09 September 2012

Tertimbun Buku-buku


Akhirnya, masa perjuangan SMA akan mencapai masa-masa sulit. DImulai dari akhir Agustus kemarin, aku dan teman-teman sudah diharuskan untuk mengikuti les setiap hari Sabtu dan Minggu. Bayangin, we don’t have any free day to relax our mind from the 5 days full of torture from the books and questions that we should remember.
My friends told me that we are not high school students. We are college students. I think that’s true, since we never feel how to be a high school student is. Kami selalu dihadapkan pada berbagai macam permasalahan yang umum dilakukan oleh mahasiswa freshmen. Berbagai tugas yang makalah, megorganisir ini itu. Ok, we are scholarship students. Ok, I know that my donors want me to be an A straight student, also my teachers and my parents (although they never asked formally but I know what they want). But, remember, we only teenagers who thirst about new fun and full of knowledge experiences.
Mungkin saja sekolah berfikir bahwa les pada hari Sabtu dan Minggu merupakan aktivitas menarik dan penuh manfaat. Of course, studying in weekend is a good idea and full of benefits, but we become nerd because of this. Fortunately, we do the additional lesson in the school near our lovely dormitory with our friends. Jadi, nggak mungkin juga jadi nerd.
Aku tahu kalau sekolah berharap lebih kepada kami, karena kami kurang berhasil mendongkrak nama sekolah dalam ujian international IGCSE. Belum ada yang dapat perfect score seperti kakak kelas kami yang super-super. Kami cuma belajar kurikulum KTSP 1,5 tahun lebih sedikit. Jadinya kami harus mengejar materi-materi untuk KTSP. Apalagi bagi temen-temen kami yang memang nggak pengen ke luar negeri untuk S-1. Mereka harus berjuang untuk beljaar terus agar bisa menandingi jutaan calon mahasiswa super di luar jawa ini.
Aku sadar dan temen-temen kami sadar, meski kami tertimbun oleh buku-buku (terutama yang dapat overseas preparation) kami harus tegar dan kuat untuk menghadapi tantangan ini. This is big step to reach our dream. Meskipun aku tahu, ijazah taua nilai bagus nggak menjamin 100% kesuksesan. Tapi setidaknya kami belajar mengenai banyak hal di sekolah yang bisa diterapkan dalam kehdupan sehari-hari. Just be strong and stay healthy.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar kamu mengenai apa yang aku tulis di atas. Tapi tolong jaga kesopanan ya,