26 November 2013
Gloomy Poem
This is a poem I wrote a month or so ago when I tried to killing my time. I hope this poem doesn't kill you though.
Gloomy Sunday
The mist shrouded sunday
The sun faded away
As times fly
My friends gone
I left alone
12 Juli 2013
Learn to Fly; A short story
11 Juli 2013
Learn to Fly, by Shannon Noll
Feel the world is on your shoulders,
and you've lost the strength to carry on.
Even though the walls may crumble,
And you find you always stumble through,
Remember never to surrender to the dark.
Cos if you turn another page,
You will see that's not the way, The story has to end.
[CHORUS:]
If you need to find a way back,
Feel you're on the wrong track,
Give it time, Learn to fly,
Tomorrow is a new day,
You will find you're own way,
You'll be stronger with each day that you cry,
Then you'll learn to fly.
In you're head so many questions,
The truth is your possession,
The answer lies within your heart.
You will see the doors are open,
If you only dare to hope and you,
Will find the way to fight the fears that kept you down.
Cos if you turn another page,
You will see that's not the way,
The story has to end.
[CHORUS]
Looking at your situation,
There's so much that you can do,
Now's the time to make your stand.
This is just an observation,
In the end it's up to you,
The future's in your hands.
[CHORUS]
http://www.azlyrics.com/lyrics/shannonnoll/learntofly.html
07 Juli 2013
Annabel Lee
Annabel Lee
BY EDGAR ALLAN POE
It was many and many a year ago,
In a kingdom by the sea,
That a maiden there lived whom you may know
By the name of Annabel Lee;
And this maiden she lived with no other thought
Than to love and be loved by me.
I was a child and she was a child,
In this kingdom by the sea,
But we loved with a love that was more than love—
I and my Annabel Lee—
With a love that the wingèd seraphs of Heaven
Coveted her and me.
And this was the reason that, long ago,
In this kingdom by the sea,
A wind blew out of a cloud, chilling
My beautiful Annabel Lee;
So that her highborn kinsmen came
And bore her away from me,
To shut her up in a sepulchre
In this kingdom by the sea.
The angels, not half so happy in Heaven,
Went envying her and me—
Yes!—that was the reason (as all men know,
In this kingdom by the sea)
That the wind came out of the cloud by night,
Chilling and killing my Annabel Lee.
But our love it was stronger by far than the love
Of those who were older than we—
Of many far wiser than we—
And neither the angels in Heaven above
Nor the demons down under the sea
Can ever dissever my soul from the soul
Of the beautiful Annabel Lee;
For the moon never beams, without bringing me dreams
Of the beautiful Annabel Lee;
And the stars never rise, but I feel the bright eyes
Of the beautiful Annabel Lee;
And so, all the night-tide, I lie down by the side
Of my darling—my darling—my life and my bride,
In her sepulchre there by the sea—
In her tomb by the sounding sea.
Reading this poem really make me sad. It's really so sweet and I don't know, I just want to cry because of this poem.
25 April 2013
Eleven Grader's Drama
18 Desember 2011
Knock On The Night
This is my story for ESL (English as a Second Language) enrichment. I Know, this is "geje" worse story because i justa have a time to write it in one day. The most difficult part of course when the teacher ask us (me and my friends to insert a sentence I know now, that everyone needs to see somebody else’s limitations". Although i can make a story about disabled people who always teased by others. It will be more worth and have higher mark than about girl and rich woman. If you curious about my story, just check this out.
Knock On The Night
The lightning strikes in the snowy night when the sound of knocking the door disturbing the girl’s night sleep. “Who’s there?”, the girl’’s voice trembling of fear. She remembered her Mom’s advice, do not open the door to unknown people in the night. But she was curious the see the people.
So, She grabbed her coat as she walked to the window beside the door. Carefully, she peered the window. She is the rich women, she thought. At a second, she hestitated wheteher opening the door or not. But she decided to open it. “Maybe she need a help”, she muttered to convince herself.
“Oh dear, thank you, thank you so much to opened it”, the rich women happily enter the house. “You know, i already knocked 5 doors house to seek a help, but only you who opened it”, she talked when she sit on the chair.
“Tea, Mrs. Glady?” offer the girl.
“No, thank you, i just wan to borrow your home phone”, She sighed. “Mine is broken and the technicians will come this Sunday, i can’t wait for three days, this is very important”, She added.
