09 Mei 2011

Indonesia Adalah Atlantis?

Beberapa hari ini, teman- temanku asyik membicarakan bahwa Indonesia merupakan benua Atlantis yang hilang. Heboh sekali. Tetapi pandangan seperti itu menurut saya kecil sekali kebenarannya. Bukannya aku tidak nasionalis, tapi aku realistis dengan keadaan dan bukti yang ada.
Indonesia bukanlah Atlantis karena kebudayaan Atlantis sangat maju. Tetapi buktinya sekarang mana? Tidak ada yang tersisa. Hanya candi- candi. Di reliefnya pun tak disebutkan bahwa Indonesia jaya luar biasa pada masa dulu.
Meski beberapa ilmuwan menyatakan Indonesia merupakan "the truly Atlantis, the lost continent found!" or something like that. Menurut saya in hanyalah pendapat, hipotesis. Meski n kebanyakan mereka berargumen dengan dasar geografi Indonesia masa lalu, yang gemah ripah loh jinawi dan yang dulunya bergabung kemudian tenggelam.
Ada dua dasar logika yang aku gunakan disini.
Jika Indonesia merupakan Atlantis, kebudayaan sekarang harus juga maju. Pasti ada warisan yang diturunkan kepaada kita yang membuat kita "strong and smart". Tetapi mana? Apakah dongeng Atlantis itu ada kaitannya dengan cerita bahwa orang Indoensia punya ilmu sakti seperti, terbang, punya sihir, meramal masa depan (seperti ditunjukkan film- film era 2005 kebawah). Tetapi itu hanya legenda. Tak ada yang dapat membuktikannya.
Jika Atlantis adalah Indonesia, berarti Atlantis tak seagung yang digambarkan. Yang memiliki kebudayaan yang bahkan lebih maju daripada sekarang. Tapi kebudayaan apa? Aku sungguh tak yakin bahwa Atlantis adalah Indonesia.
Untuk menemukan Atlantis, harus ditemukan Piramida di Indonesia. Jika ditemukan piramid, saya baru percaya bahwa Indonesia adalah Atlantis. aku tak tahu mengapa menyebutkan piramid sebagai ciri- ciri Atlantis. Tetapi amatilah, kebanyakan kebudayaan besar selalu memiliki piramid. Mesir, Aztec, dll.
Apakah candi merupakan versi piramid yang lain? Seperti halnya piramida Aztec yang berbeda dengan piramida Mesir?
Oh, saya tak tahu. Segala Ilmu pengetahuan hanyalah milik Tuhan semesta alam. Dia yang tahu, amna kebenaran dan kepalsuan dan mengetahu batas- batas diantaranya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar kamu mengenai apa yang aku tulis di atas. Tapi tolong jaga kesopanan ya,