17 Juli 2012

Memoar 17 Juli


Memoar 17 juli


Saat itu lampu gemerlap dan flash mengilap disetiap penjuru. 210 anak memenuhi panggung megah untuk mengucap janji. Siapa tahu, ternyata panggung yang dulunya kecil tersebut sekarang membesar menjadi panggung kehidupan yang tak terbatas pada Tlogowaru dan Sawojajar, tapi mulai merambah ke Jawa Timur, Jakarta, Indonesia, Turki, Georgia, Jepang, dan USA. Panggung yang dulunya hanya berwarna merah marun dan emas itu kini merambah jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.
Anak-anak yang dulunya hanya tahu apa itu satu dua tiga empat, kini mulai bisa menganalisis tabel kebenaran, mencicipi rumitnya algoritma kehidupan, mereduksi keburukan dan menambah ion-ion kebaikan.
Anak-anak yang berpamitan pada orangtua mereka pada 17 Juli itu telah mencicipi apa itu kegelapan hingga berjuang merangkak menuju cahaya. Anak-anak yang dulunya datang dan bingung saling sapa mencari teman, kini telah menjadi keluarga. Tertawa bersama, menangis bersama, berjuang bersama. Anak-anak yang dulunya kecil kini mulai tumbuh dewasa.
Mereka yang seharusnya terbang itu malah memilih untuk berjalan. Beberapa bahkan malas untuk bergerak dan menangis seperti bayi. Beberapa mencoba, tetapi jatuh kalah diangkasa. Beberapa sukses, namun lupa pada temannya. Tetapi tidak lagi. Anak-anak yang telah dihina bersama, didiskriminasi bersama, dibanding-bandingkan, kini mulai bangkit. Bersama-sama bisa. Meski ada yang pergi dan tak kembali, tapi keyakinan ada bahwa mereka bisa bertemu lagi suatu hari nanti.
Mereka yang dulunya tak tahu kalau mereka punya sayap itu mulai menyadari, dan belajar untuk mengepak-ngepakkannya diangkasa. Yang menangis mulai mandiri, yang jatuh, belajar lagi dan lagi hingga mengangkasa. Yang telah terbang tinggi rela turun demi menolong yang sendiri dibawah sepi.
Memang tinggal menghitung hari lagi mereka akan menghadapi akhir. Mereka baru bangkit hari ini. Tetapi, tidak ada kata terlambat. Selama mengepakkan sayap bersama, mereka bisa. Sayap yang dulunya lemah dan rapuh itu mulai menguat dan kokoh diangkasa. Jangan heran, pada saat 17 Juli engkau akan lihat ratusan burung mengepak-ngepakkan sayap lebarnya di angkasa dengan bangga. Karena aku, kamu, kita yakin. KITA BISA! Karena kita akan membuktikan kepada mereka yang memandang sebelah mata, bahwa kita berharga.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar kamu mengenai apa yang aku tulis di atas. Tapi tolong jaga kesopanan ya,