“Of course you may Ma’m” She showed the location of the phone “Here you are”.
While looking at her, the girls thought. I know now, that everyone needs to see somebody else’s limitations. Because there is no one perfect in this world, and when we think they’re perfect, we will be selfish human.
08 April 2011
Jual Audiobook Harry Potter, Twilight, Narnia, Percy Jackson dan lain-lain!
Bosen baca buku? DENGERIN aja!
Karena, sekarang sudah ada audiobook. Apa itu Audiobook?
Audiobook berasala dari gabungan dua kata. Audio yang berarti suara dan book yang berarti buku. Berarti, audiobook merupakan sebuah buku yang dibuat versi audionya (bisa dalam bentuk mp3) dimana terdapat narator yang membacakan buku itu kemudian direkam.
Tak hanya itu, beberapa buku bahkan dibuat narasinya dengan backgroun suara yang bagus. Seperti dalam Narnia The Horse and His Boy.
Penggermar audibook sangat banyak loh. Apalagi dari negara- negara eropa dan amerika dimana mereka terlalu sibuk untuk membaca, akhirnya membaca saja. Cukup punya mp3 player, lebih bagus lagi Ipod, kamu udah bisa menikmati audiobook ini.
Manfaat dari audiobook ini banyak sekali.
1. Murah (apalagi kalau beli di aku)
2. Bisa melatih pronunciation kamu.
3. Membuat telingamu peka terhadap kata- kata bahasa inggris.
4. Tentu saja pada akhirnya, akan membuatmu mahir berbahasa inggris.
Nah, aku menjual audiobook yang murah banget! Daripada kamu beli di amazone yang mahal, mending beli di aku, he he he.
____________________________________________________
The Twilight Saga Audiobook
____________________________________________________
Keterangan:
-Terdiri dari 4 Novel Audio Book [Twilight,Eclipse,NewMoon, dan Breaking Down]
-Audio Book dalam format MP3
-Suara Jamin Jernih dan Jelas^^: 330kbps / 44,1KHz
-Narator[pengisi suara] : Ilyana Kadushin with Matt Walters (cewek dan cowok) / Inggris US
-Dilengkapi juga dengan ke 4 E-Book-nya
-Keseluruhan Twilight Audio Book terdiri dari 1 DVD
-Harga : IDR 55.000 [harga diluar ongkos kirim]
__________________________________________________
Harry Potter Audio Book
__________________________________________________
Keterangan:
-Terdiri dari 7 Novel Audio Book [Dari Harry Potter and the Sorcerers Stone sampai The Deathly Hallows]
-Audio Book dalam format .MP3
-Suara Jamin Jernih dan Jelas^^: 50kbps / 32KHz
-Narator[pengisi suara] : Stephen Fry (cowok)/ Inggris UK
-Dilengkapi juga dengan ke 7 E-Book-nya
-Keseluruhan Harry Potter Audio Book terdiri dari 1 DVD
-Harga : IDR 65.000 [harga diluar ongkos kirim]
______________________________________________
Percy Jackson Audiobook
______________________________________________
Keterangan:
- Terdiri dari 5 novel Percy Jackson
- Audiobook dalam format Mp3
- Suara dijamin jernih dan jelas
- Narator [Pengisi Suara]: Jesse Bernsetein (cowok)/ English US
-Dilengkapi juga dengan ke 5 E-Book-nya
-Keseluruhan Percy Jackson Audio Book terdiri dari 1 DVD
-Harga : IDR 50.000 [harga diluar ongkos kirim]
__________________________________________
The Chronicles Of Narnia Audio book
__________________________________________
Keterangan:
- Terdiri dari 7 novel Narnia
- Audiobook dalam format Mp3
- Suara dijamin jernih dan jelas
- Narator [Pengisi Suara]: Michael York (cowok)Lynn Redgrave (Cewek)/ English UK
-Dilengkapi juga dengan ke 7 E-Book-nya
-Keseluruhan The Chronicles Of Narnia Audio Book terdiri dari 1 DVD
-Harga : IDR 40.000 [harga diluar ongkos kirim]
=============================
Gimana? Tertarik?
