19 Agustus 2012

ENALI DIRIMU, MAKA KAU AKAN MENEMUKAN TAKDIRMU


KENALI DIRIMU, MAKA KAU AKAN MENEMUKAN TAKDIRMU

Tahu takdir masing-masing merupakan dambaan setiap insane di bumi ini. Betulkan? Kita selalu ingin mengetahui apa takdir kia, apa pekerjaan kita nanti, apa yang cocok untuk saya, jika aku nanti mau ngambil jurusan ini apakah nanti aku akan berhasil, jika aku menikah dengan wnaita ini apakah aku akan bahagia dan langgeng nantinya. Manusia selalu memimpikan bisa meprediksikan masa depan. Maka tak heran kalau banyak sekali majalah-majalah dan servis-servis ramalan dari berbagai media laris manis dikonsumsi.
Sudah bukan rahasia umum kalau kita selalu tertarik dengan hal-hal tersebut. Tetapi pertanyaannya adalah kenapa kita tertarik untuk mengetahui apa takdir kita? Benarkah takdir itu ada? Apakah kita manusia bisa merubah takdir kita? Apakah mungkin melihat masa depan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan umum yang sering kita ajukan, bahkan ada lebih banyak pertanyaan lain lagi yang berhubungan dengan takdir.
Membahas takdir itu tak akan ada habisnya. Bagaimana bisa habis kalau setiap manusia memiliki takdir yang bermacam-macam dan ada begitu banyak manusia. Pokoknya selama manusia masih ada, maka pembahasan takdir tidak akan pernah berhenti. Jawabannya simple sekali kenapa kok bisa begitu, karena manusialah makhluk yang bisa berfikir. Jika kita bukan manusia, maka kita nggak perlu mikir yang namnaya takdir. Betul?
Manusia tertarik untuk mengetahui takdir karena manusia ingin tahu dan ingin bisa merubah takdir tersebut kalau takdir yang digariskan kepada kita itu tidak sesuai dengan keinginan kita. Jika takdirmu hanya menjadi seorang buruh tani, apakah kamu mau menerimanya begitu saja? Pasti banyak yang nggak pingin menjadi seperti itu. Dia pasti pingin menjadi seseorang yang lebih seperti guru mungkin? Atau kalau bisa lebih tinggi lagi jabatannya.
Jika kita sudah tahu apa takdir kita, seumpama aku tahu akalau nantinya aku akan memimpin perusahan multinasional yang bergerak dalam bidang biotekhnologi aku pastinya akan bersyukur sekali diberi takdir seperti itu. Jika aku orangnya malas, bisa saja aku bertindak seperti ini. Aku nggak melakukan apapun. Aku akan berhenti belajar dan tinggal di rumah menanti kejadian tersebut ada. Atau aku juga bisa bertindak sebaliknya, aku mulai belajar mengenai bioteknologi dan memperluas relasi untuk mempersiapkan perusahaan yang nantinya akan aku pimin tersebut.
Kedua tindakan tersebut sangat mungkin akan dilakukan olehku. Tergantung dari kepercayaan yang dianut olehku. Dari sudut pandang pribadi, aku akan memilih opsi kedua tersebut sebagai opsi yang paling the best dan berkesempatan terwujud 100%. Sedangkan opsi pertama opsi terwujudnya nggak ada 50%. Kenapa aku kok nggak menyalahkan opsi pertama? Karena aku sendiri juga nggka tahu apakah tindakanku pada opsi pertama tersebut berhasil atau nggak.
Dari situ muncul pertanyaan apakah takdir itu ada? Aku jawab, YA, TKADIR ITU ADA. Selalu ada yang menggerakkan kita di dunia ini. Selalu ada, tetapi bukan berarti kita ini boneka. Karena aku beragama Islam, aku yakin sekali bahwasetiap tindakan kita ini ada yang menggerakkan dan takdir kita itu sudah ada yang menggariskan. Aku memiliki teori tentang takdir manusia yang aku hubungkan dengan yang namanya kromosom manusia. Tetapi disini aku akan menjelaskan secara singkat saja teoriku itu.
Takdir manusia, dalam kepercayaan Islam sudah tertulis dalam Lauhul Mahfudz, semacam kitab yang mencatat apa-apa yang akan terjadi pada manusia itu. Didalam tubuh manusia, kita mengenal adanya gen didalam kromoson yang membentuk sifat-sifat yang dapat dilihat oleh kita. Rambut hitam, kulit sawo matang, hidung mancung, merupakan ekspresi dari gen tersebut. Bahkan penyakit-penyakit sudah tercatat dalam gen.
