28 Maret 2012

Shopping Universities





Pertama kali melihat surat yang menyatakan bahwa aku akan berangkat ke Surabaya untuk melihat USA Education Fair aku sangat senang. Senang karena bisa memiliki kesempatan untuk melihat lihat seperti apakah pendidikan di USA, terutama pendidikan universitas mereka. Maka ditetapkanlah sekitar hampir 30 anak untuk berangkat ke Suarabaya pada Selasa, 27 Maret 2012. I just remember the 11 grader, they are Virgi, Wafa, Sakha, Jaya, Me (Manaf), Karlita, Sharien, Intan Eki or we called her Memes, Winda (my classmate), Kajol (Actually this is not her real name), Nain, Mutia, and ... i forgot (may be i can added it later).
Ketika matahari tepat diatas, kami berkumpul di depan lobby sekolah. Pada saat ini ada insiden kecil, yakni ada dua orang yang secara mendadak berhalangan hadir karena masih ada di asrama. Mereka adalah Audianda dan Mbak Ulfa. Sayang sekali padahal kami sudah kehilangan Aji yang tidak ikut karena ikut lomba volley. Tapi mau bagaimana lagi. Kami harus mengejar waktu.


Dengan diketuai oleh Mas Galih, kita berangkat dengan kotak yang berisi kue ditangan. Kami berfikir bahwa kami akan naik bus sekolah kami yang bagus, tapi sayangnya tidak ber-AC. Ternyata tidak! Kami naik bus dengan plat mobil yang berawal dengan huruf CC. Katanya sih itu mobil konsulat. Ya Alhamdulillah saja bagi kami. Apalagi menemukan fakta bahwa bus tersebut meski kecil tapi sangat luas dan nyaman.
Sepanjang perjalanan, kami berbincang-bincang mengenai apa yang akan kami lakukan disana. Tentunya kmai punya misi yang berbeda. Jika kelas 11 punya misi untuk mengorek informasi di sana, tidak bagi kelas 12. Mereka bebas berjalan-jalan dan bertanya-tanya mengenai kehidupan kampus di universitas yang telah menerima mereka sebagai mahasiswa. Great!. Karena kelas 12 belum makan siang, mereka makan siang di dalam bus. Suara riuh rendah orang membagikan makanan terdengar di dalam bus. Apalagi ditambah kenyataan bahwa tidak ada sendok di dalamnya. Setelah bertanya kesana kemari ke kelas 11, akhirnya beberapa dari mereka pun dapat sendok (karena kelas 11 memiliki jatah nasi kotak dari sekolah). Bau sedap masakan segera tercium, aku hanya tahu kalau menunya adalah ayam.
Setelah itu suasana di dalam bus hening. Banyak anak yang membawa mp3 atau Hp mereka, karena disepanjang perjalanan banyak anak yang mendengarkan musik. Kalau tidak begitu tidur atau bincang-bincang pelan dengan teman sebangku.
Hal aneh terjadi waktu kami sampai di Sidoarjo. Sang Supir sepertinya lupa membawa uang untuk membeli bbm. Akhitnya dengan wajah yang aku tafsirkan sebagai campuran rasa malu dan sungkan, dia meminjam uang kepada Mas Timmy senilai 50.000. Kami yang melihat hanya berbisik-bisik sebentar kemudian kami menyadari hal itu penting dilakukan kalau kita tidak ingin berhenti ditengah jalan karena kehabisan bensin. Anehnya lagi, SPBU tempat kmai berhenti di Sidoarjo sana terlalu mengerikan. Sungguh tidak layak untuk dijadikan sebagai SPHU. Lebih tepat seperti SPBU berhantu atau apalah.
Kami mulai mendekati Surabaya. Sang Supir mulai mendengarkan radio Suara Surabaya disepanjanang perjalanan untuk memantau kepadatan lalu lintas di Surabaya. Mana yang lebih baik jangan dilewati karena macet dan mana yang tidak. Aku pun menyimak berita yang disampaikan. Kebanyakan hanya berita mengenai demo kenaikan BBM.
Kurang dari pukul 15.00 WIB, kmai sudah sampai di Sheraton hotel. Tak bisa aku pungkiri, hotel ini termasuk hotel yang cool. Apalagi di depan hotel kita sudah bisa melihat gerai Louis Vuitton, sebuah brand ternama di dunia yang harganya mencapai jutaan.
Setelah melewati detektor metal yang ada di pintu masuk, aku melihat-lihat interior hotel tersebut. Keren untuk ukuran di Indonesia. Apalagi nuansa klasik dan mewah sangat terasa di dalamnya.
Setelah sampai di dalam ternyata acaranya belum dimulai. Masih ada presentasi mengenai pendiidkan di USA, visa, dan lain sebagainya. Kami memutuskan untuk register terlebih dahulu di stand yang didirikan AMINEF untuk mendapatkan tas dan booklet info mengenai kuliah di USA.
Sambil menunggu acara dimulai, aku dan teman-teman kelas 11 memutuskan untuk merancang pertanyaan yang akan kami ajukan dalam exhibition nanti. Setelah puas dan siap dengan pertanyaan, aku berpencar dan bertanya-tanya mengenai SAT, TOEFL, kepada kakak kelasku. Mereka menyarankan untuk segera belajar untuk memperoleh skor maksimal yang dibutuhkan bagi universitas top di Amerika. Ketika aku berbalik, aku melihat temen-temen cewek berkumpul dan berjalan pelan keluar dari kerumunan. Ternyata mereka mau mencari tempat untuk sholat 'ashar. Karena memang ini sudah waktunya untuk sholat 'ashar. Setelah bertanya kepada petugas, kami tahu bahwa letak tempat sholat ada di Ground Floor. Serentak kami bersama-sama kesana naik lift. Aku membayangkan tempat sholatnya akan sempit dan sedikit kusam seperti yang pernah aku dapati di UPH. Tapi ternyata tidak. Tempat sholatnya cukup luas dan sangat bersih meski ada di Ground Floor. Kakak kelasku menyeletuk, "Nggak heran, ini kan hotel bagus". Aku menganggukinya di dalam hati.
Setelah sholat kami bergegas menuju lantai atas lagi untuk melihat pameran. Sesampainya diatas, ternyata sudah banyak mahasiswa dan pelajar-pelajar lain berkumpul di depan pintu hall yang akan dipakai untuk pameran.