Hub. Abdul : 085736838348
e-mail. ma.manaf@ymail.com
=============================
NOTE:
-DVD yang digunakan GT Pro, dll. [tergantung stock DVD yg ada] Maaf. Tapi kamu bisa pesen kok,
-Data di burn dengan write speed 4x [hal ini dilakukan untuk menghindari adanya data yang corrupt]
-Tidak disertakan dengan DVD-Cover[maaf]
-Pesanan di kirim menggunakan jasa kuris seperti TIKI/PCP/JNE
-Pembayaran via rek BTN [maaf, sementara baru BTN]
-Bila DVD yang dipesan rusak, maka anda dapat mengirim balik ke saya, dan tentu akan di ganti dengan baru.
13 Desember 2010
Aku, Dulu...

Yah, akhirnya aku bisa menyusup lagi kepada anak ini. Setelah dua hari hujan tak turun, akhirnya hujan datang. Sebenarnya, bukan waktuku untuk turun, tapi bukankah sudah aku ceritakan padamu, ini mendesak!
Hah... Aku akan menceritakan padamu masa lalu dan masa depanku. Airku, airmu. Agar kau tahu bahwa aku kini butuh kau. Dari dulu malah. Kami ada karena Kau ada.
Dulu, ketika manusia belum serakah dan egois, kami melimpah di bumi ini. Sangat biru jernih. Sekarang coba bayangkan kau memandang air yang ada di laut yang menggoda pantai di daerah yang masih asri. Seperti itulah, indah, biru, segar. Kau patut bersyukur, bahwa hal itu masih bisa kau nikmati sampai sekarang ini. Apalagi jika kau hidup di negara kepulauan yang indah, orang mneyebutnya Indonesia.
Pohon sahabtaku yang baik hati sellau menjagaku, begitupun kau. Kau tak pernah cemburu karena pohon disampingku. Kau dengan sopan meminta kepada pohon dan mengganti kepadanya. Kau dengan sadar memanfaatkan apa yang ada, termasuk aku sesuai kebutuhanmu. Sungguh, semuanya begitu sangat indah.
Ada yang perlu aku beritahukan padamu, tak ada yang namanya keabadian. Iya kan? Semua yang diciptkan-Nya akan kembali pada-Nya. Begitupun denganku.
Ah, anak ini mulai melawan.
Dulu, ketika kita masih bersahabat, ingatkah kau? Wahai manusia, kau sangat ramah padaku, begitupun aku. Kita merupakan sahabat yang tak terpisahkan, ketika aku kotor, kamu membersihkanku dari dedaunan yang jatuh dari pohon temanku. Kau juga dengan senang hati berbagi tepat dengan sahabat kecilku, ikan ketika kau berenang. Asyik bercengkrama denganku.
Kau dulu sangat mencintaiku. Bahkan beberapa dari kalian memujaku. Tapi tahukah kau? Bukan pujaan yang aku butuhkan, tetapi kasih sayang terhadap air ini. Bisa jadi kami ini memang sudah tua, setua ibu bumi. Tapi manfaat kami akan bertahan hingga bumi akhir nanti.
Sungguh, sekarang aku tak habis pikir. Kau tahu apa sebabnya? Aku yakin kau tahu kok, tanyalah pada hatimu yang terdalam. Bagaimana persaanmu padaku?
Ah, anak ini sudah mulai sadar. Aku harus segera kembali, aku hanya ingin meninggalkan kesan pada anak ini. Tolong aku!
12 Desember 2010
Aku, Air

Anak ini sedang menghadap laptop yang aku tahu bukan laptopnya. Dia kelelahan dan juga sedang sakit. Lagu Katon Bagasakara yang berjudul Jika Bumi Bisa Bicara sedang berbicara di sampingnya.
Ada hal penting yang harus aku ceritakan pada manusia. Dan anak ini adalah jalanku. Sebenarnya da banyak, tapi entah mengapa aku memilih anak ini.
Aku ingin bercerita, perasaanku sebagai air. Aku ingin menasehati manusia, yang merupakan sahabat kami sebenarnya, ada sesuatu yang mendesak yanga harus diceritakan. Ada banyak hal yang rasanya tak bisa dibendung. Aku harus segera mengusai anak ini. Dengan tangannya aku akan bercerita.
Aku Air. Water. Terserah kau mau memanggilku apa. Terlahir dari Oksigen yang kau hirup dan Hidrogen yang agresif. Dari mereka aku lahir. Meski aku sangat tahu bahwa tanpa campur tangan Tuhan, aku takkan ada.Aku Air, sumber kehidupan, ya. Semua orang tahu itu. Tapi entah mengapa itu hanya seperti slogan yang kadaluarsa melawan ego manusia.
