13 April 2012

Berjuang Membuat Koran

Membuat koran sebenarnya bukanlah hal baru bagiku. Aku dan teman-teman di sekolah sudah terbiasa dengan membuat koran yang kami terbitkan secara 3 bulan-an. Koran tersebut bernama Mercusuar yang memiliki target seluruh warga masyarakat yang ingin tahu seperti apa SMAN 10 Malang itu. Namun kali ini koran yang aku buat lain. Aku membuat koran karena ingin mengikuti lomba Mini Newspaper yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Jadi mekanisme lombanya adalah kami harus membuat koran di A3 hasil wawancara, studi pustaka, maupun berbagai hal lain kecuali adalah plagiarisme. Kelompokku adalah adik kelas semua, yakni Deva dan Vivid. Aku bermaksud memilih mereka agar mereka memiliki pengalaman dalam lomba dan administratif sekolah yang rumit.
Jadilah kami mengerjakan koran kami dengan bahagia dan semangat, meski sempat tertunda. Sebenarnya ini adalah kelemahanku yang selalu memilih mengerjakan sesuatu di saat-saat terakhir. Aku ingin bisa menjadi seorang yang bisa mengerjakan sesuatu secara terencana dan disiplin. But I'm not kind of that person.
Akhirnya dihari-hari terkahir kami mengerjakan hingga larut malam, tidur jam 1, sedikit bertengkar gara-gara silang pendapat merupakan hal yang lumrah disini. Tetapi akhirnya kami bisa mengerjakannya, alhamdulillah. Kami bisa menyelesaikannya tepat waktu meski harus tersandung-sandung oleh tantangan.


-------

Air pelan-pelan terjatuh dari angkasa yang berwarna abu-abu. Empat orang yang bernama Manaf, Virgi, Karlita dan Deva tergopoh-gopoh menuju percetakan. Seskali mata mereka mengerling jalanan dan bangunan-bangunan di kiri kanan jalan.
"Lit, mau hujan nih, masih jauh ya?", tanya Manaf memandang Karlita.
"Nggak, udah deket. Nikmati aja hujannya", jawab Karlita santai.
"Enak sebenarnya kalau hujan-hujan, tapi kita kan bawa dokumen penting", Manaf berargumen. Memang benar, mereka membawa dokumen berharga yakni koran yang akan digunakan untuk lomba di FK UNAIR.
Di belakang mereka, Virgi asyik berbincang dengan Deva. Mereka masih melanjutkan perjalanan.
"Haduh, Lit laptopku bagaimana?", Virgi menatap khawatir ke laptopnya sedangkan hujan semakin besar menderap turun. Mereka berlari kecil menuju percetakan.

Tibalah mereka di Jadu (percetakan milik keluarganya Karlita, aku nggak tahu namanya bener apa nggak, lupa). Kemudian mereka segera memproses koran mereka.

_-_-_-_-_

Koranku adalah yang palin lama diproses. Bagaimana tidak? Waktu itu di print pertama kali jelek sekali kualitas gambarnya. Sangat jelek malah, tulisanku yang memang banyak bejubel dlaam ruang yang sempit. Untung saja kami diberi dummy nya (Sampel) jadi aku bisa tahu mana yang salah dan mana yang nggak. Kami pake Indesign, sayang mereka nggak punya jadi harus di export dulu ke JPG jadinya.
Akhirnya setelah itu selesailah koran yang kami buat. Masalah lain datang ketika kami harus mengirim koran tersebut ke Surabaya. datanglah pertolongan dari Mamanya Karlita yang bersedia mengantarkan kami ke JNE. Ya udah kami berangkat ke JNE memakai mobilnya beliau.
Kami cuma menghabiskan 9000 untuk pengiriman JNE. Kemudian kami mikir bagaimana caranya pulang. Akhirnya gabung deh sama teman-teman choir GBN (Gita Bahana Nusantara, paduan suara siswa/siswi Malang). Pertama kmai sempat keimpungan soalnya kami harus pergi jauh-jauh ke SMAN 8, eh mereka ternyata ada di Balai Kota. Balik lagi deh ke Balaikota sana. Kami ketemu mereka pas saat mereka selesai latihan. Seteah sholat maghrib kami naik travello balik ke asrama. Mampir dulu pergi beli nasi goreng di daerah dekat asrama. Happy, meski aku nggak beli.
Pokoknya hai itu adalah hari tersibuk dalam hari sebelum liburan sekolah. Mana aku nggak bawa uang sama sekali jadinya minjem uangnya Virgi dulu deh.

Thanks to
1. Allah SWT yang memberi kekuatan
2. Deva dan Vivid yang setia bekerja
3. Virgi dan XI IPA 4 yang bersedia meminjami aku uang
4. Karlita yang bersedia mencarikan transportasi
5. Mamanya Karlita yang telah membelikan kami makan siang dan juga mengantar kami
6. Teman-temna GBN yang bersedia memberi tebengan.
7. Pak Wawan yang mengantar kami balik ke asrama
8. Pak Gunawan yang bersedia mengantar kami ke percetakan

Terimakasih kepada sekolah guru guru yang bersedia menginjinkan kmai mengikuti lomba itu. Semoga bisa menghasilkan yang terbaik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar kamu mengenai apa yang aku tulis di atas. Tapi tolong jaga kesopanan ya,