01 Februari 2011

Mr. Unless Popular

Punya banyak teman merupakan suatu berkah. Tetapi bagaimana kalau tidak? Bagaimana kalau kau hanya menjadi dinding sesorang. Ada tetapi tak diperhatikan. Of course kau dilihat. Tetapi tak ada yang peduli. I will talk with you if i need. That's the point.
Dahulu aku sering bertanya- tanya. Bagaimanakah jika kamu tidak memiliki teman atau kau bukanlah orang populer. Bagaimanakah rasanya? Apakah sakit? Apakah menyedihkan? Berangkat sendiri, pulang sendiri, pergi ke perpus sendiri, ikut ekskul sendiri, kemana- mana sendiri. How it feel?
Dahulu akau punya banyak teman (sekarang masih juga, tapi berjauhan. aku disini, dia disana). Malah beberapa diantaranya aku tak tahu namanya dan aku tak mencoba mencari tahu (stupid! aku susah menghafalkan nama- nama orang, meski kenal dengan wajahnya). Teman temanku baik sekali. Mereka memiliki rasa kepedulian yang aku anggap sangat bagus. Aku merindukannya. Care each other.
Now, here. It's difficult to find a person like before. I don't know why? Apakah aku terlalu tertutup (dulu nggak). Terlalu pasif? (dulu aktif). Terlalu rendah diri (mungkin). I know i'm different and difficult to understand. When i speak, my friend said that i' angry (hello???). Yeah, actually, i don't know what's my type.
Membandingkan apa yang ada disini dan apa yang ada disana itu sangat mudah. Seperti hitam dan putih. Yang susah adalah mencari penyebabnya. Apakah penyebab internal atau eksternal? atau something? Apakah perasaan ini hanaya aku yang merasa atau memang dirasakan oleh banyak orang?
Aku dari dulu selalu tertarik untuk mendekati anak- anak yang pendiam. Yang merasa apa yang sedang aku rasakan sekarang. Aku selalu tertarik dengan anak yang merasa bahwa dirinya seperti dinding. But now, i need a person like that. Who?
In the first time when i came to this place, i feel comfort with someone. But now. i have different value with him, and it's make me more like a bad wall. Huh..
Aku yakin bahwa ini merupakan ingatan dari Tuhan juga kan? Mengapa dulu ketika kamu masih punya banyak teman kamu nggak bersyukur? Mengapa dulu ketika kamu punya kesempatan untuk mengakhiri perbuatan teman- temanmu kamu nggak melakukannya? Dulu kamu juga ikut mnegucilkan salah satu temanmu? Maka sekarang inilah balasannya. Nggak sakit kok, cuma sebagai pelajaran aja kan?
But i believe. It's just for this time. In the future, i will have good best friends. Doain aja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar kamu mengenai apa yang aku tulis di atas. Tapi tolong jaga kesopanan ya,