Hujan mulai tersendat. Dan aku tahu waktuku tak banyak, maka aku hanya bisa menyampaikan sedikit saja pesan.
Aku Ada, Maka KAU ada, aku tak ada, maka kau tak ada.
28 November 2010
Nick's Journal: Masuk Hoghwarts
Ayahku merupakan adik dari Hermione Granger, yang bernama Nielsen Jean Granger yang merupakan ilmuwan muggle. Sedangkan Ibuku sendiri bernama Fanella Alberta, yang merupakan penyihir berdarah murni. Ibuku sampai dijauhi oleh beberapa saudaranya karena menikah dnegan muggle. Bahan dicoret dari silsilah keluarga. Tapi nenek dan kakekku dari pihak ibu tidak pernah menganggap Ibuku infeksi keluarga yang harus dibuang.
Aku Half-Blood. Tentu, kau sudah membaca silsilahku diatas kan?
Setelah menunggu sangat lama, akhirnya saat aku berumur 11 tahun aku bisa masuk Hoghwarts School of Witchraft and Wizardy. Cool! Mom dan Dad senang sekali tahu, bahwa aku diterima di Hoghwarts. Bahkan mom sendiri yang mengantarkanku ke Diagon Alley untuk membeli perlengkapan sihirku.
Sayang, Ollivander sudah sangat tua sehingga dia tak lagi melayani pembeli. Tetapi, dia tetap membuat tongkat. Yang aku tahu, dia diganti oleh seseorang laki- laki paruh baya yang berambut putih panjangg seperti kapas. Bajunga berwarna hitam kusam dan berkuku panjang.
Dia memilihkanku tongkatku. Tak ada yang cocok, sehingga aku disuruh memilih sendiri. Akhirnya aku mendapat tongkat sihir. Kayu Oak, 13 inchi berinti bulu phoenix. Aku sangat beruntung mendapat inti tongkat yang sama dengan Harry Potter yang terkenal.
Akhirnya, 11 September tiba. Pukul 7 pagi Mom dan Dad sudah mengantarkanku ke Stasiun King Cross. Aku bertemu Bibi Hermione dan Paman Weasly yang sedang mengantarkan anaknya, Rose.
"Oh, Hermione! akhirnya aku bertemu kau, aku sangat sibuk akhir- akhir ini" Mom bicara dengan Bibi Hermione dan memberinya pelukan kilat. " Tak apa- apa, Ella, aku tahu kau sangat sibuk. Bekerja di Kementerian Sihir pasti membuatmu pusing" Sahut Bibi Hermione pada Mom. Mom hanya mengangguk sedikit "Yah, tentu" sambil mendengus.
Aku hanya menonton Mom dan Bibi Hermione berbincang- bincang. Dad juga begitu, tak menjelaskan berbagai aspek pembaharuan yang terjadi di Stasiuk King's Cross, karena Paman Ron sangat bersemangat bertanya.
"Mom, Dad, kurasa keretanya mau berangkat, bisa aku berangkat sekarang?" Aku memandang Mom yanga asyik berbicara. "Ya sayang, tentu" Dia menciumku dan memberiku pelukan, kemudian Dad juga, "Jangan nakal, jangan lupa, gunakan otakmu sebelum bertindak, Jagoan!" kata Dad sambil mengusap kepalaku. Aku hanya sepusar Dad, betapa kecilnay diriku!
Aku menyeret koperku. Ugh... berat dan segera masuk ke dalam Hogwarts Express. "Mom, Dad, bye... bye.." aku melambai dari kompartemenku. Mereka melambaikan tangan. Mom melambaikan saputangannya dan berteriak, "hati- hati!" yang aku jwab dengan anggukan, "Aku akan megirim surat 2 minggu sekali!" Suara peluit dan asap putih tebal menyembur. Angin membawa asap itu kebelakang dan Hogwarts Express melaju dengan suara bisingnya menuju Hogwarts.
21 November 2010
Harry Potter Part I. Awesome!
Meskipun aku bilang betapa berharganya uang itu, tetap saja aku ambil buat nonton Harry Potter, mana tahan... dan yang lebih hebatnya lagi, waktu aku mampir ke Gramedia, aku tak bisa nahan godaan untuk membeli buku belajar bahasa jepang, meski aku tak terlalu bisa. Tapi karena hari rebu depan aku ulangan, jadi... must buy it!
