06 Juni 2010

Speedy Blog Competition Ada Lagi

Sebagai bentuk kepedulian Telkomspeedy pada para pengguna layanannya, Telkomspeedy DIVRE V regional Jawa Timur menyelenggarakan kompetisi blog tahun 2010. Kompetisi ini ditujukan pada para pengguna internet Indonesia khususnya blogger yang berdomisili di wilayah Jawa Timur untuk turut serta dalam gerakan pemanfaatan internet secara sehat dan bermanfaat bagi kehidupan.

Sukses untuk kemajuan TI Indonesia! Ok

Syaratnya ap aja nih?

PERATURAN

Peserta

  • Kompetisi blog telkomspeedy terbuka untuk umum
  • Wilayah geografis peserta kompetisi terbatas untuk wilayah Jawa Timur

Blog dan Konten

  • Blog dapat dibuat menggunakan wordpress, blogspot atau yang lainnya
  • Semua blog lama maupun baru, dapat mengikuti Kompetisi
  • Peserta bebas berkreasi tentang SPEEDY CONTENT sejauh tidak dimaksudkan untuk menyerang pribadi, mengeksploitasi pornografi, atau memicu konflik SARA
  • Foto atau bentuk grafis lain dapat digunakan untuk menunjang isi ataupun tampilan blog sejauh tidak bersifat mempromosikan produk atau jasa secara komersial. Penggunaan foto atau gambar tidak boleh melanggar hak cipta (copyrights)
  • Memasang image link (banner) Speedy Blog Competition 2010 secara permanen pada blog yang didaftarkan. Image link dapat dipasang di header, di sidebar, atau difooter; tetapi bukan sebagai bagian dari posting. Image link juga seharusnya ditampilkan di setiap halaman posting dan page yang relevan
  • Isi/ konten blog harus memuat tentang SPEEDY CONTENT yang meliputi :
    • Full Track
    • Kanal Bola
    • Pesona Edu
    • Protektor
    • Speedy Games
  • Semua Blog wajib mencantumkan link [taut] http://www.telkomspeedy.com dan http://speedyblogcompetition.com pada sidebar blog

Pendaftaran

  • pendaftaran dilakukan secara online mulai tanggal 17 Mei – 10 Juni 2010

Juri

Pengumuman

Hadiah

  • Hadiah I : Rp. 1.500.000
  • Hadiah II : Rp. 1.000.000
  • Hadiah III : Rp 500.000
  • 10 Blog Favorit masing-masing mendapat Rp. 300.000
Ok kan, so jangan sampai nggak ikutan, buruan daftar disini
http://speedyblogcompetition.com/panduan-registrasi

04 Juni 2010

Tercabik jadi dua

Aku sering bertanya- tanya padaku sendiri, orang tua selalu menyuruh anaknya untuk berbuat kebaikan contohnya untuk menepati ajnji dan menunaikan amanah yang diberikan orang lain kepadanya. Seperti tolong sampaikan salam kepada Pak Anwar ya... maka si anak harus menyampaikannya.

Tapi kenyataannya, aku merasa bahwa orang tupun juga tak bisa sebaik itu. Hanya topeng!. Entah mengapa aku bisa berkata seperti itu.Mungkin aku kecewa pada orangtuaku yang punya amanah untuk disampaikan kepadaku, tapi tak disampaikan....

Atas kesuksesanku bisa diterima di SMAN 10 Malang, banyak orang yg simpati padaku. Banyak diantaranya memberikan ucapan selanmat. Dan beberapa bahkan memberikan angpao padaku. (he..he..he.. jadi malu). Dan biasanya angpao itu diberikan ke ortuku, tapi dengan catatan ahrus diserahkan kepadaku. Tapi kenyataany???

Orang tuaku diberi tatanggaku 100.ooo untukku. Tapi orangtuaku tak memberikannya padaku. Alasannya? so imple! Orang tuaku malam hari itu berdoa untuk diberi rizki, soalnya pingin beli kopyah. Paginya tuh diberi sma tetanggaki itu. Bahagia banget ayahku.

Dia cerita ke aku. Tapi dia seperti yang diberi. Padahal itukan amanah dari tetanggaku itu untuk diberikan ke aku. Sempet kesel juga sih, karena ku juga pingin beli banyak barang untuk persipaan ke SMAN 10 Malang. Beliau ingin beli kopyah. Karena aku tahu beliau sangt pengen. aku beri aja. Tapi setelah itu, beliau harus ngebaliin ke aku. Beliau beli koppyah seharga 20.ooo. Tapi uangnya jangan sampai buat beli ajjan soalnya ayahku gemar banget beli apapun yang dia ingin. Terutama jajan ke warung. Aku nggak suka itu.

Aku pengen minta itu. Itukan uang hakku???
Tapi aku selalu terdorongh, diakan ortuku, masak gak malu? kok kayaknya durhaka gitu? aku nggak tahu? pokoknya aku akan minta, karena ituy hakku...

02 Juni 2010

Israel, apakah KAU masih “manusia?”

Kami adalah manusia yang mungkin
Beribu- ribu kilo jauhnya darimu
Atau bahkan sangat dekat seperti leher dan kepala

Kami yang masih anak- anak ini
Memang tak cukup mengerti ada apa denganmu
Tapi kami tidak buta, tuli, ataupun bisu
Kami masih bisa melihat, mendengar, berbicara, dan merasa
Bahwa perbuatanmu menyalahi aturan
Aturan bagi manusia dan bagi Tuhan sendiri

Kami berbicara bukan dari satu bangsa
Kami berbicara tidak untuk satu agama
Kami berbicara sebagai orang Indonesia
Orang amerika
Orang mesir
Orang arab
Orang palestina
Atau bahkan jika itu mungkin,
Kami berbicara mewakilimu

Kami juga tidak berbicara sebagai orang islam, kristen,
budha, hindu atau yahudi
Tapi kami berbicara karena kami
Masih menganggap Tuhan adalah Tuhan,
atau karena kami berbicara ini karena DIRIMU

Tak bisakah engkau menghentikan perang?
Tak bisakah engkau berhenti menumpahkan darah?
Tak bisakah kau sudi berbagi?

Bukankah kau sudah berjanji kepada Tuhanmu,
Bahwa kamu tidak akan menumpahkan darah
Tak akan mengusir saudaramu dari kampung halamannya?
Kau sudah berikrar untuk itu!
Tapi apa kenyataanya?

Kami tak tahu apa sebenarnya tujuanmu
Yang kami tahu, perbuatanmu itu keterlaluan
Bahkan jauh dari “kemanusiaan”

Seandainya dirimu diperlakukan seperti itu
kami yakin kau akan marah, MARAH
Sedih, tak tahu harus berbuat apa
Kami tahu, nenek moyangmu telah mengalaminya
ribuan tahun lalu
Dan sekarang, tak bisakah kau mengambil pelajaran darinya?
Lupakan itu...

Kami hanya ingin bertanya,
Apakah kamu masih manusia?
Jika ya, kami mohon hentikan
Hentikan!
Hentikan sekarang juga!