16 Januari 2014

Menjelajah Kelud





Mendung menggantung di langit Kediri ketika dua teman baik saya muncul di depan rumah saya. Sebenarnya mereka sudah konfirmasi kalau mereka akan datang berkunjung, mumpung liburan alasannya. Namun melihat mereka dalam keadaan real membuat sya tersenyum.
“Hai Jayen, Ivan, gimana kabarnya?”, Aku datang mendekati mereka yang sedang parkir dan menyalami tangan mereka.
“Baik”, Jawab mereka berdua kompak.
***
It’s so good having them in my house. We talked about a lot of things, especially about the university world, a world that three of us just enter. We talked about majors that we take, the bittersweet of it. We gossip a bit about the lecturer in our university, who is the most bla bla bla, and of course, we also discussed about our mark in this first semester.
Three of us were accepted in different university. Jayen was accepted in ITB (Institut Teknologi Bandung), Ivan was accepted in UNS (Universitas Negeri Surakarta), and I was accepted in UA (Universitas Airlangga).
After babbling all around, I have an idea to hang out to the east, and go to somewhere. So after a few minutes consideration we really did.
***
Ditengah jalan, entah ide dari mana kami memutuskan untuk pergi ke Kelud. Berhubung aku dan Jayen hanya pernah ke Kelud sekali, dan Ivan belum pernah sama sekali, kami bertekad bulat untuk pergi kesana.
“Naf, kamu tahu jalannya kan?”, Jayen tanya padaku.
Setelah berpikir sejenak aku emnjawab, “Gak terlalu hafal sih, tapi jalan ke Kelud Cuma satu kok. Gak belok-belok”, jawabku sambil mengingat jalan yang aku tempuh dengan Danang setahun lalu.
Ivan pun juga bertanya hal yang sama kepadaku.
Karena sudah bulat akan ke Kelud, kami memutuskan untuk membeli snack di salah satu toko di tepi jalan. Toko yang kami kunjungi merupakan koperasi di daerah situ dan termasuk mahal dibandingkan dengan harga di Alfamart atau Indomart..

Bersambung...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar kamu mengenai apa yang aku tulis di atas. Tapi tolong jaga kesopanan ya,