Perjuanganku buat nonton Harry Potter nggak semudah tinggal beli tiket doang. Aku harus benar- benar mengkalkulasi waktu agar aku bisa datang tepat waktu. You know, this Saturday, i got a badminton L2L progam, so i must joined it. If i did’t join this program, aku bakaln dikeluarain.
Badminton dimulai pukul 10.30 dan selesai pukul 13.30. Tapi dengan mohon- mohon akhirnya aku bisa keluar lebih awal, sekitar pukul 11. 26. Temenku tak henti- hentinya sms aku. Cepet!
Nah, aku berlari tuh, kira-kira satu kilometeran lah. Melelahkan.. sampai ke dorm langsung wudhu terus sholat. Aku aku nggak mandi, padahal, tadi aku keringetan hebat. Yah, pokonya semauanya ahrus dilakuin dengan cepat dan tangkas. Akhirnya, aku bisa keluar dari asrama sekitar pukul 12.00 dengan alasan pergi ke pasar besar. Padahal, aku pergi ke Matos bta nonton Harry Potter. Bagi kalian yang baca ini dan tahu aku, mohon jangan dbahas ya! Maafkan kesalahanku ini.
Yah, tepat sampai Matos kira- kira 12.09. Dan aku ngggak telat, emang sih, dormu dekat dengan Matos.
Aku sama temen-temenku langsung ke studio 2 dan atas kerja keras temenku yang mau ngantri, kami dapat tempat duduk strategis, bagian nomor 2 dari atas. Yah, Harry Potter, i’m coming.
Filmnya bagus dibandingin sama yang ke-6, tapi tetep aja bagiku itu kurang waw, gitu. Tapi bagi kalian yang nggak sempat baca novelnya, aku yakin pasti terkesan dengan film ini. Tapi emang nih film bagus banget!
Film ini dibuka oleh keputusan trio Harry, Hermione, dan Ron, untuk tidak kembali ke Hoghwarts. Yang perlu dicatat adalah adegan Hermione yang menghapus ingatan orangtuanya dengan sihir (Obliviate!). Meski adegan ini tak muncul di novel, tapi menurutku iadegan ni menambah betapa kelam dan putus asanya film ini. Meski ditengah- tengah ada banyak juga adega yang bisa bikin kamu ketawa.
Sayangnya, adegan yang aku nantikan, yakni kisah Kreacher, tak muncul di film. Padahal menurutku ini merupakan adegan transisi yang juga penting. Tapi yah, nggak terlalu keliahaatn kalau mengubah cerita kok.
Yang paling aku sukai tetep aja Hermione Granger dan juga Bellatrix Lestrange. Akting mereka berdua sangat keren, habis- habisan, apalagi waktu Hermione disiksa oleh Bellatrix, dan aku tak sabar melihat Hermione, Ginny, dan Luna menghajar Bellatrix di Part 2, kalau ada. Cause di novel ada dan aku suka adegan itu. Tapi, yah.... cuman bsa berharap doang kan?
Ini ada beberapa scene yang ter-... menurutku.
Yang paling asyik
Harry, Ron, dan Hermione melawan Greyback dan antek- anteknya dihutan.
Yang paling menyedihkan
Meninggalnya Dobby, sang peri rumah yang merdeka. Setelah menyelamatkan Harry dan kawan- kawan dari ruang bawah tanah keluarga Malfoy, sungguh menyentuh. Temanku sampai nangis pada adegan ini.
Yang paling mengerikan
Hermione disiksa oleh Bellatrix, suaranya sungguh buat aku merinding. Meski dibuku tak ada adegan Bellatrix menorehkan luka yang bertuliskan Mudblood (Darah-Lumpur) di lengan Hermione, tapi itu malah membuat adegannya mengerikan dan mengenaskan.
Yang paling Geje (Gak jelas maksudnya)
Harry yang berusaha menghibur Hermione dengan mengajaknya berdansa. Sumpah, Geje banget, dan ini nggak ada di buku
Sebenarnya, ada banyak banget adegan yang seru di sini. Tetapi ada juga kekurangnnya. Jika kamu sudah pernah abaca buku Deathly Hallows, pasti kamu bakalan ngerti. Tapi bagi yang belum, sabar ya...
