11 November 2012

Belajar Hidup dari Adek Kelas



Oke, aku sekarang sudah kelas 3 yang merupkaa masa-masa menjadi senior. Menjadi senior itu gampang-gampang susah ya, perlu banyak introspeksi diri agar menjadi contoh yang baik bagi adik kelas.  Masalahnya adalah, adik kelas itu tipe orang yang sok benar, akulah-yang-paling-benar (they will say that). Sedangkan aku, tipe orang yang nggak berani menegur orang lain sebelum aku benar dahulu.
Jadi contohnya bakal seperti ini, ketika kamar kotor, maka aku akan mencoba untuk membersihkan kepunyaanku dahulu, baru kemudian menyuruh yang lain untuk melkaukan hal yang serupa. Jika aku belum bisa membersihkan barang-barangku, maka aku nggak akan menyuruh orang lain untuk melakukan hal yang serupa. Masalahnya lagi, mereka itu nggak sadar kalau nggak dikasih tahu. Hal itu tak diragukan lagi pasti gara-gara memang sifat mereka yang sok benar.
Terlebih lagi nih, mereka itu cenderung merupakan model siswa yang banyak ngomong sedikit bertindak. Berbeda denganku yang aku mencoba banyak bertindak dan bicaranya dikit untuk hal-hal seperti itu. Istilahnya dalah lead by doing.
AKu juga menyadari kalau aku adlaah tipe yang nggak suka disuruh dan aku nggak akan menyuruh orang tanpa mengucapkan ‘tolong’ kepada mereka. Karena jika kita mengucapkan kata-kata tersebut, mereka yang menjalankan permintaan kita akan merasa melakukannya karena menolong kita, bukan melakukan apa yang kita sruruh kepada mereka. Hal yang sederhana tapi sanggup merubah mood kan?
Oleh karena itu, aku selalu mencoba berpandu pada values ku. Bahwa aku harus menjadi orang yang bertanggung jawab, baik itu pada kata-kata maupun perbuatan. Intinya adalah, jangan meminta orang lain untuk melakukan hal yang kita inginkan jika kita belum bisa mewujudkannya. Simpelnya, jangan menyuruh orang lain bersih-bersih kalau belum membersihkan diri sendiri. Betul?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar kamu mengenai apa yang aku tulis di atas. Tapi tolong jaga kesopanan ya,