21 Agustus 2012

Lebaran Tri Mas Ketir



Ketika laki-laki duduk di dikursi merah. Didepannya duduk orang yang lebih tua sambil sekali-sekali mempersilahkan ketiga anak muda tersebut untuk mengambil jajan yang ada di atas meja di depan mereka.
Ketiga anak muda tersebut berbisi-bisik dan saling sikut.
“Lo aja, ..”
“Jangan gua, gua gak terlalu kenal sama yang punya rumah, lo aja”
“Lha.. kok gua lagi, jangan lah”.
***
Begitulah yang terjadi antara aku dan temen-temenku saat lebaran ini. Aku menghabiskan waktuku bersilaturahmi bersama dua teman sahabat karib dari desaku. Ilham dan Vithon. Kami bertiga dulu sering menghabiskan waktu bermain bersama seperti perang-perangan dan beraneka macam permainan tradisional yang lain. Satu-satunya permainan yang tidak pernah aku ikuti dengan antusias adalah sepak bola (yeah, because I don’t know anything about kicking a ball).
Ilham dan Vithon sudah banyak berubah sejak kami bertiga berpisah untuk menempuh studi SMA kami. Ilham di SMK Al-Huda Kediri, Vithon di SMKN 1Kediri, dan aku di SMAN 10 Malang. Mereka yang dulu ketika aku pergi masih seperti anak-anak, begitu juga aku. Sekarang sudah mulai besar. Mereka bahkan lebih tinggi dari aku. Vithon malah sudah punya kumis, meski masih sedikit.
Ilham dari dulu kurus kering, ditambah tinggi badan yang lumayan membuatnya semakin kelihatan tinggi dan kurus. Sekarang dia lebih pendiam. Ketika kami bersilaturahmi di rumah-rumah tetangga kami, dia lebih banyak diam. Diam benar-benar diam, tak menyentuh makanan ringan yang ada di depan meja, hanya menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemilik rumah.
Beda lagi dengan Vithon. Vithon yang dari dulu selalu rame tambah rame lagi sekarang. Meski sudah gede, dia lebih kayak anak-anak dibandingkan denganku. Padahal ayahnya lebih pendiam. Mungkin sifat ramenya turun dari Ibunya, meski secara physically dia lebih kayak ayahnya. Anak ini benar-benar humoris. Humor yang keluar dari dia adalah jenis humor yang free dari kekerasan dan kata-kata kotor. Pembicaraan yang biasa saja bisa berumah jadi tawa jika berhdapan dengan dia.
Begitulah teman-temanku yang sudah aku kenla sejak  aku kecil. Lebaran ini mungkin adalah lebaran terakhir aku bisa menghabiskan waktu dengan mereka. Sejak aku harus menempuh cita-cita diluar, jadi kesempatan menjalasni lebaran ala tri mas ketir ya lebaran tahun 2012 atau 1433 H ini. Pokonya lebaran bersama mereka selalu seru dan nggak boring. Meski aku yang dijadikan umpan untuk pamit dan sebagainya, tapi at least itu adalah hal yang bisa aku lakukan sebelum kami berpisah secara geografis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar kamu mengenai apa yang aku tulis di atas. Tapi tolong jaga kesopanan ya,