Yang pasti, Harry Potter Part I ini masih icip- icip. Belum hidangan utama, jadi, tunggu hingga bulan Juli 2011 ya...
02 Oktober 2010
Dia Remuk Paruku
membeku paru dalam dingin
Angin
merayu angin dalam kering
Aku bersarung meminta
Dalam bayangan beringin sekarat
Sore itu
Daun membisik protes
Yang padanya, dia dibuat
Aku lelah, tercekik nafasmu, terbelenggu akar lenganmu
Ceritanya padaku
Darahku memompa dan hampir saja meloncat ke cerita
Dingin
menerbang tulang dalam angin
Angin
merayu angin dalam kering
Kering
Daunku gugur berseling
Aku akan membelinya...
Sedang paruku meronta
Beri aku gas kehidupan
Dan akan kusemai kau jadi ribuan
Tetapi Beringin bergeming
Memeluk paksaku dengan akarnya
Dia memberiku
Benar,
aku beritahu
Bukan gas kehidupan
Tapi pelukan kematian
02 Juni 2010
Israel, apakah KAU masih “manusia?”
Beribu- ribu kilo jauhnya darimu
Atau bahkan sangat dekat seperti leher dan kepala
Kami yang masih anak- anak ini
Memang tak cukup mengerti ada apa denganmu
Tapi kami tidak buta, tuli, ataupun bisu
Kami masih bisa melihat, mendengar, berbicara, dan merasa
Bahwa perbuatanmu menyalahi aturan
Aturan bagi manusia dan bagi Tuhan sendiri
Kami berbicara bukan dari satu bangsa
Kami berbicara tidak untuk satu agama
Kami berbicara sebagai orang Indonesia
Orang amerika
Orang mesir
Orang arab
Orang palestina
Atau bahkan jika itu mungkin,
Kami berbicara mewakilimu
Kami juga tidak berbicara sebagai orang islam, kristen,
budha, hindu atau yahudi
Tapi kami berbicara karena kami
Masih menganggap Tuhan adalah Tuhan,
atau karena kami berbicara ini karena DIRIMU
Tak bisakah engkau menghentikan perang?
Tak bisakah engkau berhenti menumpahkan darah?
Tak bisakah kau sudi berbagi?
Bukankah kau sudah berjanji kepada Tuhanmu,
Bahwa kamu tidak akan menumpahkan darah
Tak akan mengusir saudaramu dari kampung halamannya?
Kau sudah berikrar untuk itu!
Tapi apa kenyataanya?
Kami tak tahu apa sebenarnya tujuanmu
Yang kami tahu, perbuatanmu itu keterlaluan
Bahkan jauh dari “kemanusiaan”
Seandainya dirimu diperlakukan seperti itu
kami yakin kau akan marah, MARAH
Sedih, tak tahu harus berbuat apa
Kami tahu, nenek moyangmu telah mengalaminya
ribuan tahun lalu
Dan sekarang, tak bisakah kau mengambil pelajaran darinya?
Lupakan itu...
Kami hanya ingin bertanya,
Apakah kamu masih manusia?
Jika ya, kami mohon hentikan
Hentikan!
Hentikan sekarang juga!
01 Januari 2010
Musim Perubahan

Masa untuk melahirkan dan masa untuk meninggal
Masa untuk menanam dan masa untuk memetik hasil yang kita tanam
Masa untuk membunuh dan masa untuk menyembuhkan
Masa untukmenghancurkan dan masa untuk membangun
Masa untuk menangis dan masa untuk tertawa
Masa untuk berkabung dan masa untuk menari
Masa untuk membuang batu dan masa untuk mengumpulkan bebatuan
Masa untuk memeluk dan masa untuk berhenti sejenak dari pelukan
Masa untuk menemukan dan masa untuk kehilangan
Masa untuk mempertahankan dan masa untuk membuang
Masa untuk mengoyak-ngoyak dan masa untuk menjahit
Masa untuk berdiam diri dan masa untuk berbicara
Masa untuk mencintai dan masa untuk membenci
Masa untuk berperang dan masa untuk berdamai
23 Desember 2009
The Tale of the Three Brothers
There were once three brothers who were travelling along a lonely, winding road at twilight. In time, the brothers reached a river too deep to wade through and too dangerous to swim across. However, these brothers were learned in the magical arts, and so they simply waved their wands and made a bridge appear across the treacherous water. They were halfway across it when they found their path blocked by a hooded figure.
