20 Januari 2013

Sowhatever


Kondisi fisik tubuh nggak menentukan kemampuan yang kita miliki.

Saya bisa dikatakan bertubuh pendek bagi seorang cowok. Bagaimana tidak dengan tinggi 160 cm saja tentunya saya termasuk golongan “dwarfs” dalam legenda The Lord of The Rings kesukaan saya, atau saya lebih suka disebut Hobbit, karena saya bisa menghilang dengan cepat, alias lari dan kamuflase.
Seperti yang saya sebutkan diatas, bahwa kondisi tubuh tidak menjamin apa yang bisa kita lakukan dan apa yang tidak bisa kita lakukan. Banyak sekali orang yang bertubuh pendek yang bisa mengubah dunia. Dalam film kesukaan saya tadi, The Lord of The Rings, bagaimana sang Frodo Baggins bisa mengubah nasib Middle Earth dari bayangan zaman kegelapan yang dipancarkan oleh Sauron dan antek-anteknya ke zaman menuju cahaya dengan mengemban tugas menghancurkan cincin milik Sauron. Meski dia bertubuh kecil, bahkan tak mencapai 150 cm, dia bisa mengemban tugas tersebu dengan baik.
Memang, usaha tersebut nyaris mustahil dilakukan oleh makhluk kecil bernama Hobbit yang sering diremehkan. Namun, makhluk kecil tersebutlah yang memiliki kualitas yang tidak dimiliki oleh orang besar yang lain. Makluk kecil tersebut, malah yang memiliki keyakinan paling kuat dan kebaikan hati yang mampu menenggelamkan kegelapan.
Dalam kasus saya, sudah sering saya diremehkan secara diam-diam (mungkin saja, saya juga kurang tahu). Tetapi sepertinya banyak yang meremehkan saya karena saya pendek dan kurus kering. Tetapi dari kondisi tersebutlah yang membuat banyak orang seperti saya merasa terdorong untuk melakukan suatu hal besar yang tidak bisa kami lakukan.
Jadi, kebaikan saya bukan karena memang saya dari dulu baik. Saya memutuskan untuk berbuat baik. Maka, saya selalu berusaha sebaik mungkin. Oke, mungkin ini terdengar bahwa saya terlalu memuji diri saya sendiri. Namun, saya hanya ingin anda mendapatkan tone dari pesan ini.
Jadi begini ceritanya, korden kamar saya rusak karena perapatnya hilang. Saya tidak tahu benda itu disebut apa, yang pasti fungsi dari benda itu adalah untuk menghalangi agar benda tersebut jatuh. Tidak ada makhluk tinggi di kamar saya yang peduli. Padahal, hanya perlu diperlukan sedikit naik jendela dan mereka tak perlu berjinjit untuk bisa membenahi korden. Namun sayangnya tidak ada yang mau melakukannya, mereka cenderung mengabaikannya.
Mungkin inilah selalu kita lakukan jika kita memiliki kekuatan. Kita cenderung mengabaikan sesuatu yang kita anggap kurang penting dan tidak berguna. Dalam kasus saya adalah membenahi korden, meskipun hal tersebut  kurang gentle bagi seorang lelaki.
Akhirnya, saya memilih untuk turun tangan setelah saya berusaha untuk tidak memedulikannya beberapa hari. Nmaun semakin lama tidak saya pedulikan, korden tersebut tetap tidak ada yang membenahi. Akhirnya dengan kesadaran yang coba saya kumpulkan, saya benahi korden yang jatuh melambai itu.
Saya naik jendela dan berjinjit untuk bisa meraih koren yang melambai itu. Tangan kanan saya berpegangan erat pada besi jendela yang terbuka. Sedangkan tangan saya mencoba memasangkan korden tersebut kedalam teralisnya. Saya berusaha keras untuk tidak bergetar. Saya harus berjinjit dan tangan saya mengangkat tinggi untuk bisa membenahinya. Setelah beberapa lam, akhirnya saya berhasil membenahi korden tersebut. Saya melakukannya sendirian, meski makhluk tinggi ada disekitar saya dan tidak melakukan apa-apa.
Saya tidak tahu sebenarnya apa yang harus saya lakukan. Mungkin mereka merasa saya tidak butuh bantuan, karena saya memang tidak meminta bantuan. Saya tidak tahu siapa yang lebih egois disini. Saya eois karena membenahinya sendirian, saya memang tidak pernah menyuruh orang untuk membenahi korden tersebut. Atau mereka yang lebih egois karena berdiam diri saja dan tidak proaktif untuk membantu.
Saya tidak tahu siapa yang lebih rendah. Namun saya berjanji kepada diri saya, jika saya punya kekuatan, saya akan menggunakannya untuk melakukan kebaikan dan menolong orang lain. Tidak peduli saya ini mengidap disabilities atau tidak, dan saya yakin orang-orang diluar sana juga akan melakukan hal yang sama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar kamu mengenai apa yang aku tulis di atas. Tapi tolong jaga kesopanan ya,