04 Juni 2010

Tercabik jadi dua

Aku sering bertanya- tanya padaku sendiri, orang tua selalu menyuruh anaknya untuk berbuat kebaikan contohnya untuk menepati ajnji dan menunaikan amanah yang diberikan orang lain kepadanya. Seperti tolong sampaikan salam kepada Pak Anwar ya... maka si anak harus menyampaikannya.

Tapi kenyataannya, aku merasa bahwa orang tupun juga tak bisa sebaik itu. Hanya topeng!. Entah mengapa aku bisa berkata seperti itu.Mungkin aku kecewa pada orangtuaku yang punya amanah untuk disampaikan kepadaku, tapi tak disampaikan....

Atas kesuksesanku bisa diterima di SMAN 10 Malang, banyak orang yg simpati padaku. Banyak diantaranya memberikan ucapan selanmat. Dan beberapa bahkan memberikan angpao padaku. (he..he..he.. jadi malu). Dan biasanya angpao itu diberikan ke ortuku, tapi dengan catatan ahrus diserahkan kepadaku. Tapi kenyataany???

Orang tuaku diberi tatanggaku 100.ooo untukku. Tapi orangtuaku tak memberikannya padaku. Alasannya? so imple! Orang tuaku malam hari itu berdoa untuk diberi rizki, soalnya pingin beli kopyah. Paginya tuh diberi sma tetanggaki itu. Bahagia banget ayahku.

Dia cerita ke aku. Tapi dia seperti yang diberi. Padahal itukan amanah dari tetanggaku itu untuk diberikan ke aku. Sempet kesel juga sih, karena ku juga pingin beli banyak barang untuk persipaan ke SMAN 10 Malang. Beliau ingin beli kopyah. Karena aku tahu beliau sangt pengen. aku beri aja. Tapi setelah itu, beliau harus ngebaliin ke aku. Beliau beli koppyah seharga 20.ooo. Tapi uangnya jangan sampai buat beli ajjan soalnya ayahku gemar banget beli apapun yang dia ingin. Terutama jajan ke warung. Aku nggak suka itu.

Aku pengen minta itu. Itukan uang hakku???
Tapi aku selalu terdorongh, diakan ortuku, masak gak malu? kok kayaknya durhaka gitu? aku nggak tahu? pokoknya aku akan minta, karena ituy hakku...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar kamu mengenai apa yang aku tulis di atas. Tapi tolong jaga kesopanan ya,