And Death spoke to them. He was angry that he had been cheated out of three new victims, for travellers usually drowned in the river. But Death was cunning. He pretended to congratulate the three brothers upon their magic, and said that each had earned a prize for having been clever enough to evade him.
So the oldest brother, who was a combative man, asked for a wand more powerful than any in existence: a wand that must always win duels for its owner, a wand worthy of a wizard who had conquered Death! So Death crossed to an elder tree on the banks of the river, fashioned a wand from a branch that hung there, and gave it to the oldest brother.
Then the second brother, who was an arrogant man, decided that he wanted to humiliate Death still further, and asked for the power to recall others from Death. So Death picked up a stone from the riverbank and gave it to the second brother, and told him that the stone would have the power to bring back the dead.
And then Death asked the third and youngest brother what he would like. The youngest brother was the humblest and also the wisest of the brothers, and he did not trust Death. So he asked for something that would enable him to go forth from that place without being followed by Death. And Death, most unwillingly, handed over his own Cloak of Invisibility.
Then Death stood aside and allowed the three brothers to continue on their way and they did so, talking with wonder of the adventure they had had, and admiring Death’s gifts.
In due course the brothers separated, each for his own destination.
The first brother travelled on for a week or more, and reaching a distant village, he sought out a fellow wizard with whom he had a quarrel. Naturally, with the Elder Wand as his weapon, he could not fail to win the duel that followed. Leaving his enemy dead upon the floor, the oldest brother proceeded to an inn, where he boasted loudly of the powerful wand he had snatched from Death himself, and of how it made him invincible.
That very night, another wizard crept upon the oldest brother as he lay, wine-sodden, upon his bed. The thief took the wand and, for good measure, slit the oldest brother’s throat.
And so Death took the first brother for his own.
Meanwhile, the second brother journeyed to his own home, where he lived alone. Here he took out the stone that had the power to recall the dead, and turned it thrice in his hand. To his amazement and his delight, the figure of the girl he had once hoped to marry before her untimely death appeared at once before him.
Yet she was silent and cold, separated from him as though by a veil. Though she had returned to the mortal world, she did not truly belong there and suffered. Finally, the second brother, driven mad with hopeless longing, killed himself so as truly to join her.
And so Death took the second brother for his own. But though Death searched for the third brother for many years, he was never able to find him. It was only when he had attained a great age that the youngest brother finally took off the Cloak of Invisibility and gave it to his son. And then he greeted Death as an old friend, and went with him gladly, and, equals, they departed this life.
19 Desember 2009
Dibalik-Mu
Dari dulu
Ketika ku terpuruk dalam kekalahan, kegagalan,
Aku selalu yakin bahwa Engkau
Yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang
Memiliki rencana yang lebih besar
Rencana yang akan membuatku puas,
Bahagia akan hasil yang kucapai,
Tuhan,
Kapankah itu?
Aku berusaha
Berusaha
Terus......
Hingga mata perih membuka
Dan lelah tak tertahan
Aku percaya aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan
Tapi kehendak-Mu lain
Aku kalah,
Gagal,
Lagi
Aku ingin menangis
Seseorang disana yang berbohong pada diri, hati dan Engkau
Termulyakan
Tercapai impian
Dan aku
Tersudut
Terpuruk
Hingga kapan?
Kapankah takdir kemenanganku ada?
Aku hanya percaya...
Bukankah Kau yang menyuruhku percaya?
Bahwa setiap kepercayaan akan membawa keberhasilan?
Bahwa jika aku percaya maka keajaiban akan datang,
Aku berusaha...
Berusaha...
Mencoba bersikap kstaria
Tetapi...
Aku terpuruk
Apakah aku harus melakuakn seperti yang mereka lakuakan agar aku dapat mencapai kemulyaan?
Menggapai impian?
Aku selalu percaya
Percaya
Aku percaya
Dibalik ini,
dibalik kegagalan ini
Dibalik kekalah ini
Kau akan mengangkatku
Lebih daripada yang aku inginkan
Lebih daripada mereka
Dan aku bahagia
Puas
Bersyukur padamu
Aku percaya
Bahwa Kau....