Jika kamu pernah membaca buku yang berjudul Genom, kamu akan tahu banyak mengenai gen dan pengaruhnya terhadap tubuh kita. Di dalam kromosom kita sudah tertulis jutaan gen pembentuk diri kita yang menentukan seperti apa kita ini. Takdir pun juga seperti itu, takdir itu juga tertulis seperti gen yang menentukan seperti apa masa depan kita nanti.
Gen pada hakikatnya tidak bisa dirubah, namun bisa terpengaruh oleh lingkungan. Aku pernah membaca disitu kalau kita mempengaruhi gen kita, kita bisa merubah penampilan kita. Tetapi perubahan yang saya maksud tersebut ada batas maksimal sesuai gen yang ada. Jika tidak, maka gagal. Ambil contoh, tinggi badan. Tinggi badan dipengaruhi oleh dua factor. Lingkungan dan gen. kalau kamu tinggal di temapt yang kurang asupan gizinya, kamu bisa saja pendek meski genmu aslinya tinggi. Kamu bisa juga memiliki gen pendek tetapi kamu lebih tinggi daripada orangtuamu (sudah lumrah kalau tinggi kita biasanya sama dengan orang tua kita. Jika ingin tahu lebih lanjut, belajar saja biologi). Tetapi setinggi-tingginya kamu, jika kamu memiliki gen pendek, tinggimu tidak akan lebih daripada temanmu yang Bergen tinggi dan mendapat asupan gizi yang baik yang otomatis memaksimalkan ekspresi dari gen tersebut.
Begitu pula dengan takdir. Aku percaya bahwa takdir itu ada dan mengikat seperti gen. Namun kita wajib berusaha untuk mewujudkan agar takdir tersebut bisa menjadi kenyataan (seperti gen tinggi, kalau tidak diberi supan gizi yang baik maka juga tidak akan menjadi tinggi maksimal secara genetis). Takdir tersebut juga bisa berubah, tetapi merubah takdir tidak semudah yang kita kira lho. Seperti merubah genetis, kebanyakn perubahan tersebut malah karena terjadi kecelakaan (seperti sel kanker pada manusia). Tetapi ternyata jika kita berkaca dengan gen, maka takdir tersebut bisa berubah. Tetapi maksimal seperti apa yang tertulis dalam gen tersebut. Tetapi mungkin juga ada gen-gen lain yang membantu perubahan tersebut.
Intinya, takdir itu ada. Namun kita wajib berusaha untuk mewujudkannya. Semuanya itu mungkin, tetapi semuanya tergantung pada diri kita. Didalam gen semuanya itu mungkin. Semuanya ada gen-gen pemicu yang tertidur. Didalam tubuhku dan tubuhmu ada gen-gen pemicu kanker dan diabetes dan bermacam penyakit lainnya. Tetapi kadarnya berbeda. Kalau tidak diaktifkan, maka juga tidak akan terwujud, tetapi kalau diaktifkan ya tamatlah kita. Itu juga berfungsi seperti gen.
Itu adalah teoriku mengenai takdir ketika dikaitkan dengan genetic pada manusia. Lain kali aku akan mencoba menjelaskannya secara lebih detail.
Kini kita sampai pada pertanyaan terakhir, bisakah kita melihat masa depan, atau dengan kata lain mengetahui takdir kita. Mungkin saja, tetapi bukan lewat kartu-kartu tarot, bintang, maupun media yang lain. Kalau lewat tersebut mungkin saja itu dibisikkan oleh setan dank arena kebetulan. Tetapi KUNCI TAKDIR KITA ADALAH KITA SENDIRI. Jika kita mampu memahami diri kita, maka kita akan tahu apa yang sebenarnya kita inginkan adan keinginan tersebut cocok dengan kemampuan kita.
Jika kita tahu apa yang cocok dengan kita, maka kita akan tergerak untuk mengikuti kata-kata tersebut kan? Itulah suara Tuhan yang menuntun kita. Tuhan itu ada dimana-mana. Jika kita bisa memahami diri kita, kita nggak perlu ramalan, karena sebenarnya diri kita itu tahu di bidang apa kita nanti bisa berhasil nantinya. Diri kita itu tahu, jika kita membiarkan diri kita memahami jiwa kita, aku yakin takdir akan tersibak didalam diri kita, meunjukkan apa jalan yang hasru diambil.
Oke, tulisan ini rasanya teralalu panjang. Lain kali aku kana mencoba untuk mendeskripsikan dengan lebih jelas kepada kamu jika kamu punya pertanyaan atau sanggahan. Kamu mungkin juga pengen membantu aku menyempurnakan teori hubungan genetik dan takdir pada manusia. Aku sedikit bingung menjelaskannya, tetapi pokoknya takdir manusia itu bekerja seperti gen yang ada pada diri kita. (naf)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar kamu mengenai apa yang aku tulis di atas. Tapi tolong jaga kesopanan ya,