutama di pantai dan daerah-daerah yang langsung berada di belakang pantai, sering membentuk selimut tebal di balik belukar. Kadang-kadang, varietas ini dijumpai di darat, tetapi tidak lebih dari ketinggian diatas 600 m dpl. dan dijumpai baik pada daerah-daerah lembab dan kering. Umumnya terdapat pada tinggi 5-500 m dari permukaan air laut (Backer Bakhuizen van den Brink, 1965:485).

Parasit ini terutama dipencarkan oleh manusia sendiri, yang mengangkapnya sebagai tumbuhan yang menarik (seperti tembakau), dan tidak mengetahui bahwa sebenarnya adalah parasit. Cuscuta sp. juga dapat dipencarkan dengan bijinya.

e. Perkecambahan dan Tahap pertumbuhan

Perkecambahan biji merupakan awal kehidupan Cuscuta sp. tanah. Biji berkecambah ditanah lalu membelit tumbuhan yang sesuai yang terdapat didekatnya (Semangun,1994:748).

Biji berkecambah dari musim semi, menghasilkan tanaman muda yang hidup independen hanya sepanjang cadangan makanan di dalam biji masih ada. Tanaman muda membentuk sistem perakaran sangat pendek dan membelitkan batangnya berhubungan dengan tumbuhan hijau terdekat. Jika kontak dengan inang cocok, maka haustorium akan berpenetrasi ke dalam jaringan vibrovaskuler. Bahan makanan dan air diserap oleh haustorium dan ditransport ke batang Cuscuta s.p untuk pertumbuhan dan repruduksi. Segera setelah kontak dengan inang mapan, dasar tali putri layu dan kering sehingga kehilangan hubungan dengan tanah. Jika tidak ada inang yang cocok, akan kering dalam waktu 3-4 minggu. Cuscuta s.p dapat menjalar dari satu tumbuhan ke tumbuhan lain membentuk masa yang tidak larut dan secara gradual mengurangi pertumbuhan inang. Tumbuhan inang yang terinfeksi menjadi lemah, vigornya turun, hasil panen jelek (Grieve, 2007). Beberapa manfaat tali putri diantaranya adalah untuk pengobatan disentri, kencing manis, susah buang air besar, dan penyubur rambut.

Gambar Tali Putri


Tali Putri pada pohon jarak

Tali Putri pada Ketela Pohon

Tali Putri pada pohon jarak

Tali Putri pada pohon jarak kepyar (Ricinus communis)


Tali putri pada beluntas (Plucea indica)

3 komentar:

  1. hey,nice information
    where did you find this template ?
    I love this

    would you mind giving me the link ?
    thak you :)

    BalasHapus
  2. makasih banyak yaaa ini buat syarat mengikuti responsi ku -__-

    BalasHapus
  3. sayang nih ngga ada dapus nya :(

    BalasHapus

Silahkan beri komentar kamu mengenai apa yang aku tulis di atas. Tapi tolong jaga kesopanan ya,