Memiliki apa yang aku inginkan
Yang akan Kau kucurkan ketika aku lulus dalam ujian
Aku percaya
................Aku percaya
..........Aku percaya .................. Aku percaya
....Aku percaya .............Aku percaya
Aku percaya..... Aku percaya
..................Aku percaya
........................Aku percaya...... Aku percaya
Aku percaya..... Aku percaya....... Aku percaya
...........Aku percaya............. Aku percaya
......Aku percaya
Aku percaya Kau-lah dibalik semua
Dan Kau akan membalik semua
Untukku
Dan berik aku kesabaran tak terbatas layaknya kesatria tangguh
Kesabaran dan ketabahan
Yang membawaku menuju kemenangan
22 November 2009
Nyanyian topi Seleksi
And Hogwarts barely started,
The founders of our noble school
Thought never to be parted.
United by a common goal,
They had the selfsame yearning
To make the world's best magic school
And pass along their learning.
"Together we will build and teach"
The four good friends decided.
And never did they dream that they
Might some day be divided.
For were there such friends anywhere
As Slytherin and Gryffindor?
Unless it was the second pair
Of Hufflepuff and Ravenclaw,
So how could it have gone so wrong?
How could such friendships fail?
Why, I was there, so I can tell
The whole sad, sorry tale.
Said Slytherin, "We'll teach just those
Whose ancestry's purest."
Said Ravenclaw, "We'll teach those whose
Intelligence is surest."
Said Gryffindor, "We'll teach all those
With brave deeds to their name."
Said Hufflepuff, "I'll teach the lot
And treat them just the same."
These differences caused little strife
When first they came to light.
For each of the four founders had
A house in which they might
Take only those they wanted, so,
For instance, Slytherin
Took only pure-blood wizards
Of great cunning just like him.
And only those of sharpest mind
Were taught by Ravenclaw
While the bravest and the boldest
Went to daring Gryffindor.
Good Hufflepuff, she took the rest
and taught them all she knew,
Thus, the houses and their founders
Maintained friendships firm and true.
So Hogwarts worked in harmony
for several happy years,
but then discord crept among us
feeding on our faults and fears.
The Houses that, like pillars four
had once held up our school
now turned upon each other and
divided, sought to rule.
And for a while it seemed the school
must meet an early end.
what with dueling and with fighting
and the clash of friend on friend.
And at last there came a morning
when old Slytherin departed
and though the fighting then died out
he left us quite downhearted.
And never since the founders four
were whittled down to three
have the Houses been united
as they once were meant to be.
And now the Sorting Hat is here
and you all know the score:
I sort you into Houses
because that is what I'm for.
But this year I'll go further,
listen closely to my song:
though condemned I am to split you
still I worry that it's wrong,
Though I must fulfill my duty
and must quarter every year
still I wonder whether sorting
may not bring the end I fear.
Oh, know the perils, read the signs,
the warning history shows,
for our Hogwarts is in danger
from external, deadly foes
And we must unite inside her
or we'll crumble from within
I have told you, I have warned you...
let the Sorting now begin.
05 September 2009
RINDU SEORANG SAHABAT
Saat aku melihat senyumanmu
Saat aku melihat pola tingkahmu
itu yang membuatku merasa bahagia slalu
Andai kata........?
kita tak ditakdirkan untuk bersama
Aku rela........!
Asal bisa melihatmu
Dan bila kamu lebih memilih dia
Akupun juga tak apa-apa
Bila memang itu yang membuatmu bahagia
Mungkin ?
Aku adalah sahabat yang tiada artinya
yang slalu menorehkan luka dihatimu
Aku ingin kau seperti dulu
Kembali bersamaku
Mengarungi hari bersama
Di saat suka maupun duka
Kembalilah sababat ku
Aku Rindu Kebersamaan kita dulu
Dari :Sahabatmu (Nyun- SMP 3 Plosoklaten)
sori ya.... puisinya aku publikasiin nggak ijin2 kamu dulu.....
28 Juli 2009
FLU BURUNG
Banyak nyawa terbang bersamamu
Di bawah tanah bersemayam tubuh beku
Ibu menangis kehilangan anaknya
Warga menangis kehilangan peliharaannya
Unggas-unggas kau rasuki
Orang tak bersalah pun kau rasuki
Kau buat semua orang gelisah, resah, tanpa arah
Mereka berusaha mengenyahkanmu
Dengan berbekal ilmu
Berjuang tak menentu
Lepaskan belenggumu
Biarkan kami hidup
Dalam kedamaian, keamanan, dan ketentraman
jENG2