Karena aku dapat bagian untuk mencari informasi mengenai Northern Arizona Univeristy, Northern Michigan Univeristy dan Tulane Univeristy jadi aku bergegas mencari universitas-universitas tersebut disana. Ternyata mereka semua berdampingan, jadi sangat mudah untuk mencari mereka.
Stan yang pertama aku kunjungi adalah Northern Arizona University. Aku bertemu dengan Mrs. Nancy yang sangat baik sekali. Kami berbicara banyak mengenai bagaimana Northern Arizona Univeristy itu dan aku rasa tempatnya sangat indah dan nyaman. Suhu terendahnya adalah 5' C pada musim dingin dan disana itu dry. Tidak seperti negara-negara bagian lain yang lembab, disana cukup kering sehingga malah menambah keindahan. Mrs. Nancy juga bercerita banyak mengenai kemanan disana. Dia pernah berjalan sendirian pada waktu malam dan tidak ada apa-apa, semuanya aman-aman saja. Apalagi ada scholarship yang langsung bisa kita dapatkan jika kita sudah diterima disana. Bagusnya lagi, disana tidak membutuhkan SAT seperti univeritas yang lain. Yang penting hanyalah TOEFL IBT nya min. 70 kalau PBT kalau tidak salah 425. Mudah kan?
Setelah itu aku pergi ke Northern Michigan Univeristy, aku disini bertemu dengan Ms. Miriam. Orangnya sangat ramah dan enak sekali untuk diajak bicara mengenai universitas nya. Sama dengan Northern Arizona Univerity, mereka juga tidak membutuhkan SAT, tetapi TOEFL IBT nya yang penting. TOEFL IBT untuk undergraduate adalah 61.
Yang menjadi misi terakhirku adalah Tulane University. Tapi sayangnya, orang yang jaga, Mr. Jeff spesialis di Graduate study jadi waktu aku tanya ke orangnya, dia cuma menjawab "you can see in our website". Jawaban yang diplomatis sekali menurutku dan aku pikir orangnya itu lelah karena banyak orang yang bertanya mengenai hal tersebut berkali-kali. Jadi daripada bad mood nggak berhasil aku pergi jalan-jalan ke banyak stan, melihat-lihat. Pergi ke stannya AMINEF, College Board, Truman University, terus taking photos and many more. It was fun! Aku jadi bingung mau mengambil jurnalism atau biotechnology atau biomedical engineering. Tapi aku masih punya banyak waktu untuk berfikir dan berkonsultasi dengan guru dan banyak orang.
Tanpa sadar, It's time to go back to our lovely dormitory in Malang. Jadi pada pukul 18.00 kami buru-buru kembali ke bus. Mengambil beberapa foto secara cepat dan berjalan cepat-cepat. Perjalanan pulang pun dimulai.
Di dalam bus, kami makam malam dengan menu dari McDonald. Mas Timmy bilang "Tahu nggak rek, McDonald di Indonesia merupakan satu-satunya McDonald di dunia yang menyajikan menunya dengan nasi". Tapi memang bener sih, orang Indonesia kalau belum makan nasi bukan makan namanya. Di bus inilah aku pertama kali makan nasi tanpa cuci tangan. Akibtanya? Perutkua sakit sampai sekarang (waktu aku nulis ini).






Hal seru di bus pun di mulai. Kakak kelas mulai bercerita mengenai horor. Kami semua menoleh ke dia untuk mendengarkan. Cerita pertama dimulai dengan maraknya bus hantu yang mencari penumpang yang kesusahan. Tapi positifnya adalah cepat sampai di tujuan. Setelah itu, muncul banyak sekali cerita mengenai hantu terutama di asrama kami yang lama di Unibraw. Tak henti-hentinya cerita mengalir, mulai dari penampakan lah, suara-suara aneh waktu malam, suara perempuan menangis di dalam lemari, rambut di kasur, lampu yang padam nyala sendiri. Yang paling parah adalah cerita dari Sakha yang pertama dia nggap keliru gedung. Tetapi ternyata malah ketemu dengan hantu bahkan semapt bersalaman dengan dia yang Sakha dan temannya kira sebagai manusia biasa. Tetapi hal itu baru terungkap beberapa minggu kemudian.
Kami serentah bersyukur kmai sudah pindah ke Tlogowaru. Meskipun tidak aman sepenuhnya juga, tetapi setidaknya di Tlogowaru hantu-hantunya nggak terlalu mengganggu siswa seperti di UB. Akhirnya semuanya diam dan tidur. Bus terus berjalan menuju asrama. Ketika kau terbangun, kami ternyata sudah sampai di Tlogowaru. Menatap cahaya hangat yang menyapa dari jendela-jendala kamar yang terbuka membuat aku ingin segera kembali ke kamarku, mandi dan tidur. Satu hal yang tidak akan aku lupakan ialah bahwa aku harus segera belajar agar bisa diterima di US University. Selain itu, aku juga harus rajin-rajin berdoa dan keep contact dengan mereka. (naf)







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar kamu mengenai apa yang aku tulis di atas. Tapi tolong jaga kesopanan ya,