04 September 2013

Stok Perkuliahan




Hore, akhirnya kuliah! Tidak ada lagi seragam, yang ada hanyalah baju bebas rapi dan berkerah. Sesaat, saya senang dengan perubahan keadaan ini. Namun ketika saya melihat isi lemari saya, saya jadi bingung. Saya tidak punya kemeja sama sekali. Satu-satunya baju berkerah saya adalah 2 batik yang saya beli tahun lalu, 1 polo shirt seragam angkatan SA 2nd batch, dan 1 baju berkerah  dengan style sweater. Oh God! Saya harus belanja, dan memikirkan uang yang akan saya habiskan membuat saya mendesah kecewa.
Selain harus membeli baju-baju, saya juga harus membeli tas. Tas untuk kuliah ini lah yang penting. Tas ku semasa SMA sudah layak pensiun. Ada bagian dari tas saya yang sudah rusak tidak kuat menahan beban buku-buku masa SMA yang beratnya bisa mencapai 1 kilo hanya satu buku.
Akhirnya, kemarin ketika saya pulang dari Surabaya naik kereta, saya langsung menuju toko tas ketika kereta berhenti di Stasiun Kediri. Di toko tersebut saya mencoba dan mencari berbagai macam tas yang cocok. Tas merk export keren, namun harga juga keren. Tas merk bodypack harga mencekik sekali. Setelah hampir setengah jam mencari, saya bertemu dengan tas yang bagus sekali. Dari desain nya sangat professional dan saya lihat dalamnya, keren sekali dan terlihat tangguh. Tas ber-merk export ini harganya 300 ribu lebih, yang saya pikir-pikir bisa saya belikan banyak kemeja. Akhirnya saya memilih tas export yag satunya, dengan harga 239.000 rupiah. Lumayan lah, pokoknya beda hampir 100 ribu dengan tas yang saya pilih di awal tadi.
Setelah puas mendapat tas, saya memilih dompet. Sebagai seorang mahasiswa, dompet itu penting sekali. Selama 19 tahun hidup, saya belum pernah ada keinginan untuk membeli dompet, namun karena saya ingin mencoba mengelola keuangan saya dan biar tidak childish dengan membawa uang kemana-mana di kantong, saya putuskan untuk membeli dompet. Lama memilih yang hampir setengah jam sepertinya penting untuk mendapatkan desain dompet yang elegan dan murah (yang artinya harganya dibawah 100 ribu). Akhirnya saya mendapatkan dompet seharga 77 ribu.
Setelah mendapatakan tas dan dompet, saatnya berburu kemeja. Saya memutuskan untuk pergi ke slaah satu pusat perbelanjaan di Kota Kediri untuk stok kemeja. Setelah ke lanati 1 untuk menguras ATM, saya kembali dengan dompet tebal. Di lantai 2 saya segera menuju tempat diskon kemeja dengan harga 80 ribuan. Saya memutuskan untuk mencari kemeja yang elegan, rapi, dan terlihat classy, tidak norak. Mencari desain kemeja yang seperti itu ternyata juga butuh waktu. Memilih desai yang cocok, ukuran yang cocok, dan kesesuaian dengan budget yanga da di kantong. Akhirnya saya memilih kemeja motif kotak-kotak kecil dengan warna coklat muda dan kemeja warna biru tua dengan garis-garis renggang berwarna perak. Setealh itu saya mencoba mencari polo shirt, namun susah sekali mencari yang murah. Akhirnya saya putuskan untuk membeli celana santai saja. Kebetulan saya tidak memiliki celana santai. Dengan hati-hati saya memilih celana santai dengan harga 80 ribuan juga. Total membeli kemeja dan celana itu sudah Rp 247.000.
Ketika pulang di rumah, saya juga memutuskan untuk mencari celana pendek yang bagus namun murah. Dengan masuk di salah satu toko dan memilah-milah, akhirnya saya mendapatkan 2 celana yang bagus dan kelihatan berkelas dengan harga total keduanya 80 ribuan. Lalu saya tambah dengan kaos keren dengan harga 21 ribuan dan juga handuk seharga 25 ribuan. Total belanja di toko itu adalah Rp. 127.000. benar-benar harga yang pantas untuk kualitas yang sesuai.
Melihat stok perkuliahan saya yang hanya materiil, mungkin kalian tanya, bagaimana dengan ilmunya. Tenang, saya sudah mencari banyak sekali materi mengenai biomedical engineering (BME) yang kalau beli paperback harganya selalu 1 juta keatas. Semua sudah terkaver, tinggal dibaca dan dipahami saja.
Saya harus meulai berhemat nih, saya sudah menghabiskan  uang 700 ribuan di awal September ini. Bukan nya saya boros, namun karena memang saya membutuhkan barang-barang itu semua. Saya tidak punya celana pendek, andalan saya adalah sarung dan celana kain. Untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan Surabaya yang panas akhirnya saya membli itu. Semoga saya tetap digolongkan menjadi orang yang sederhana saja. Semoga juga bisa menjadi orang hemat. Karena kalau sudah salah manajemen keuangan, bisa-bisa saya kelaparan ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar kamu mengenai apa yang aku tulis di atas. Tapi tolong jaga kesopanan ya,